
"Di mana Juno?" Jean bertanya sekali lagi.
" Aku, Aku melihat Juno dibawa oleh pengawal Istri keempat Tuan Tanah empat hari yang lalu." Remaja laki-laki menjawab dengan jujur.
Memang ketika dia pulang dari mencari biji rumput, dia melihat Juno yang meronta-ronta ketika dibawa oleh dua pengawal kekar mengikuti kereta Istri keempat Tuan Tanah.
Remaja laki-laki itu bernama Sean, dia adalah teman Juno, mereka biasa mencari biji rumput di pinggiran sungai.
Dialah teman Juno yang pernah mengatakan jika apel adalah obat ajaib yang bisa menyembuhkan segala penyakit sehingga Juno nekat mencuri apel untuk kesembuhan Jean.
Sean tidak bermaksud buruk, hanya saja dia pernah mendengar penjual buah apel di pasar mengatakan dan mengumbar-umbar jika buah apel yang dia jual adalah buah ajaib yang bisa menyembuhkan segala penyakit.
Sean hanya termakan iklan penjualan yang terlalu membual, namun dia hanya remaja bodoh yang tidak tahu mana yang benar.
Ketika melihat Juno ditangkap oleh dua pengawal kekar, Sean hanya bisa bersembunyi dan berlari kembali kerumah karena dia juga takut akan ditangkap seperti Juno.
Jean melepas cengkeraman tangannya di pundak Sean dan berlari meninggalkan Sean begitu saja setelah mendapat jawaban.
Jean berlari ke arah kediaman Istri keempat Tuan Tanah.
"Wanita itu, berani sekali membawa adikku!" Jean membatin dan terus berlari, buliran keringat sebesar jagung berjatuhan dari wajahnya.
Jarak dari sungai ke kediaman Istri keempat Tuan Tanah atau Rosela lumayan jauh butuh empat puluh menit berjalan kaki, dua puluh menitan dengan kereta kuda dan dua puluh sembilan menitan ketika Jean menempuhnya sambil berlari.
Sampai di tujuan, dia dihentikan oleh penjaga rumah di depan gerbang depan yang terbuat dari tatanan batu pipih.
"Berhenti, mau apa kau ke mari?" Penjaga pintu itu bertanya dengan muka garang.
"Aku ingin bertemu dengan majikan kalian, di mana dia? seenaknya saja dia menangkap adikku, beritahu majikan kalian, aku Jean, aku sudah memiliki uang untuk membayar lunas hutangku dan aku ingin membawa kembali adikku Juno!" Jean menjelaskan dengan tangan menunjuk-nunjuk wajah garang dari dua penjaga pintu.
Penjaga pintu itu saling memandang kemudian menunduk.
"Nyonya kedelapan sedang tidak di rumah, dan tidak ada anak laki-laki bernama Juno yang ditangkap nyonya ke rumah ini. Sebaiknya kau kembali, jangan mencari masalah di sini." Salah satu penjaga rumah menjelaskan dan mengusir Jean pergi.
__ADS_1
"Tidak, tidak, bukan Nyonya Kedelapan tapi Nyonya Keempat kalian, dia yang membawa adikku Juno." Jean menjelaskan lagi, dia yakin jika kediaman di depannya adalah rumah Rosela istri keempat Tuan Tanah.
"Nyonya keempat tidak tinggal di sini lagi. Sudah sana pergi wanita bodoh." Pengawal membentak Jean karena merasa jengkel dengan Jean yang tidak mau pergi.
Kemudian dari arah belakang terlihat kereta kuda menuju tempat Jean dan dua penjaga pintu yang sedang berdebat.
Ketika para penjaga pintu melihat kereta kuda itu, mereka mengacuhkan Jean dan membuka gerbang pintu di belakang mereka.
Kedua penjaga pintu kemudian menunduk,
"Selamat datang nyonya kedelapan." Sapa mereka dengan nada serempak.
Kereta kuda itu berjalan masuk namun ketika hanya separuh kereta memasuki gerbang, sebuah suara halus terdengar dari dalam kereta.
"Berhenti."
Tirai jendela kecil disingkap oleh tangan putih dan ramping.
"Apa yang kalian perdebatkan barusan? siapa wanita ini?" Tanya wanita di dalam kereta pada penjaga pintu.
Salah satu penjaga rumah menjawab,
"Jangan pedulikan dia nyonya kedelapan, dia hanya wanita gila."
Jean melirik tajam pada penjaga yang mengatakan dia wanita gila, dengan emosi Jean maju dan berkata dengan suara lantang,
"Aku bukan wanita gila, aku ke mari mencari adikku yang ditangkap oleh Istri keempat Tuan Tanah. Aku sudah memiliki cukup uang untuk melunasi hutang dan aku ingin adikku Juno kembali."
"Oh, maksudmu Rosela? Wanita ular itu huhh, jadi bocah budak bernama Juno yang Rosela bawa adalah adikmu?" Istri kedelapan tuan tanah menebak siapa yang dimaksud Jean.
Mean, dia adalah istri kedelapan tuan tanah. Awalnya dia hanya seorang pelayan yang bekerja untuk keluarga, tapi Tuan Tanah menyukainya dan menikahinya empat bulan yang lalu, selama dua bulan dia tinggal di kediaman utama dan menjadi mainan Tuan Tanah.
Dia tidak pernah suka akan hal itu, tapi dia tidak bisa menolak. Dia hanya wanita lemah yang tidak bisa melawan. Selama hidupnya menjadi istri kedelapan Tuan Tanah, dia lebih menderita karena berbagai ancaman dan perlakuan buruk dari istri taun tanah yang lain.
__ADS_1
Baru kemudian dua bulan yang lalu, Tuan Tanah menikahi lagi dengan Paula. Medan mulai jarang dikunjungi oleh Tuan Tanah, namun dia masih tidak bahagia hidup di rumah utama karena sering diganggu dan di jebak oleh Paula agar ditendang pergi dari ruang utama.
Setelah pemilihan Budak kemarin, Mean sangat senang ketika Tuan Tanah menyuruhnya tinggal di rumah yang biasa ditinggali oleh Rosela karena budak yang dibawa Rosela telah dipilih oleh tamu istimewa dari ras Vampire.
Bukannya bersedih, Rosela justru senang karena tidak perlu bersitatap dengan Paula atau dengan istri-istri lama Tuan tanah yang lain.
Kini dia melihat Jean yang merupakan Kakak dari Juno yang membuat nasipnya lebih baik.
Mean hanya tertawa dan menasehati Jean agar pergi dan melepas harapannya menemukan Juno.
"Ha ha ha ha sayang sekali kau telat, dia sudah dijual menjadi budak ras Vampire, lebih baik kau pergi dari sini Nona, tidak perlu mencari adikmu lagi, budak manusia yang dibawa ras Vampire tidak mungkin kembali." Setelah mentertawakan Jean tirai jendela itu dia tutup dan kereta kembali berjalan masuk.
Jean berteriak emosi,
"Apa kau bilang? Adikku dijual ke ras Vampire! Tidak, tidak bisa begitu. Tidak kau pasti berbohong, adikku ada di dalam sana, ayo cepat kembalikan adikku!!!" Jean berusaha ikut masuk ke gerbang yang masih terbuka.
Dua pengawal dengan panik menangkap Jean agar tidak masuk.
Salah satu penjaga berkata, "Wanita bodoh, apa kau tidak dengar? Adikmu tidak ada di sini."
Penjaga yang lain menarik Jean dan menambahi, " ya, kau harusnya merasa senang, hutangmu sudah lunas, adikmu pasti bahagia dimanja oleh ras Vampire, yah, meski selanjutnya darahnya akan dihisap habis. Ha ha ha ha...."
"Ha ha ha ha, pergi sana!" Penjaga rumah mendorong Jean jatuh terjerembab ke pinggir tembok pagar yang agak jauh dari gerbang pintu masuk tempat mereka berjaga.
Jean tidak bangun, dia meringkuk dan menangis sangat menyedihkan.
"Juno, maafkan kakak Juno, seharusnya aku tidak pergi. "
Hujan turun sangat lebat membasahi Jean, membuat air mata di wajahnya tidak bisa dibedakan karena tercampur dengan air hujan.
Sepasang langkah kaki berhenti di depan Jean yang meringkuk di tanah basah.
Sosok itu berjongkok dan mengulurkan tangan pada Jean.
__ADS_1