Pesona Wanita Modern

Pesona Wanita Modern
Setuju


__ADS_3

"Katakan." Margaret bersedia mendengarkan penawaran Jean.


Di dunia ini tidak ada yang gratis, apalagi untuk obat yang mampu menghilangkan bekas luka, Margaret bisa memberi Jean beberapa keping uang, tapi jika itu berlebihan, dia hanya bisa merebut obat itu dari tangan Jean.


Jean tersenyum manis, dia mendekati ranjang dan duduk di pinggiran kasur.


"Jika Nyonya mau, aku bisa membantumu mendapatkan perhatian dari Tuan Tanah lagi."


Ucapan Jean membuat Margaret penasaran, kenapa Jean bisa sepercaya diri itu bisa membantunya mendapatkan kembali perhatian suaminya.


"Hmmn, memang apa yang kau bisa hah? Aku saja tidak bisa mendapat perhatiannya selama bertahun-tahun, suamiku hanya menyukai kemoleken dan kecantikan dari wanita muda. Dia sudah bosan padaku, apalagi dengan tubuh genfutku saat ini ditambah dengan luka mengerikan di wajahku. Katakan apa yang bisa kau lakukan?"


Margaret merasa frustasi sendiri setelah mengatakan hal itu. Semua itu adalah kenyataan perih yang selalu menyayat hatinya.


"Jika kau bertanya aku bisa apa, aku mungkin tidak bisa membuktikannya padamu dalam waktu singkat, tapi aku memang bisa membantumu menjadi cantik kembali." Jean berkata dengan wajah penuh keyakinan.


"Bagaimana caramu membuatku cantik kembali?" Margaret bertanya dengan mata yang kini penuh ketertarikan, siapa wanita yang tidak ingin cantik.


Jika dia kembali cantik, kemungkinan bisa dilirik kembali oleh suaminya pasti lebih tinggi dari sekarang.


"Nyonya harus percaya dulu padaku dan mau melakukan beberapa hal sesuai petunjukku. Untuk menu makanan Nyonya setiap harinya juga harus mengikuti saranku." Jean menjelaskan.


Margaret mengerutkan dahi bagaimana dia bisa percaya dengan omongan Jean yang katanya tidak bisa dibuktikan dalam waktu dekat.

__ADS_1


"Apa kau pikir aku bodoh, kenapa aku harus percaya pada omong kosongmu tanpa ada bukti yang jelas."


"Pertama yang harus dilakukan adalah menguruskan badan nyonya agar memiliki berat badan yang ideal, seharusnya nyonya juga tahu, jika menguruskan badan tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua hari tapi butuh berbulan-bulan. Jika Nyonya mau menurutiku aku berjanji dalam enam bulan Nyonya akan mendapatkan tubuh yang bagus dan ramping." Jean menjelaskan kembali.


Dia menambahkan, "Semua terserah Nyonya, mau percaya atau tidak, tapi nyonya Margaret sebaiknya memikirkan lagi, tidak ada salahnya mencoba, jika berhasil nyonya akan untung dan jika tidak berhasil, setidaknya nyonya tidak seputus asa sekarang yang hanya bisa menangis tanpa membuat situasi berubah lebih baik."


Margaret terdiam, dia berbikir ucapan Jean memang masuk akal, tidak ada salahnya mencoba. Pandangannya menunduk melihat tubuh besarnya yang penuh lemak.


Melihat Margaret diam cukup lama, Jean kamudian berkata,


"Pikirkan saja, tapi lebih baik saat ini luka nyonya diberi salep ini agar lebih cepat sembuh. Untuk salep ini aku tidak akan menarik harga sepeserpun." Margaret memberi saran.


Salep ditangannya memang sangat berharga, tapi akan bagus jika dia bisa membuat Margaret mau percaya padanya.


Jean membantu membersihkan muka Margaret dari obat sebelumnya dan mengoleskan salep miliknya ke dua luka di wajah Margaret.


"AW, aish."


Wajah Margaret mengernyit menahan rasa perih di lukanya ketika Jean mengoleskan salep.


Selama proses itu Margaret bertanya,


"Kenapa kau mau membantuku, apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


Margaret benar, tidak ada yang geratis di dunia ini, nyatanya Jean mau membantunya agar dia bisa membalas dendam pada Rosela.


"Apa Nyonya tau istri Tuan Tanah yang keempat?" Jean bertanya setelah selesai mengoles luka di bagian dahi wanita di depannya.


"Maksudmu Rosela?" Margaret bertanya balik.


"Iya itu dia, aku memiliki dendam dengannya, kudengar nyonya Margaret sangat ingin kembali ke ruang utama dan mendapat perhatian Tuan Tanah, jadi aku bermaksud untuk membantu nyonya agar bisa kembali ke ruang utama dan menyingkirkan Rosela dari tempat itu. Bagaimana menurut nyonya Margaret, bukankah kita patner yang cocok." Jean mengutarakan niatnya tanpa rasa sungkan.


"Oh begitu, seharusnya kau bilang hal itu dari awal, aku juga tidak suka dengan Rosela, dia wanita yang sangat sok cantik, tapi sebenarnya dia kalah dengan kecantikanku yang dulu.


Jika aku bisa mendapat kencantikanku di masa lalu, aku pasti bisa membantumu mendepak wanita itu pergi dari rumah utama." Margaret tersenyum, tidak ada lagi keraguan di matanya, karena dia melihat mata Jean yang mengungkapkan rasa kebencian ketika mengucapkan nama Rosela.


Orang dengan mata benci seperti itu tidak mungkin berbohong dengan apa yang dia utarakan.


"Baiklah, aku bersedia menuruti saranmu, mari kita bekerjasama."


Akhirnya Margaret setuju untuk bekerjasama dengan Jean.


Mendengar hal itu, Jean tersenyum mengangguk, dalam hati dia meloncat-loncat karena berhasil bernegosiasi dengan Margaret. Dengan begitu, dia yakin tidak lama lagi dia bisa membalas Rosela.


Bibir Jean tersenyum miring.


Juno adiknya telah membuat Rosela bisa kembali ke rumah utama, maka Jeanlah yang akan membuatnya terusir kembali dari rumah utama.

__ADS_1


__ADS_2