Pesona Wanita Modern

Pesona Wanita Modern
Umpan


__ADS_3

Jean dibawa ke tempat yang jaraknya agak jauh dari posisi tenda.


Tempat itu adalah gua di dekat air terjun. Lokasi tersebut agak tersembunyi oleh dinding tanah yang menjulang tinggi.


Dua Minggu yang lalu kelompok Marco menyusuri sampai ke tempat ini. Ada dua orang pemetik yang menemukan gua dan mereka masuk ke dalam gua itu.


Hanya satu orang yang keluar dan melaporkan jika ada binatang buas mirip Mrun di dalam gua, dan satu temannya tewas dimangsa oleh hewan itu.


Mrun sangat jarang ditemukan di wilayah hutan luar, mereka lebih sering ditemukan di hutan dalam. Akan sangat menguntungkan jika bisa menangkap Mrun.


Oleh karena itu kelompok pemetik Marco dan kelompok pemburu Frank bekerjasama. Dari laporan anggota kelompok Marco, di dalam gua terdapat telur Mrun dan tanaman obat harga tinggi.


Sayangnya Mrun adalah binatang buas tipe kecepatan yang sangat ganas, pasti sangat sulit untuk menghadapinya.


Jadi mereka kembali ke kota terlebih dahulu untuk mencari pemula yang akan dijadikan umpan. Si pemilik nasip buruk menjadi umpan itu adalah Jean.


Rencananya Jean akan ditaruh di dekat gua sarang Mrun berada, saat Mrun itu keluar dan memangsa Jean di tempat, kelompok pemburu akan melempar jaring besi untuk mengunci pergerakan Mrun, lalu mereka menyerangnya secara bersamaan.


Sedangkan kelompok Marco bisa langsung masuk ke dalam gua mengambil telur Mrun dan segala hal berharga di dalam sana secepat mungkin.


Jika rencana itu berhasil binatang buas Mrun menjadi milik kelompok Frank sedangkan telur Mrun dan tanaman di dalam gua menjadi bagian Marco.


Mereka harus segera meninggalkan tempat itu setelah semuanya beres, karena bau berdarah dari hasil pertarungan dengan Mrun akan mengundang binatang buas lain.


"Dasar orang-orang biadab!" Jean memaki dalam hati.


Yah, Jean sadar dengan apa yang terjadi, hanya saja dia tidak bisa menggerakkan tubuh.


Alasannya karena Jean tidak meminum semua air dari gelas yang diberikan Mia. Dia selalu waspada dan berhati-hati dengan segala gerak-gerik dan ucapan orang-orang di sekitarnya.


Itulah kenapa Jean menyadari ada kelainan dari perilaku Mia sejak malam hari tiba. Dia lebih pendiam tidak banyak bicara pada orang lain seperti sebelumnya, dia juga beberapa kali menghindari pandangan dari Jean.

__ADS_1


Jadi Jean tampak meminum habis air di gelas, padahal dia diam-diam mengalirkan air itu ke lengan bajunya, jadi air itu mengalir jatuh dari siku Jean. Mia tidak menyadarinya karena terhalang posisi.


Tidak disangka, tindakan hati-hatinya bisa bermanfaat. Hanya tubuhnya yang lumpuh, tapi kesadarannya tidak.


Dari percakapan Marco dan Frank dia tahu jika dia dibawa ke sarang binatang buas Mrun untuk dijadikan umpan.


Jean merasakan tubuhnya diturunkan, dia tidak tahu dimana dia berada, hanya suara keras air terjun yang dia dengar.


Langkah kaki kelompok Marco dan Frank terdengar menjauh dengan cepat.


Setelah beberapa saat menunggu tidak ada yang terjadi, Jean mencoba membuka matanya.


Sangat sulit, tapi perlahan celah kecil berhasil terbuka.


Jean melihat sekelilingnya tampak gelap, setelah matanya beradaptasi dan dibantu oleh cahaya bulan, Jean bisa melihat dengan lebih baik meski tidak terlalu jelas.


Terlihat gua dengan kegelapan yang pekat di dalamnya dan sekilas terdapat air terjun di dekatnya.


Terlihat bentuk hewan seperti harimau berwarna hitam pekat bermata merah, namun masih ada tanda putih berbentuk huruf M di bagian dahi, terlihat pula ada dua ekor di belakanganya.


Jean merinding, apakah binatang aneh itu adalah Mrun?


Mrun mengendus-endus dan mendekat ke arah Jean.


Jantung Jean berdebar-debar karena takut. Dia berusaha bangkit dan kabur, tapi tubuhnya masih lemah.


Keringat menetes semakin deras, Jean berusaha membangunkan otot-otot di tubuhnya. Untung tangannya sudah bisa bergerak.


"Ayolah tubuh, aku tau kau bukan tubuh asliku, tapi kali ini tolong bekerjasama padaku!" Jean membatin.


Ketika jarak Mrun hanya beberapa inci dari Jean, akhirnya Jean menguasai tubuhnya lagi.

__ADS_1


Dia meraih tanah dan melemparkannya ke mata Mrun.


Jean bangun dengan cepat dan berlari menuju celah tanah yang muat dengan ukuran tubuhnya.


"Graaaa..." Mrun berteriak marah atas tindakan Jean.


Melihat mangsanya memasuki celah dinding tanah Mrun mengikuti dan memasukkan tangan berkuku tajamnya untuk meraih Jean.


Sayangnya Jean sudah melesat jauh ke dalam celah, Jean tidak menyangka celah itu sangat dalam.


Dibimbing dengan rasa takut oleh Mrun, Jean tidak peduli dengan apa yang akan dia temui di celah itu, dia masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi.


Mrun menggali dan mencakar celah agar menjadi lebih besar, namun dia berhenti karena mendengar gerakan lain dari arah belakang.


"Kenapa dia bisa bangun?" Frank bertanya pada Marco.


Marco juga tidak paham dengan bangunnya Jean, seingatnya khasiat obat masih tersisa satu jam lagi.


"Aku tidak tahu, tapi lihat dia sedang menggali celah itu, sebaiknya kita memanfaaatkan kesempatan itu."


Merekapun maju masih menjalankan rencana semula meski si umpan kabur lebih dulu.


Jean masuk celah lebih dalam, semuanya gelap di dalam sana. Diapun menyadari jika celah itu semakin menyempit.


Baru kemudian Jean merasakan nyeri hebat di bagian pundaknya, sepertinya dia telah tercakar oleh Mrun ketika kabur ke dalam celah.


Jean baru menyadari itu setelah rasa paniknya mereda. Lukanya terasa lebih perih karena gesekan dengan tepi celah yang kasar dan terkadang juga tajam, meski begitu Jean terus bergerak maju.


Rasa sakit gesekan semakin menjadi, air mata Jean sudah berjatuhan tidak kuat menahan sakitnya. Dia tidak mengerti kenapa nasibnya bisa sampai ke titik ini.


Tiba-tiba angin segar menerpa wajah Jean, matanya melebar. Sepertinya ada jalan keluar di sisi lain celah itu.

__ADS_1


__ADS_2