
Apa yang akan dilakukan Jean untuk membantu Margaret menurunkan berat badan adalah membuatkannya rencana diet makanan rendah kalori.
Margaret tidak boleh daging ataupun makanan manis seperti kue dan biskuit.
Jean mempelajari jenis-jenis makanan di dunia ini, memang ada banyak perbedaan tapi mana saja yang karbohidrat, mana yang mengandung protein dan vitamin serta lebih banyak serat Jean bisa membedakannya.
Dari situ Jean membuatkan menu apa saja yang bisa dimakan Margaret dari sarapan pagi sampai makan malam.
"Kenapa aku harus makan makanan yang hambar dan tidak enak seperti ini, kau menyuruhku memakan sayur yang biasa dimakan orang miskin, tidak aku tidak bisa." Margaret menolak keras jika dirinya disuruh memakan sayur.
"Nyonya, kau harus memakan sayur ini, itu adalah makanan sehat. Jika nyonya ingin cantik kembali, maka makanlah. Makanan ini bisa membuatmu lebih cepat kurus." Jean meyakinkan.
Memang sulit meyakinkan Margaret, tapi Jean terus membujuk dengan iming-iming tubuh yang langsing bisa membuat Tuan Tanah mau memperhatikannya lagi.
Bujukan itu akhirnya berhasil, Margaret mau mengkonsumsi menu diet itu meski dengan wajah yang penuh pakasaan.
Setelah satu porsi makanan sehat itu habis, Margaret membanting sendok dan garbunya, "Rasanya aku ingin muntah, ingatlah jika aku tidak bisa dalam waktu enam bulan maka aku akan membuatmu mati kekenyangan makan sayur pahit ini." Ancamnya sambil menuding Jean dengan jari telunjuk.
Jean tersenyum, "yah, aku pastikan nyonya akan kurus, sebelum itu ayo kita berbincang mengenai rencana masa depan sambil jalan-jalan di taman." Ajak Jean.
Jalan-jalan setiap selesai makan adalah hal yang wajib dilakukan agar makanan lebih mudah tercerna.
"Lalu apa lagi yang harus aku lakukan selain makan makanan orang miskin dan jalan-jalan setelah makan?" Margaret bertanya.
Jean berjalan di belakang Margaret, di belakangnya dua pelayan juga mengikuti.
Dengan senyum manis, Jean menjawab,
"Apa Nyonya pernah mendengar olahraga Kardio dan Yoga?"
Muncul tanda tanya besar di muka Margaret.
"Apa itu? Olaga Kario?"
__ADS_1
Tentu saja Margaret tidak tahu tentang dua hal itu, bahkan kata olahragapun dia tidak paham karena tiga kata itu berasal dari dunia asal Marrissa.
"Itu adalah rangkaian gerakan yang bisa membuat lemak di tubuh nyonya berkurang, nyonya akan menjadi lebih ramping dan awet muda." Jean menjelaskan.
Jika dengan diet makanan saja, memang bisa kurus tapi kulit yang kehilangan lemak dalam jumlah besar tidak akan bisa kembali kencang jika tidak diimbangi dengan olahraga.
Bukannya ramping dan cantik tapi malah ramping dan menggelambir yang didapat jika tidak melakukan olahraga.
Itulah kenapa Jean menambahi kata awet muda karena olahraga kardio dan yoga bisa membuat kulit kencang dan emosi lebih tenang.
Karena Margaret terlihat stress dan mudah emosi, olahraga Yoga adalah pilihan yang tepat karena diiringi dengan meditasi dan merasakan ketenangan, itu bagus untuk terapi menghilangkan stress.
Jean berencana untuk mengajari Margaret plolahraga kardio di pagi atau di siang hari dan di malam harinya giliran Yoga.
Untuk masalah mengajari dua hal tadi, Marrissa tidak hawatir karena dia menguasai kedua olahraga tersebut.
Ketika Marrissa masih di panti asuhan, setiap hari Minggu pengurus panti akan mengajaknya dan semua anak panti senam kardio si pagi hari sebelum makan-makan bersama.
Untuk Yoga, Marrissa pernah mempelajarinya selama satu tahun ketika pulang bekerja di sebuah sanggar Yoga.
Jean menyuruh Margaret mengganti pakaiannya dengan celana yang mana biasanya celana hanya dipakai oleh kaum pria saja.
Jean muak kenapa di dunia ini celana hanya boleh dipakai laki-laki, bahkan ketika Jean asli panen padi di ladang bersama buruh-buruh yang lainpun mereka tetap memakai rok, tidak ada wanita yang memakai celana, meski rok sangat tidak nyaman dan tidak efisien ketika melakukan pekerjaan itu.
Bahkan ketika Jean menjadi pemetik, Mary dan wanita lain yang menjadi pemetik di kelompok marco juga memakai rok, hanya dia satu-satunya yang memakai celana. Dia pernah mendapat tatapan aneh dari wanita-wanita di kelomok itu.
"Jika nyonya tidak mau memakai celana, nyonya bisa melepas gaun saja, cukup dengan baju dalaman dan ayo kita mulai olahraganya."
Baju dalam di dunia ini berbeda dengan pakaian dalam di dunia Marrissa, ada kemeja dalaman putih berbahan tipis dan juga ****** ***** selutut yang menggembung model balon juga dengan bahan tipis bukan bra dan ****** ***** segitiga di dunia asal Marrissa.
Setidaknya dia juga telah memakai celana.
"Melakukannya dengan pakaian dalam? aku tidak mau! Apa kau orang mesum hah. Sangat tidak tahu malu menyuruh orang lain hanya berpakaian terbuka seperti itu." Margaret menolak, baginya hanya memakai pakaian dalam sama saja dengan telanjang.
__ADS_1
"Nyonya tidak perlu malu, kita melakukanya di dalam ruangan dan tidak ada yang melihat selain aku dan dua pelayan nyonya, kita semua wanita dan ingatlah ini untuk kebaikan nyonya juga karena yang akan kita lakukan akan membuat keringat mengalir deras, banyak gerakan yang akan sulit dilakukan dengan gaun panjang, lebih baik memakai celana atau cukup dalaman saja." Jean dengan sabar menjelaskan.
Laura ikut bersuara,
"Iya nyonya sepertinya kata-kata nona Jean masuk akal, jika nyonya malu, aku dan Dean akan menunggu di luar sekaligus menjaga pintu agar tidak ada siapapun yang mengintip."
Dengan bantuan penjelasan serta bujukan Jean dan Laura, akhirnya Margaret setuju.
Setelah dua pelayannya keluar dari ruangan itu, Margaret melepas gaunnya menyisakan pakaian dalam.
Margaret memegangi dadanya tampak malu dan gugup dengan penampilannya.
Jean merasa lucu, karena pakaian dalam di dunia ini tidak seterbuka pakaian dalam di dunianya.
Marissa penasaran jika Margaret tahu bagaimana wujud pakaian dalam di dunia asal Marrissa seperti apakah reaksinya.
"Baiklah nyonya hanya perlu menirukan gerakanku saja, pertama kita harus melakukan pemanasan agar otot-otot di tubuh tidak kaku dan tidak mudah cedera ketika nanti melakukan gerakan kardio." Jean menjelaskan sambil berdiri membelakangi Margaret dengan tangan kanan menarik kepalanya ke kanan.
Meski canggung, Margaret masih mengikuti gerakan Jean, dia tidak tahu apa maksud penjelasan Jean karena banyak memakai kata-kata atau islitah yang tidak dia mengerti, tapi penjelasannya itu tampak seperti dia orang yang ahli dan bisa dipercaya.
Gerakan pemanasan selanjutnya mengangkat satu kaki yang ditekuk ke perut, hal ini membuat tubuh bertumpu pada satu kaki lainnya yang masih menapak di tanah.
Gerakan itu bisa melatih keseimbangan dan kelenturan otot kaki.
"Ey ey, aaa." Margaret begitu kesulitan mempertahankan keseimbangannya.
'bukk' sampai kemudian dia jatuh.
"Aaah Aku tidak bisa, gerakan aneh apa yang kau lakukan, aku jadi jatuh begini. Tubuhku sakit, aku tidak mau lagi melakukannya." Margaret menolak melanjutkan, bahkan dia tidak mau bangun dari jatuhnya.
Jean menoleh dan menatap babi besar yang kini terlentang di lantai tidak mau bangun setelah jatuh.
Jean: "..."
__ADS_1
"Astaga sulit sekali mengajari orang ini, gerakan itu bahkan masih tahap pemanasan, kardio masih belum dimulai." Jean membatin sambil mengelus dada.