
Dahulu ada seorang elf laki-laki berwajah tampan yang sangat suka berpetualang keluar dari hutan wilayah dari ras Elf.
Binatang buas tingkat atas tidak menjadi masalah untuknya karena dia memiliki kemampuan memanah dan sihir tanaman yang baik seperti umunya kemampuan yang dimiliki ras Elf. Selain itu dia juga memiliki kemampuan berpedang yang hebat.
Tidak semua elf bisa menggunakan pedang, bahkan mungkin dia menjadi satu-satunya elf yang bisa menggunakan pedang.
Jika ditanya dia belajar dari mana cara berpedang, jawabannya adalah ada seorang guru yang mengajarinya berpedang ketika dia berkelana cukup lama.
Suatu hari Elf berpedang itu kembali ke hutan Elf membawa seorang wanita dari ras manusia.
Wanita itu tidak sadarkan diri dan sedang terluka.
Elf berpedang membawa wanita itu ke rumah pohonnya dan mengobati luka dalam si wanita dengan sihir penyembuh.
Namun luka wanita itu cukup parah, Elf berpedang tidak terlalu mahir dalam hal sihir penyembuh, dia hanya bisa menyembuhkan sedikit luka.
Karena hal itu dia memanggil teman elfnya yang lain yang memiliki sihir penyembuh yang lebih baik darinya.
"Vedis, kumohon bantu dia. Sihir penyembuhmu sangat kuat."
"Manusia? Kau menyuruhku mengobati manusia? Vin apa kau yakin mau menyelamatkan manusia?" Vedis menatap ragu pada wajah tampan teman yang dari sejak kecil tumbuh dan bermain dengannya.
__ADS_1
"Kenapa tidak, jika tidak ditolong dia pasti akan mati. " Vin menatap wanita manusia yang kini terbaring di ranjangnya, pakaiannya tampak penuh noda darah yang menggerikan.
Bibirnya tipis, kini tampak pucat dan kebiruan.
"Jika begitu kenapa kau tidak menolong semua binatang yang terluka dan akan mati menjadi makanan binatang buas? Luka wanita itu sangat parah, sepertinya dia juga keracunan, akan sulit untuk menyelamatkannya, biarkan saja dia mati. Manusia bukan hal yang baik untuk berhubungan dengan mereka. Sebaiknya kau buang manusia ini jauh-jauh dari sini." Vedis berkata dingin.
"Tidak dia bukan orang jahat, aku melihatnya menolong rekannya yang diserang binatang buas, padahal rekannya yang lain sudah berlarian kabur. Dia mau menolong disaat yang lain memilih kabur, aku yakin dia orang yang baik. Ayolah bantu dia, jangan terlalu berpegang pada cerita masa lalu. Tidak semua manusia itu jahat." Vin menjelaskan alasannya dan membujuk agar Vedis mau menolong wanita manusia yang kini sedang sekarat.
"Huuh," Vedis menghela nafas, " ya, ya aku akan membantunya, tapi setelah dia sembuh kau harus segera membawa wanita ini pergi dari hutan Elf." Vedis berjalan menghampiri ranjang tempat wanita manusia kini terbaring tidak sadarkan diri.
Kedua telapak tangannya terbuka dia arahkan ke luka mengerikan di bagian dada dan perut wanita manusia itu.
Vedis merapal mantra sihir penyembuh, perlahan cahaya kehijauan keluar dari telapak tangannya, cahaya itu turun ke luka wanita tadi.
Setelah seluruh luka telah sembuh, Vedis menatap Vin dengan pandangan tajam, dia berkata,
"Aku sudah selesai menyembuhkan lukanya, untuk racun kau seharusnya bisa mengobatinya sendiri. Tapi ingatlah Vin, jangan sampai kau melanggar aturan Ras kita."
Vin hanya mengangguk dan tersenyum ringan mendengar ucapan Vedis.
Melihat itu Vedis-pun pergi meninggalkan rumah pohon Vin.
__ADS_1
Vin menatap wajah wanita di ranjang, wajah wanita itu sudah lebih baik tidak sepucat sebelumnya, tapi bibirnya masih kebiruan mengadakan racun yang belum hilang dari tubuhnya.
"Wanita yang malang," Vin berkata pelan.
Dia bersembunyi mengamati dari kejauhan ketika kelompok wanita itu diserang oleh binatang buas, dia melihat dengan jelas ketika wanita itu membantu temannya dari serangan binatang buas, sayang sekali orang yang dia tolong malah melarikan diri ketika ada kesempatan kabur.
Temannya menjadikan wanita itu pengganti dirinya menghadapi serangan binatang buas.
Dari situlah Vin merasa kasihan dan melangkahkan kaki mendekat tanpa berpikir panjang.
Dia menyelamatkan wanita tadi, tapi dia tidak cukup cepat untuk sampai ke tempat kejadian sehingga wanita itu terluka cukup parah hanya karena satu serangan binatang buas yang memiliki racun di kuku tajamnya.
Vin menghadapi binatang buas dengan pedangnya dibantu sihir tanaman penjerat untuk menghalangi gerak binatang buas.
Tidak memkan waktu lama, binatang buas itu tumbang.
Ketika dia memeriksa kondisi wanita di tanah, ternyata wanita itu masih membuka mata meski sipit, wanita itu masih sadar.
Vin mengangkat tubuh wanita itu, dia harus membawanya ke tempat yang aman terlebih dahulu, karena bau darah binatang buas akan memancing predator buas lainnya.
Tapi sebelum dia bergerak dia mendengar kata-kata lemah dari wanita di gendogannya.
__ADS_1
"To-long, a-ku i-ngin hi-dup!" Setelah mengatakan itu, mata wanita itu terpejam sepenuhnya tidak sadarkan diri.