
Hujan lebat masih terus mengguyur bumi membuat permukaan tanah yang tidak rata menjadi banyak genanganan air secara instan.
Di pemukiman tingkat rendah, banyak penduduk di rumah bobrok tidak memiliki ******, sehingga mereka biasa membuang hajat di sungai atau di belakang semak-semak yang ada di sepanjang jalan.
Karena hal tersebut, jika hujan datang, pasti bau pesing dan bau tidak menyenangkan dari kotoran timbul tercampur ke udara.
Namun setelah hujan deras mengguyur, lingkungan itu akan kembali bersih dan udara menjadi segar kembali.
Hujan deras di luar gubuk tidak bisa mengganggu Jean.
Saat ini dengan pakaian basah yang terus meneteskan air, Jean ada di gubuk bobroknya, dia merangkul pakaian milik Juno yang dia ambil dari lemari.
Air mata Jean tidak bisa berhenti, dia menangis sesegukan, memanggil nama Juno.
"Juno, hiks hiks Juno maaf hiks...."
Jean begitu kehilangan, dia benar-benar sedih.
Memang dia dipengaruhi oleh kenangan Jean asli dan perasaan yang timbul dari kenangan itu.
Namun bukan karena itu saja, Marrissa adalah yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, jadi ketika dia menjadi Jean dan memiliki Juno sebagai adiknya, dia sangat senang, apalagi Juno adalah adik yang perhatian dan sangat menyayangi kakaknya.
Jean sangat menghargai hidupnya yang sekarang karena memiliki keluarga.
Juno membuat Jean tidak terlalu membenci penyebrangannya ke dunia ini.
Jadi ketika dia kehilangan Juno dan mendengar adiknya telah dijual oleh Roselia pada ras Vampire, Jean tidak bisa menghentikan tangisnya, dunia ini seolah menikamnya dengan ribuan pisau.
Kenapa sekali dia memiliki keluarga yang ingin dia bahagiakan malah direnggut darinya seperti ini.
Pertama dia dijadikan umpan oleh kelompok Marco dan Frank dan kali ini adiknya Juno juga telah dijual menjadi budak oleh Rosela.
Jean tidak terima, dia sangat tidak terima akan hal itu.
Menggenggam baju Juno, mata coklat Jean berkilat tajam,
__ADS_1
"Aku tidak akan tinggal diam, akan kubalas mereka, tunggu saja!" batin Jean berjanji.
Dia tidak akan melepaskan orang-orang yang berbuat jahat padanya ataupun pada Juno.
Jean begitu sibuk dengan pikirannya sampai tidak peduli dengan pria tampan yang juga ada di gubuk itu.
Pria itu memakai tudung kepala menutupi sebagian wajah tampannya.
Pria tampan itulah yang menolong Jean agar bangkit, tidak meringkuk menyedihkan di pinggir tembok pagar kediaman Istri kedelapan Tuan Tanah.
Orang itu tidak lain adalah Valir, yah, dia adalah Valir si Elf yang mengantar Jean kembali ke kota Manusia.
Valir tidak kembali ke hutan, setelah Jean masuk ke gerbang tembok besar kota Manusia, tidak lama kemudian Valir juga masuk menggunakan identitas pemburu yang pernah dia dapatkan dari pakaian pemburu yang sudah tinggal tulang belulang di hutan dalam.
Lencana pemburu atau pemetik mudah sekali ditemukan di penjuru hutan, karena banyak manusia yang tidak kembali ketika mereka di hutan bertemu dengan binatang buas.
Tujuan Valir mengantar Jean kembali salah satunya adalah untuk memastikan identitas Jean, apakah dia benar-benar putri dari Vin.
Setalah memasuki tembok besar, Valir tidak mengikuti Jean lagi, tapi mencari informasi dari pusat informasi di pasar gelap yang ada di kota manusia.
Dari situ Valir menemukan jawaban yang dia cari, ada data penduduk termasuk data dari Vin yang ternyata dikenal sebagai Ethan di kota manusia, dia memiliki asal-usul tidak jelas, tapi tersamarkan karena dia adalah pemburuh tingkat menengah.
Melihat informasi keluarga Vin atau Ethan, memang Ethan memiliki anak perempuan bernama Jeane Ethaniv dan yang lebih mengejutkan ada juga anak laki-laki bernama Junort Ethaniv.
Jean memang putri Vin, Valir baru mengetahui ternyata Vin juga memiliki satu anak lagi yaitu Juno adik Jean.
Dari data informasi itu memperjelas identitas Jean, tapi Valir sebenarnya masih butuh satu tes lagi untuk benar-benar memastikan identitas dan percaya sepenuhnya Jean sebagai putri Vin.
Namun untuk sekarang Valir memilih mencari keberadaan Jean terlebih dahulu.
Sebelumnya Valir pernah mengikuti Jean sampai ke rumahnya yang hanya gubuk kecil, dia tidak mengecek lagi apakah ada penghuni lain di gubuk itu karena dia harus kembali ke hutan Elf.
Wajar saja Valir tidak mengetahui keberadaan Juno di dalam gubuk.
Valir tidak menuju gubuk Jean, tapi pergi ke arah lain, ke arah kediaman Mean istri Kedelapan Tuan Tanah.
__ADS_1
Sangat mudah bagi Valir untuk menemukan posisi Jean karena dia pernah menaruh biji tanaman rambat di rambut Jean sebagai penanda.
Biji itu sangat kecil dan melekat ke rambut Jean, tidak mudah lepas dan tidak mudah diketahui keberadaannya sebagai alat penanda.
Tiba di tempat, Valir bersembunyi menyaksikan Jean sedang berdebat dengan penjaga rumah sampai kedatangan Mean istri kedelapan Tuan Tanah dan diusirnya Jean agar menjauh.
Dari hasil mendengarkan apa yang membuat Jean marah dan mengamuk, Valir mengetahui hal baru yaitu adik Jean telah dijual ke ras Vampire sebagai budak.
Valir sangat menyayangkan hal itu, dia menduga kumpulan Loris di langit kemarin malam, juga membawa pergi Juno adik Jean.
Hujan turun begitu deras, Jean meringkuk tidak ingin bangun meski tubuhnya kehujanan.
Tidak tahan melihatnya, Valir menghampiri Jean dan membujuknya agar bangun dan pergi dari tempat itu untuk berteduh.
"Jean, bangunlah, hujan deras di sini, ayo kita meneduh, Jean...." Ucapan Valir tidak didengarkan oleh Jean.
Jean hanya menangis tidak peduli siapa yang ada di hadapannya.
Di kota manusia Valir tidak berani dengan mudah mengeluarkan sihir tanaman, dia menggendong Jean dan membawanya ke gubuk kecil rumah Jean berada.
Saat ini Valir yang tengah dipunggungi oleh Jean, dia menatap batu kristal hijau gelap di tangannya, batu itu hanya seukuran ibu jari, baru saat ini batu itu tampak bersinar dari dalam namun itu hanya sinar redup.
Batu kristal itu adalah batu energi dari bagian kulit luar pohon kehidupan yang ada di pusat hutan Elf.
Fungsi batu energi dapat mendeteksi energi bumi yang dihisap kemudian dipancarkan kembali oleh elf.
Energi pancaran itulah yang disebut energi sihir.
Energi sihir seperti itu hanya bisa dipancarkan oleh Elf darah murni atau Elf darah campuran yang biasa disebut Half Elf.
Jean adalah darah campuran, jadi dia termasuk dalam jenis Half Elf.
Oleh karena itu sinar cahaya pada kristal energi hanya menyala redup tidak seterang Elf berdarah murni seperti Valir dan Vedis.
Meski begitu, setidaknya hal itu bisa memastikan identitas Jean sejelas mungkin jika dia memang putri dari seorang Elf bernama Vin.
__ADS_1
Valir menatap fokus pada Jean yang masih terguncang menangis sesegukan.
"Vin aku menemukan putrimu." Batin Valir.