
Jean tentu saja merasa bingung dengan peringatan Paman Ben yang mengatakan jika kelompok Marco bukan kelompok orang yang baik.
Apa yang membuat kelompok Marco tidak baik? Jean tidak mengerti.
Menurutnya orang-orang di kelompok Marco sangat ramah dan baik padanya terutama Mia dan Marco, tapi Jean akan lebih memperhatikan gerak-gerik mereka di masa depan.
Dia kembali dengan muka biasa seperti sebelumnya agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Ketika Jean duduk di tempatnya semula, Marco mendatanginya dan bertanya,
"Jean, apa kau kenal dengan pemburu tadi?"
"Ya, dia Paman Ben, rekan pemburu mendiang ayahku, ada apa?" jawab Jean sambil mengamati wajah Marco yang tampak serius.
"Oh tidak ada, aku hanya penasaran apa yang kau bicarakan dengannya tadi?" Marco bertanya lagi.
"Dia hanya membicarakan sesuatu tentang mendiang ayahku. Apakah ada masalah?"
Jean merasa agak aneh dengan pertanyaan Marco.
Tiba-tiba Mia menyahuti, "Jean kau harus hati-hati dengan orang itu. Dia orang jahat dan berbahaya."
Satu alis Jean terangkat, dia bertanya penasaran, "Apa maksudmu, kenapa dia berbahaya?"
"Ssshht Mia, berhenti! Jangan katakan apapun! Jean tidak perlu tahu tentang dia." Marco membungkam mulut Mia dengan satu jari.
Mia mengangguk, mengerti dan kembali duduk ke tempatnya semula.
"Jean yang perlu kau lakukan adalah menjauhi orang itu di masa depan." Marco berbalik pergi setelah mengatakan itu.
Di sini Jean semakin bingung dan penasaran.
Kenapa paman Ben mengatakan kelompok Marco bukan orang-orang yang baik, sedangkan Marco menyuruhnya menjauhi paman Ben yang katanya orang berbahaya. Mana yang benar?
Karena dua pihak yang saling menuduh membuat Jean serba curiga. Dia tidak tahu siapa yang benar, jadi dia lebih waspada dan tidak setenang biasanya.
Meski begitu wajah Jean masih seperti biasa di permukaan, hanya saja dia lebih pendiam tidak terlalu banyak bertanya tentang isi hutan seperti sebelumnya.
__ADS_1
Di malam hari kelompok itu membangun 1 tenda sederhana dan menyalakan api unggun.
Di sisi lain kelompok pemburu juga membangun satu tenda.
Untuk tugas jaga malam dilakukan bergiliran dua orang dari tim pemetik setiap satu jam.
Jean tidak pernah tidur nyenyak, dia dibangunkan oleh Mia untuk giliran jaga malam dengannya.
Api unggun di luar tenda mengusir binatang buas di sekitar, namun ada juga binatang buas yang tertarik dengan cahaya api unggun, tapi itu jarang terjadi, jadi tidak perlu terlalu khawatir.
Di luar tenda tidak sesepi yang dia kira, susana malam di hutan lebih berisik karena banyak suara serangga atau hewan malam.
"Mau air hangat?" Mia menawari segelas air hangat di tangannya.
"Ya, terima kasih." Jean menerimanya.
Mia menuang air hangat di gelas lain dan duduk di samping Jean.
Mereka memperhatikan api unggun yang berkobar-kobar.
"Mia, sebenarnya ada apa dengan pampemburu yang menghampiriku tadi? Bisakah kau jelaskan padaku kenapa kau mengatakan dia berbahaya?"
"Jean, aku tidak bisa mengatakannya. Kau sudah dengar kata Marco bukan?" Mia menolak bicara.
"Ya sudahlah." Jean menghela nafas setelah menyesap air hangat, dia memilih bertanya lagi nanti.
Malam itu berlangsung begitu lambat, mungkin karena Jean tidak bisa tidur nyenyak yang banyak berpikir dan khawatir akan berbagai hal.
***
Pagipun tiba, sinar matahari menembus celah dedaunan membentuk garis lurus cahaya transparan.
Daun tumbuhan dengan berbagai warna dan bentuk tampak dipenuhi dengan buliran air embun.
Meski Jean tidak tidur terlalu lama, dia merasa segar melihat pemandangan hutan ketika bangun di pagi hari.
Seusai sarapan bekal masing-masing, perjalanan ke hutan luar di mulai.
__ADS_1
Mereka berkemah di perbatasan hutan pinggiran dan hutan luar jadi hanya butuh setengah jam untuk sampai ke wilayah hutan luar.
Di situ Jean menemukan beberapa tanaman obat dan salah satunya ada yang yang bernilai lebih tinggi yaitu daun grek yang bisa ditukar dengan 40 koin tembaga untuk setiap daunnya. Jean mendapat empat lembar daun grek, berarti dia mendapat satu koin perak dan 60 koin tembaga.
"Permulaan yang bagus Jean. Semakin kita ke dalam percayalah lebih banyak lagi tanaman bagus yang bisa kita temukan." Marco memuji.
Semakin masuk ke dalam, Jean lebih sering mendengar bunyi pluit tanda ada binatang buas. Tidak satu nada Pluit tapi ada yang berbeda nada juga terdengar. Itu adalah bunyi pluit kelompok lain.
Ketika Jean akan memetik kuncup bunga Bit berwarna hijau muda, terlihat batang pohon besar bergerak cepat ke arahnya.
Ternyata itu adalah ular hijau bertanduk satu dengan tubuh sebesar orang.
"Piiiiiiittt..."
Jean dengan cepat meniup pluit dan berguling ke samping menghindari serangan ular yang ingin mematuknya.
"Jean kemarilah!" Marco berteriak memenaggjil Jean, dia orang terdekat pertama yang tiba di tempat Jean.
Ular bertanduk mencoba menyerang lagi, Jean berdiri secepat mungkin dan berlari ke arah Marco.
Kemudian batu seukuran kepalan tangan mengenai kepala ular bertanduk dari arah kanan, membuat ular itu mengurungkan serangannya.
Tampak 3 orang dari kelompok pemburu sudah tiba dan memancing perhatian ular tersebut.
Sampai di tempat Marco, Jean berdiri membungkuk dengan tangan bertumpu pada lututnya, dia sangat takut.
Dadanya naik turun dengan cepat, itu adalah pertama kalinya dia diserang oleh ular sebesar itu.
Jika Jean telat menghindar satu detik saja, sudah dipastikan dia tidak akan selamat.
Rasa diincar oleh binatang buas sangat menyeramkan, itu mungkin penyebab banyak orang memilih mati kelaparan dari pada keluar dari tembok.
Mia datang terlambat, " Kau tidak apa-apa Jean? Minumlah dulu." Dia memberikan botol minumnya pada Jean.
Tangan Jean gemetar menerima botol itu, dia meminumnya perlahan dan beberapa air tumpah karena getaran dari tanah Jean.
"Jangan takut Jean kelompok pemburu yang mengatasi binatang buas itu." Mia menenangkan Jean, tangannya merangkul bahu Jean dan menepuk-nepuk pundaknya.
__ADS_1