
"Mama...Ma...Ma..." Panggil Dinda baru pulang dari kampus. Kemana sih Mama hari ini,tumben ngak ada dirumah. Mungkin Mama lagi di taman belakang.
Ketika hendak memanggil Mama nya Dinda dikejutkan dengan darah yang begitu banyak dilantai tapi tidak ada siapa-siapa yang terluka disana. Tapi kenapa ada jejak kaki kearah kamar Mama?. Dinda berjalan dengan pelan-pelan dan hati-hati agar tidak ketahuan.
Dengan perasaan yang takut dan gemetar Dinda pelan pelan membuka pintu kamar Mama nya dan ternyata ... Mama nya sudah terjatuh dilantai dengan dilumuri begitu banyak darah yang masih segar. Dinda yang melihat Mama nya terbaring di lantai tak kuasa menahan tangisnya dibalik pintu kamar Mama nya. Tiba-tiba ada seseorang keluar dari kamar mandi miliki Mama nya. Dinda langsung lari dari rumah dan meminta Pertolongan kepada warga sekitar. Dan ternyata Dinda kalah cepat dengan pria yang ada di kamar itu.
"Kamu mau kemana manis" ujar pria bertopeng yang menangkap tangan Dinda.
"Aku mohon lepaskan aku, biarkan aku keluar dari sini" Ujar Dinda memohon kepada pria itu.
"Apa kamu bilang? LEPASKAN? KELUAR? apa aku ngak salah dengar manis" ujar pria bertopeng itu dengan tertawa dan tiba tiba wajah nya melotot kepada Dinda dan menarik rambut nya.
"Kamu pikir dengan semudah itu manis aku melepaskan keluarga mu?" ujar pria itu.
__ADS_1
Dinda yang mendengar penuturan pria bertopeng itu semakin takut dan gemetar bahkan saat ini tubuh Dinda melemas seperti tenaga nya sudah habis dan tak berdaya.
"Mama...bangun Ma...ini Dinda Ma...Mama tolong bantu Dinda Ma...Mama jangan Tinggalkan Dinda sendirian di sini Ma.." Tangis Dinda memeluk Mamanya dengan erat.
" Diam... kamu bisa diam ngak?" ujar pria bertopeng itu"
"Tolong selamat kan Mama saya Om, kalau tidak cepat di tangani oleh Dokter Mama bis..eh..Mama bisa"Ujar Dinda terbanta banta karna takut kehilangan Mama tercinta nya kalau menyebutkan kata-kata itu.
" Apa yang anda inginkan dari keluarga kami Tuan ? apakah Uang, Harta atau Tahta?" ujar Dinda dengan gemetar dan tak tahu kekuatan dari mana yang datang pada nya.
Pria itu mendekati Dinda dan replace pria itu menampar Dinda dengan keras hingga sudut bibir Dinda mengeluarkan cairan merah.
" Anak kecil tidak usah ikut campur" ujar pria itu pergi meninggalkan kamar dan tidak tahu entah kemana.
__ADS_1
Dinda masih melamun dengan apa yang terjadi. Tiba- tiba lamunan Dinda tersadar ketika tangan mamanya menyentuh nya.
" Mama...mama tidak apa-apa? jangan tinggalkan Dinda sendirian di sini Ma..Dinda takut Ma" ujar Dinda terus menangis.
" Sa...yang kamu harus keluar dari rumah ini sebelum pria itu kembali" ujar Mama nya terbanta-banta. " Tapi bagaimana dengan Mana".
"mama sudah tidak kuat lagi sayang,mama mohon keluar lah lewat jendela itu" ujar Mama nya. "Tapi Ma".
" Jangan pikirkan mama sayang Mama akan selalu bersama mu selamanya jaga diri mu baik-baik sayang " ujar Mamanya dan menutup mata .
Dinda tak kuasa menahan tangisnya langsung memeluk Mamanya dengan erat dan menangis dengan histeris.
Dinda teringat dengan kata-kata mama dia harus keluar dari rumah ini.
__ADS_1