Pilihan!!

Pilihan!!
07


__ADS_3

" Dit" ujar Mama Rina melihat kelakuan Radit yang dari tadi buat Dea kesal.


Radit kembali mencubit pipi adiknya" Maaf Ma soalnya adek Radit yang satu ini sangat sangat gemesin dari tadi" .


" Mama ...kakak" Dea berlari ke pelukan Mama Rina.


" RADITTTT...kamu bisa ngak akur sebentar sama adek kamu" ucap Mama Rina sedikit meninggi kan suaranya .


" Iya Ma bisa...bisa... iya kan dek" Radit memberikan senyuman mengejek kepada Dea.


" Ayokkk buruan katanya mau cepat pergi " ajak Radit kembali.


_


_


_


_


_


"Emang kita mau Kemana sih dek,kakak perhatikan dari tadi kamu semangat banget. apa jangan jangan kamu udah pacar ya" ledek Radit ,tapi Dea semakin kesal melihat kakak nya .


" Aku mau ketemu teman lama aku. makanya aku ajak kakak biar ada teman" ketus Dea.


"Emang kamu punya teman? sok sok bilang ketemu teman lama" ucap Radit ngeledek terus karna Radit sangat suka menjahili adek kesayangan nya.


" Punya lah. emang kayak kakak ngak punya apa apa, teman ngak punya,pacar ngak punya,mantan ngak punya terus......" Dea terdiam apa yg dia ingin katakan tapi dipotong oleh Radit.


" Terus apa? Belum nikah ...iya? " ucap Radit menyentil kening adiknya.


" Ihhh kakak sakit tahu " ringis Dea kesakitan.

__ADS_1


"Aku ngak mau ngomong sama kakak".


" Tunjukkan jalan biar kita berangkat" ujar Radit.


Tak ada sahutan dari Dea. Dea membuat Maps yg ada di handphone nya dan meletakkan di tangan Radit.


" Apaan ini,main letak letak aja" ..


" itu jalan kerumah teman aku loh kak" Teriak Dea ditelinga Radit.


" Oooo...biasa aja kali ngomong nya kau pikir aku tuli" ucap Radit masuk ke dalam mobil dan diiringi oleh Dea.


# Flash back on Rumah Dinda##


Erik dan Radit menikmati teh yang disediakan oleh Bi Ina. Melihat tidak ada gerak gerik kedua perempuan yang ada diatas untuk turun pak Erik mengajak Radit ke taman untuk berbincang bincang.


" Nak kalau Om boleh tahu nama kamu siapa? maaf om lupa menanyakan hal itu" Ucap Pak Erik.


" apa ku sudah punya pacar? " ujar pak Erik tiba tiba membuat Radit terkejut akan ucapan pak Erik.


Radit terdiam sejenak akan ucapan pak Erik dan Radit bingung apa yang harus iya jawab akan pertanyaan pak Erik. Radit menggaruk kepalanya yang ngak gatal seolah olah bingung apa yang harus iya katakan.


" tidak usah dijawab nak Radit kalau pertanyaan itu membuat mu tidak nyaman.


Radit hanya membalas dengan senyuman.


Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam tapi Dinda dan Dea tak turun ke bawah. Akhirnya Pak Erik mengajak Radit makan malam di rumahnya.


" Bi Ina tolong panggilkan Dinda dan Dea di atas untuk makan malam" ujar pak Erik di meja makan.


" Baik tuan" .


tok... tok...tok...

__ADS_1


"Non...non... Dinda" panggil Bi Ina di pintu kamar Dinda.


Dinda yang mendengar suara Bi Ina langsung membuka matanya. Dinda ingin menyuruh Dea membuka pintu tapi Dea masih pules dengan tidurnya tak ingin rasanya mengganggu tidurnya. Dengan langkah yang berat Dinda bangkit dari tempat tidur untuk membuka pintu kamar nya. hmm


"iya Bi ada apa" tanya Dinda sambil menguap membuka pintu.


" Tuan sudah menunggu Nak Dinda untuk makan malam di bawah bersama nak Radit " ujar Bi Ina dan meninggalkan Dinda yang masih menyandar badannya di pintu.


" Dinda siapa yang datang" ucap Dea meranjak dari tempat tidur.


Dinda tidak menyahut perkataan Dea.


" DINDAAAAAA" teriak Dea di tepat di telinga Dinda.


" Apaan sihh Dea,bising tahu. loh pikir gua budek apa. main teriak teriak aja" ucap Dinda kesal dan langsung turun ke bawah menemui ayah nya.


" Tunggu aku" Dea mengikuti dinda kebawah.


#Meja Makan#


" Malam Pa" ucap Dinda duduk di sebelah Radit dengan gaya rambut digulung keatas tapi masih kelihatan cantik walaupun belum mandi.


Dinda belum menyadari siapa laki laki yang disampingnya.


"Malam sayang" jawab pak Erik.


"Malam Om...malam kak" ucap Dea dari belakang dan langsung duduk berhadapan dengan Dinda dan kak Radit.


" Malam" ucap pak Erik dan Radit sama sama.


#JANGAN LUPA VOTE YA KAKAK DAN ABANG


SELAMAT MEMBACA 🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2