
Mereka menikmati semua hidangan yang disajikan. Dinda yang menikmati makanan tidak menghiraukan Radit yang disampingnya.
Tiba-tiba Radit meletakkan satu potong ayam goreng di piring Dinda. karna Radit tahu ayam goreng kesukaan Dinda.
" Makan yang banyak biar tambah cantik. nih aku tambahin ayam goreng" bisik Radit jahil.
" Ihh...apaan sih...ganggu aja." ucap Dinda tetap fokus pada makanan. Dia juga memakan ayam goreng yang dikasih Radit.
" Radit" tegur mama Mira.
" Maaf ma" senyum Radit .
Dinda yang dari tadi risi akan tatapan Radit bahkan bisikan nya membuat Dinda gugup campur kesal.
" Dinda permisi dulu ke toilet ya Tante" ucap Dinda disela sela makan .
" Iya sayang. Jangan lama lama" ucap mama Mira.
Dinda terus berjalan tanpa melirik kanan kiri dia hanya fokus pada tujuan nya yaitu toilet untuk melepaskan rasa sesak di dada nya karna Radit selalu mengusik nya.
Radit tersenyum kecil melihat tingkah Dinda yang gugup didekat nya.
"permainan akan dimulai baby " Guman Radit tersenyum nakal.
" Ma..Radit ke toilet dulu" ucap Radit bangkit dari tempat duduk nya.
" Iya".
sampai di kamar mandi Dinda mencuci wajah dengan air dingin supaya lebih fresh. Kemudian Dinda merapikan kembali pakaiannya dan memberikan sedikit bedak dan lipstik ππ dibibir kecilnya agar terlihat segar. Dinda menarik nafas dalam-dalam untuk membuang rasa gugupnya. Dinda pun keluar dari toilet.
"Hmm.... Hmm... " suara Radit mengkagetkan Dinda keluar dari toilet. Dinda hampir terjatuh ke belakang, untung saja dengan cepat Radit menarik tangannya. tapi karna heels Dinda tinggi membuat kedua nya tidak seimbang dan ujung-ujungnya terjatuh.
Brakk...
Dinda jatuh ke pelukan Radit.
" Awww.... kak Raditt." teriak Dinda.
" ihhh suka banget sih jahilin orang" Dinda geram melihat tingkah Radit yang selalu menjahilinya.
__ADS_1
Radit hanya tersenyum mendengar suara cempreng Dinda yang cerewet.
Dinda belum menyadari kalau dia masih diperlukan Radit.
Radit berbisik pas ditelinga Dinda" apa pelukan saya sangat nyaman nona ,sehingga nona ngak mau melepaskan nya" Tanya Radit tersenyum menang.
" Idih...bilang aja kamu cari kesempatan dalam kesempitan" Dinda bangkit dan merapikan kembali pakaiannya. Radit pun berdiri.
" Ngapain Kakak ngikutin aku sampai ke toilet" tanya Dinda.
" siapa yang ngikutin kamu" jawab Radit cuek.
" Bodo amat" Ucap Dinda meninggalkan Radit.
Radit hanya tersenyum.
" Dasar cewek aneh. Tapi Dinda yang dulu aku lihat seperti nya ngak seperti ini. malahan dia lembut dan ngak banyak ngomong" Guman Radit dalam hatinya yang melihat Dinda berbeda.
Radit masih ingat pertama kali melihat Dinda di rumah sakit beberapa tahun yang lalu. Lembut dan pendiam. Pertama kali diajak Dea ke rumah Dinda, Radit sudah mengenal Dinda tapi mungkin Dinda tidak kenal sama Radit karna shock pada waktu itu.
Radit pun kembali bergabung ke meja makan.
" Lebih cepat lebih baik " ucap Pak Erik.
" Saya ikut istri saya pak Erik. bapak tahulah bagaimana istri saya sedikit hmm.." ucap pak Dedi memberikan isyarat dari mata.
" Baiklah" mereka tertawa. Tiba tiba Dinda Kemabli.
" hmm.... kelihatan nya lagi senang nihh" ucap Dinda duduk.
" Pasti dong sayang" ucap mama Mira mencubit pipi Dinda dengan gemes.
" Ihhh Tante jangan cubit pipi Dinda nanti wajah cantik Dinda hilang" ucap Dinda manja pura pura cemberut.
Mereka bertiga tertawa melihat tingkah Dinda manja.
" Baiklah sayang. tante ngak akan cubit lagi" mengelus rambut Dinda.
karena sudah kumpul semuanya Pak Dedi pun mulai berbicara.
__ADS_1
" Papa mau ngomong sesuatu untuk kalian berdua Dinda dan Radit" ucap Pak Dedi.
" Ada apa Yah"tanya Radit.
" Emang ada apa om" timpal Dinda.
" Ayah sama Bunda dan juga Pak Erik sudah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua" ucap Pak Dedi.
"Apaaa..." Radit dan Dinda terkejut.
" Dinda nggak setuju" ucap Dinda sama es batu.
" Hay nona siapa juga yang mau sama Anda" ucap Radit tak mau kalah.
"Sudah sudah jangan ribut" udah pak Dedi.
Radit dan Dinda terdiam.
" Pa.. aku nggak mau nikah sama dia" ucap Dinda memohon pada Pak Erik.
Pak Erik yang melihat putri nya sedih karena perjodohan ini dia sangat merasa bersalah tapi mau gimana perjodohan ini juga amanat dari Alm. istri nya.
tiba tiba handphone Radit berbunyi. Dia pun permisi untuk mengangkat handphone nya.
"halo" jawab Radit
"Halo bos....cepatlah kekantor Rena kembali ke indo" ucap Rudi .
' Baiklah aku kesana" ucap Radit mematikan telponan nya.
"Ayah, mama,om aku harus kembali ke kantor aku ada urusan" jelas Radit.
"Baiklah. kapan kapan kita ceritakan tentang hal ini" ucap Pak Dedi.
Radit pun meninggal kan cafe.
Dinda dan pak Erik juga kembali ke rumah begitu juga dengan kedua orang tua Radit.
*****
__ADS_1
πΌπΌπΌ