
Dinda masuk kedalam kamar mereka tapi tiba-tiba Radit bangun dari tempat tidur.
" Kamu mau ngapain masuk kekamar ku?"tanya Radit sambil bertolak pinggang berjalan ke arah Dinda yang masih berdiri didepan pintu kamar mereka.
" Ya mau nyimpen barang-barang aku lah,mau ngapain lagi coba?" jawab Dinda melewati.
" Etsss...kamar kamu sebelah dilantai 1 jadi kamu ngak boleh masuk kekamar saya" jelas Radit sambil memegang lengan Dinda Agara tidak berjalan.
" Kita beda kamar" ucap nya kembali.
Dinda terkejut mendengar kata-kata Radit di kalau mereka pisah kamar. Bukan mau minta lebih tapi bagaimana mungkin suami istri tidurnya berpisah.
" Kenapa harus pisah? kita kan suami istri jadi tidak ada yang salah" ucap Dinda.
" Ohh jadi kamu mau minta lebih dari aku? kamu mau tidur bareng dengan aku? kamu mau kita kayak suami istri? itu yang kamu mau?" goda Radit sambil tersenyum melihat wajah Dinda yang memerah.
Dinda yang jijik akan perkataan Radit langsung berbelok badan ke arah pintu keluar
" Yaudah kalau gitu" ucap nya sambil keluar dan tidak lupa dia menginjak kaki Radit .
" aaawww" ringis Radit kesakitan akibat injakan Dinda yang cukup keras.
" Dindaaaaa" teriak Radit.
sementara Dinda terus berjalan ke lantai 1 dengan hati yang sedikit buruk karna suami nya sendiri menolak nya untuk berbagi kamar .
__ADS_1
***
Dipagi hari Dinda seperti biasa sudah bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan pagi. Kira-kira jam 06.30 dia sudah selesai memasak dan sudah membersihkan semua piring kotor.
" Akhirnya selesai juga" ucap nya. Dia pun langsung masuk ke kamar nya untuk bersih-bersih karena sudah gerah. Tapi sebelum itu dia naik ke atas untuk melihat Radit apakah dia sudah bangun atau belum tapi sayangnya Radit malah mengunci pintu kamarnya agar Dinda tidak masuk kedalam. Dan Dinda pun turun lagi ke bawah.
" Dasar nyebelin,mesti banget tuh kamar di kunci. emangnya aku ini perempuan apaan" cibir Dinda terus berjalan.
Tak butuh waktu lama akhirnya Dinda sudah berpakaian rapi karena hari ini dia akan ke kantor karna dia sudah beberapa hari tidak masuk ke kekantor.
saat keluar dia berpapasan dengan Radit yang sudah rapi juga. Radit terus berjalan ke arah dapur dan di ikuti oleh Dinda.
" Mas sarapan dulu,Dinda udah masak nasi goreng tadi" ucap Dinda sambil tersenyum melihat Radit.
Lagian buat kamu masak buat saya. Kamu hanya Istri di atas kertas, jadi kamu tidak perlu melayani aku layaknya sepasang suami dan istri" ucap Radit dengan penuh nada yang tidak suka terhadap Dinda tebak.
Dinda berusaha menahan diri atas perkataan Radit yang begitu sangat menyakiti hati nya. Dinda menarik nafas dalam-dalam dan berkata.
" Kan aku lagi berusaha masak mas, setidaknya kamu cicip dulu. Kalau kurang aku bisa perbaiki . Lagian kalau aku bikin racun didalam nya,aku belum siap jadi janda tahu. Kalau masalah melayani kamu,aku tidak berharap seperti yang kamu pikirkan mas, aku hanya memasak buat kamu karena aku tahu kamu tidak akan bisa membuat sarapan, udah itu aja"jawab Dinda dengan nada sedih.
" Yaudah kalau kamu ngak mau makan biar aku buang aja, kamu makan saja apa yang menurut kamu enak yang tidak ada racun nya. Dan ingat jangan pernah menggangu urusan saya pribadi dan saya juga demikian" ucap Dinda sambil mengambil kedua piring nasi goreng tersebut dan membuangnya ke tong sampah. dan setelah itu dia pergi meninggalkan Radit yang masih diam seribu bahasa atas sikap Dinda yang terlalu baperan.
" Dia mengabaikan ku?" ucap Radit. akhirnya mereka berdua pun pergi ke kantor tanpa sarapan pagi tapi sarapan pertengkaran.
****
__ADS_1
Saat di parkiran tak sengaja Dinda bertemu dengan Papa nya yang kebetulan juga keluar dari mobilnya bersama sekretaris nya.
" Pagi Pah. Gimana kabar Papa?apa Papa baik-baik saja?" tanya Dinda dengan khawatir sambil memeluk Papa nya.
Papanya tersenyum" Sudah sudah papa baik baik saja. tapi Papa lah yang sebaliknya nanya keadaan kamu. Bagaimana keadaan kamu dengan Radit,apa semuanya baik-baik saja? Hmmm" Tanya Papa.
" Hmm...Dinda dengan Mas Radit baik-baik saja Pah, kami hanya perlu penyesuaian saja. tapi kamu sudah mulai dekat kok" ucap Dinda berbohong agar Papa nya tidak khawatir.
" Syukurlah kalau begitu,kalau semuanya aman.Tapi kenapa kamu masuk kekantor hari ini? apa Radit ngak ngajak kamu bulan madu dulu? " tanya papa nya .
" Hmmm ...mas Radit lagi banyak kerjaan Pah,lagian bulan madu kapan kapan juga bisa Pah ngak mesti saat ini" ucap Dinda dengan tersenyum.
" Tapi Papa pengen cepat dapat cucu loh" goda papa nya membuat Dinda malu.
" Iya Pah, sabar " jawab Dinda malu.
" Yaudah kalau begitu kamu ikut dulu ke ruangan Papa" ucapnya.
"Oke"
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1