Pilihan!!

Pilihan!!
33


__ADS_3

Semua para undangan susah pulang. Papa Dinda juga sudah pulang. Kedua mertuanya juga sudah kembali ke kamar mereka.


🌟🌟


Hari yang bahagia tapi malam yang kelam buat Dinda seorang diri dikamar yang luas dengan nuansa warna ruangan abu-abu. Setelah selesai Dinda bersih bersih dengan memakai baju tidur miliknya. Dia duduk di balkon menatap malam yang indah dengan dihiasi bintang bintang yang bersinar. Radit yang tidak tahu kemana pergi sejak tadi dia belum masuk kekamar. Bukan mengharapkan lebih tapi setidaknya dia tidak meninggalkan ku disini seorang diri.


" Pah... Dinda rindu Papa " ucap Dinda menetes air mata.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 tapi Radit tak kunjung datang. Akhirnya Dinda mematikan lampu dan membaringkan tubuhnya di sofa yang sedikit lebar. karena begitu lelah akhirnya Dinda terlelap tidur hanya dengan balutan selimut.


Flashback on


" Dit kamu aja tuh Dinda kekamar kelihatan nya Dinda kelelahan" ucap Mama Mira.


" Iya Ma" ucap Radit singkat.


" Yaudah mama tinggal dulu,mama mau samparin Ayah kamu" tunjuk Mama Mira ke suaminya bersama rekan bisnis nya.


Mama Mira telah pergi. Radit yang melihat Dinda duduk sambil memijit kakinya.


" Apa kaki mu sakit" tanya Radit .


" Ngak papa hanya pegal sedikit saja" ucap Dinda terus memijit kakinya.


" Kalau begitu kita kembali kekamar aja" ajak Radit.


" Emang tidak apa apa? tanya Dinda. Bagaimana mungkin Radit meninggalkan pesta yang bum selesai apa kata orang nanti dan juga rekan bisnis nya .


" Ngak papa lagian mama yang nyuruh" ucap Radit lembut sambil menjulurkan tangannya.


" Baiklah"

__ADS_1


Akhirnya Dinda dan Radit pergi meninggalkan pesta itu . Tapi tiba-tiba ketika hendak menaiki tangga handphone radit berbunyi. Terpaksa Radit meninggalkan Dinda.


" Aku angkat telpon dulu" pamit Radit kepada Dinda.


" hmm" .


Tidak tahu apa yang dibicarakan Radit dengan seseorang dibalik telpon itu sampai membuat Radit tersenyum lebar dan tertawa. Dengan berat hati Dinda melangkah kan kaki nya menaiki tangga sendirian. sesampainya di kamar dia melepaskan semua pakaiannya.


Setelah Dinda meninggalkan Radit dengan seseorang yang menelpon nya sampai saat ini juga Radit tak kunjung datang.


Flashback off


Clek...Pintu kamar terbuka. Ternyata Radit kembali kamar. dilihat nya kamar gelap tanda Dinda sudah tidur. Tapi kenapa tempat tidur kosong seperti tidak ada orang disana. Radit menghidupkan kembali lampu kamar dilihat nya sekeliling nya ternyata Dinda tertidur di sofa. Radit berjalan mendekati Dinda. Dilihatnya Dinda yang tertidur begitu pulas.


Radit mengangkat tubuh Dinda ke ranjang milik Radit. Diselimuti nya dengan pelan agar tidak terganggu.


Cup


Radit pergi untuk bersih-bersih. Setelah mandi dia langsung beranjak ke tempat tidur untuk menjumpai istri nya didalam mimpi.


***


Pagi yang cerah dan silau matahari pagi menembus jendela setiap ruangan. Tapi pengantin baru seakan akan engan untuk bangun dari mimpi nya.


Posisi mereka jangan di tanya lagi. satu tangan Radit memeluk Dinda dan satu lagi menjadi bantal untuk kepala Dinda juga. Dinda juga sangat dekat dengan Radit, sehingga hembusan nafas Radit bisa di rasakan Beta dekat nya mereka.


Tiba-tiba Radit merasa tangannya sangat pegel dan keram . Dia mulai membuka matanya.


"Hah.. Dinda , ngapain dia peluk-peluk aku" Guman Radit. Disisihkannya anak - anak rambut yang menghalangi wajah Dinda.


" *Cantik yang alami,tanpa makeup pun kamu sangat cantik" Lirihnya dalam hati sambil memperhatikan Dinda.

__ADS_1


Radit yang terus memandangi istri cantik. dilihat nya inci demi inci wajah istri nya.


Cup


Satu kecupan di pagi hari di bibir istrinya. Radit tersenyum melihat Dinda yang tak bergeming.


Dinda yang menggeliat kan badan dan langsung menaikkan satu kaki nya ke atas paha Radit Karena posisi mereka berpelukan ke samping.


," Ahh..ya Tuhan Dinda, jangan buat aku ngak bisa menahan nya. Jangan nakal pagi ini" batin Radit yang menahan sesuatu disana.


Dinda yang mengira kalau itu bantal guling dia semakin mempererat pelukannya bahkan tangan nya satu masuk kedalam baju Radit. Memang Dinda kalau udah kecapean banget dia tidak merasakan apa-apa sama sekali bahkan tidur nya bisa kayak kebo ngak bangun- bangun sampai siang.


" Ahhh...Tuhan tangan istriku nakal nya" batin Radit. Radit menahan tangan istrinya itu agar tidak lari kemana-mana.


" Din please jangan buat aku keliru,kalau sudah tak terkendali kan lagi maka aku akan melepaskan masa perawan kamu " ucap nya kepada Dinda.


berlahan lahan Radit pelan- pelan melepaskan pelukannya dan dia juga mengeluarkan tangannya itu.


Akhirnya lepas juga ,Radit bebas dari cobaan iblis pagi hari ini. tapi sayang nya dia harus berendam di pagi hari.


" Sial nya ,tapi kita akan tetap semangat untuk itu" ucap Radit melangkah kan kakinya ke kamar mandi.


Dinda tetap tidur dengan posisi sangat nyaman.


Like


komen


vote


Maaf baru up lagi 🙈🔥🔥🔥*

__ADS_1


__ADS_2