Pilihan!!

Pilihan!!
08


__ADS_3

" Kenapa wajah kalian sangat kusut seperti itu" Ucap pak Erik kepada Dea dan Dinda.


" Kami baru bangun tidur Om" jawab Dea menguap kembali.


Radit yang melihat kelakuan adiknya membuat Radit malu didepan pak erik, ingin rasanya Radit menjitak jidat Dea. beda dengan Dinda, dia tak acuh dengan semuanya dia memilih untuk diam dan memandang hidangan yang ada diatas meja.


" Om bisakah kita makan, aku sangat lapar sekali" ucap Dea sambil memegang perutnya dan memajukan bibirnya seperti memohon.


" Ohh..iya Mari kita mulai" ujar pak Erik.


ketika mereka menikmati makan malam tiba tiba dinda ingin mengambil ayam goreng kesukaan tapi tangan Radit dan Dinda bersamaan memegang sendok ayam goreng.


membuat Dinda terkejut dan menatap Radit begitu tajam sampai Sampai Radit takut dengan tatapan Dinda.


" maaa....af maaf kamu duluan saja" ucap Radit terbanta-banta.


Dinda tidak membalas ucapan Radit dia memilih mengambil ayam goreng miliknya dan mengambil satu lagi untuk Radit.


Radit yang menerima pemberian Dinda terkejut sambil menaikkan satu alisnya.


"apakah dia sadar akan yang dia lakukan"guman Radit dalam hatinya.


" Cieee....cieee .... Dinda kamu perhatian banget sih sama kakak aku" ledek Dea kepada Dinda sambil tertawa.


" apa kamu suka pada kakak ku. seperti yang ada di buku buku JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA " ucap Dea melirik Dinda dan Radit bersamaan.

__ADS_1


Radit dan Dinda saling bertatapan sangat lama.


sehingga pak Erik yang melihat tersenyum kecil.


" aku hanya memberikan ayam goreng kepada nya tapi bukan dengan hati ku." ucap Dinda sambil memakan ayam goreng.


" aku hanya takut kalau dia mengambil kembali ayam goreng kesukaan ku" Sambung Dinda.


" Ohh...tapi kamu yakin ngak mau sama kakak ku Din" ucap Dea ngeledek Dinda.


"Makan dulu nanti kita bahas" ucap pak Erik dan semuanya pun terdiam dan menikmati makan malam.


Radit dari tadi melihat keadaan itu hanya tersenyum tidak mau ikut dalam kegilaan adeknya.


"tapi kalau di lihat lihat Dinda emang sangat cantik,putih,tinggi,mancung,bibir tipis warna pink, mata coklat, membuat ku semakin terpesona Kepada nya"Batin Radit tersenyum akan kecantikan Dinda.


" Iya sayang".


" Loh mau ikut ngak" tanya Dinda kepada Dea.


" Ngak, aku tunggu kamu di bawah aja" ucap Dea bangkit dari tempat duduk.


"Baiklah".


# RUANG TAMU#

__ADS_1


" Om,Dinda masih jomblo ya Om?" tanya Dea.


" Mungkin...soalnya om ngak pernah lihat Dinda jalan sama laki laki ataupun keluar malam" jawab Pak Erik.


" Ohhh"


Radit yang sudah tahu arah pembicaraan Dea langsung menyentil kening adiknya.


"awaa sakit tahu kak" ringis Dea.


" Kamu jangan buat malu kakak di depan Om Erik" ucap Radit sedikit pelan tapi masih terdengar oleh pak Erik.


" Maaf Om atas kelanjang adek saya, dia emang kalau ngomong suka asal" Ucap Radit canggung atas perbuatan adeknya.


" Tidak apa apa Nak Radit" senyum pak Erik.


Dinda tak kunjung datang akhirnya Dea memusatkan untuk pamit kepada om Erik dan tak lupa Dea memberi kan nomer telpon nya kepada pak Erik.


"Om Dea pamit pulang dulu ya, sampai kan salam ku pada Dinda " ucap Dea memeluk Pak Erik.


" Iya sayang,bapak akan sampai kan nanti".


" Kami permisi dulu om" ucap Radit menyalam tangan pak Erik.


" Iya nak Radit,kalian hati hati ya dijalan" ucap Pak Erik.

__ADS_1


" iya om"


"Dahhh.....Om " Dea melambaikan tangan nya kepada pak Erik.


__ADS_2