
Sampai di rumah,Dinda langsung bersih bersih dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia menggigit bibir bawahnya mengingat kejadian itu.
" Kenapa aku bodoh sekali membalas ciuman Radit tadi Ahhhh.....sial kenapa aku terpancing. Ciuman pertama ku " batin Dinda.
Dinda meraih handphone nya membuka galeri mama nya yang tersenyum kepadanya begitu cantik. Tak terasa air mata Dinda mengalir begitu saja.
" Mama... Dinda kangen Mah hiks..hiks...hiks.." Dinda mencium foto mama nya sambil menangis. Tak terasa Dinda tertidur memeluk handphone nya.
******
Pagi hari Dinda terbangun dengan mata yang sembab karna dia nangis tadi malam. Dia berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan siap siap untuk pergi ke kantor.
" Pagi Pah" Sapa Dinda mencium pipi papanya.
" Pagi sayang " jawab Pak Erik tersenyum.
" Gimana persiapan untuk pernikahan kamu? apa semua sudah beres? tanya pak Erik.
" Sudah Pah.... semuanya sudah beres" jawab Dinda sedih.
" Hey...kenapa dengan wajah mu" tanya Pak Erik.
" Andai saja mama masih ada pasti aku sangat bahagia" ucap Dinda sedih.
" Sudah sudah jangan pernah kamu berkata seperti itu,masih ada papa disini. apa kamu tidak bahagia bersama papa? tanya Pak Erik.
Dinda langsung menggeleng kan kepala menandakan " Tidak".
" Maafkan Dinda Pah, sudah buat papa kecewa" ucap Dinda memeluk Papanya.
" Ya sudah sudah kita makan dulu " ucap pak Erik kembali.
*Rumah Radit*
" Pagi Ma Pagi Ayah" sapa Radit ketika berkumpul di meja makan.
" Pagi " ucap mereka serempak.
" Dit kenapa ngak kamu antar Dinda semalam?tanya mama Mira sambil meminum kopi.
" Dinda ngak mau Mah diantar katanya udah dijemput sama supir nya" bohong Radit.
" Ohh...mama kira kamu ngak mau" ucap mama Mira .
*****
Seminggu telah berlalu kini saat nya waktu yang dinanti nantikan oleh kedua keluarga. Hari ini adalah hari pernikahan Radit dan Dinda. Mereka hanya mengundang keluarga terdekat saja. Radit yang sudah menunggu dibawah dengan begitu tampan. sementara Dinda sedang dirias di ruang tamu.
" Wahhh... cantik sekali kamu sayang" puji Mama Mira melihat Dinda yang begitu cantik dengan polesan make up tidak begitu tebal.
__ADS_1
" Ah...Tante bisa aja " ucap Dinda malu.
" Jangan panggil Tante dong,kan bentar lagi kamu jadi menantu mama" ucap mama Mira.
" Iya iya Tan...ehh Mama" ucap Dinda gugup.
" Yaudah kalau gitu kita turun ya,soalnya Radit sudah menunggu kamu dibawah" bisik mama Mira.
" Hmm...iya Mah" ucap Dinda mulai gugup. entah dari mana rasa gugup nya datang.
Tap
Tap
Tap
Tap
Dinda turun dengan hati hati karna model kebaya nya yang panjang. Mata semua orang memandang Dinda begitu takjub dengan penampilan Dinda yang sangat sangat sempurna. Radit yang melihat Dinda jalan kearahnya tidak berkedip sama sekali .
" Cantik" kata kata itu lolos keluar dari mulut Radit.
Radit mengulurkan tangannya untuk membantu Dinda duduk di sebelah nya.
" Cantik" bisik Radit kepada Dinda.
" Makasih" ucap Dinda datar.
Dinda pun tersenyum manis kepada Radit.
" Ngak usah di manis manisin " ucap Radit pelan.
" Baiklah kalau begitu kita mulai" ucap bapak tua ( Penghulu).
Radit pun mengucapkan janji suci di hadapan semua orang hadir dengan suara yang lantang dan tegas.
" Bagaimana para saksi...SAH...?ucap pak penghulu.
Sah...
Sah....
Sah....
Sah...
Dinda yang menetes air mata ketika mendengar kata SAH. mulai saat ini aku sudah sah menjadi istri Radit yang dingin dan kasar.
" Mulai saat ini kalian berdua sudah Sah menjadi suami dan istri " ucap Pak penghulu.
__ADS_1
" Selamat ya sayang akhirnya kamu jadi menantu mama" peluk mama Mira senang. Dinda yang merasakan pelukan Mama Mira seakan akan pelukan dari mama nya sendiri.
Hiks..hisk.. Dinda menangis di pelukan Mama Mira( Ibu mertuanya).
" kenapa menangis sayang" tanya mama Mira.
" Ngak papa Mah... aku hanya bahagia dengan pelukan Mama jadi teringat dengan Alm. Mama Dinda " ucap Dinda menangis.
Radit yang melihat Dinda menangis tiba tiba dia menggenggam tangan nya seakan akan memberikan sedikit kekuatan.
" Kamu bisa peluk mama kapan pun Dinda mau " ucap mama Mira .
" Makasih Mah".
" Selamat sayang untuk pernikahan ini,semoga kamu jadi istri yang baik dan patuh kepada suami ya sayang" ucap pak Erik memeluk Dinda dengan suara yang sedih.
" makasih Pah"ucap Dinda.
" Nak Radit, Papa percaya sama kamu tolong jaga Dinda dengan baik baik. satu pesan dari papa " Kalau kamu merasa bosan atau tidak ingin bersama putri ku lagi Tolong kamu antar kan putri Papa ke rumah kembali dengan keadaan baik baik seperti saya memberikan kepada mu dengan baik juga" Jangan sakiti hati nya karna dia orang mudah rapuh" bisik Pak Erik sambil memeluk Radit.
" iya Pah" ucap Radit .
" Cie cie bau bau malam pertama nih Yee" Ledek Rudi sekretaris nya.
" Apaan sih " ucap Radit.
" Bro..kalau mau bela duren pelan pelan ya " bisik Rudi.
Radit yang mendengar kata kata Rudi langsung memukul lengan Rudi.
" Aawww..." pekik Rudi ke sakitan.
Dinda yang mendengar kata kata Rudi menahan malu dan kesal.
"Kalau ngomong bisa pelanin dikit ke suaranya ,buat malu aja" Guman Dinda dalam hatinya yang kesal.
" Selamat ya nona,semoga langgeng hingga tua ,Amin " doa Rudi.
" Dan cepat dapat momongan" Sambung Rudi dalam doa nya.
" Kok ngak diaminin sih" ucap Rudi.
Radit dan Dinda bertatapan .
" Amin " Ucap mereka serempak.
Dinda hanya tersenyum kecil.
*******
__ADS_1
Semoga Bahagia Neng Dinda😘