
Dengan cepat Dinda melarikan diri dari jendela dan untungnya tidak ketahuan oleh pria bertopeng itu. Dinda berlari secepat mungkin untuk meminta Pertolongan kepada warga sekitar. Tak lama ada sebuah mobil polisi yang sedang patroli di area perumahan dekat rumahnya. Dinda langsung meminta Pertolongan kepada polisi dan langsung membawa ke rumah nya. Tapi setelah polisi sudah sampai di lokasi Dinda tidak sadar kan diri karena sudah lemas dan tak punya tenaga lagi dan Polisi wanita langsung membawa Dinda ke Rumah sakit untuk di tangani.
Polisi pun langsung mendobrak pintu rumah Dinda dan langsung mencari keberadaan ibu nya. Polisi langsung menuju pintu kamar dan Langsung membawa ke rumah sakit. Dan sebagian polisi melacak peristiwa yang terjadi di rumah itu. Tapi polisi tidak mendapatkan jejak. Sesampai di rumah sakit ternyata Ibu nya sudah meninggal dunia 30 menit setelah di temukan. Polisi berusaha mencari keluarga Dinda untuk memberitahu informasi kepada pihak keluarga.
Dinda mulai sadar dan langsung berteriak histeris dan menangis sekuat-kuat nya memanggil Mama nya, sehingga perawat langsung menemui nya.
Dokter Radit pun langsung memeriksa keadaan Dinda. Dinda yang tidak bisa tenang Suster langsung menyuntikkan obat penenang ke infus supaya Dinda lebih tenang. " Tolong suster Siska menjaga pasien ini, sampai benar" sadar dalam keadaan tenang" ujar Dokter Radit kepada Suster. " Baik Dok" balas suster Siska.
#Flash Back Off#
Pria bertopeng itu adalah Musuh dari keluarga Dinda. permusuhan ini yang tahu hanya Ayah dan Mama nya Dinda. Pria itu ingin membalas dendam nya kepada keluarga Dinda karna sudah menghianati keluarga Sanjaya.
Pria bertopeng itu bernama Dimas usus Dimas saat ini 23 tahun saat ini dia tinggal di luar negeri bersama orang tua nya.
__ADS_1
Tujuannya datang ke Indonesia hanya untuk membalas kan dendamnya kepada orang tua Dinda. Pada saat Dinda pergi ke kampus Dimas sudah merencanakan terlebih dahulu setelah aman dan sepi baru lah iya masuk kerumah secara diam-diam dan tiba-tiba langsung memukul kepala ibu Dinda menggunakan kayu besar dan ibu Mira langsung tidak pingsan dan mengeluarkan cairan merah segar. sebenarnya Dimas tidak ada niat untuk menyakiti Dinda tapi karna dia datang di waktu yang tidak tepat jadinya Dinda ikut terlibat.
#Flash Back On#
Saat ini Dinda masih terbaring lemas dan dia bermimpi kepada Ibunya (Mira). Didalam mimpi itu Ibu Mira membawa Dinda kesebuah taman yang sangat indah dan luas, sampai Dinda berlari lari melihat keindahan dan dia mencoba untuk memetik bunga mawar merah 🌹🌹.
Ibu Mira yang melihat keceriaan Putri sulung nya mulai menetes air mata,karna dia akan kehilangan keceriaan nanti kelak.
" Tas mahal mungkin" tebak Mama Mira asal.
" Salah,coba tebak yang lain mama" ujar Dinda memberikan kesempatan kepada mamanya
" Sepatu, cincin berlian, Jam tangan?" Tebak Mama Mira.
__ADS_1
" Semuanya salah. ini untuk Mama"Dinda menyodorkan Bunga mawar yang sangat indah.
" wahhhh... terimakasih sayang,wahhh bunga nya wangi sekali" Mamanya mencium bunga yang Dinda berikan.
" apa mama suka? Kalau mama suka aku akan berikan setiap hari untuk Mama ku tersayang" ujar salah memeluk mama nya .
" Jangan tinggalkan aku ma,Dinda takut kalau mama pergi dari hidup Dinda. Dinda ngak bakalan bisa hidup tanpa Mama" Ujar Dinda penuh rasa sedih dan mulai menangis.
" Mama akan selalu ada di sisi Dina" ujar Mama Mira mencium kening putri tercinta nya.
#Jangan lupa di Coment ya kakak dan Abang
biar aku tambah semangat melanjutkan nya.
__ADS_1