Pilihan!!

Pilihan!!
28


__ADS_3

" Siapa Ma? kenapa wajah begitu senang" tanya Pak Dedi.


" Papa tahu ngak kalau Dinda sudah menerima perjodohan ini" ucap mama Mira senang memeluk suaminya.


Radit yang mendengar ucapan mamanya terkejut. Bagaimana mungkin Dinda menerima perjodohan ini begitu saja. Apa alasannya menerima nya. begitu banyak pertanyaan yang menggangu pikiran nya.


Tiba tiba mama Mira bertanya kepada Radit.


" Nak bagaimana dengan kamu? kamu mau kan menerima perjodohan ini? please" ucap mama Mira memohon.


" Tapi Ma Rad...." ucapan Radit terpotong oleh Ayahnya.


" Dinda adalah perempuan yang tepat buat kamu,percaya sama pilihan orang tua mu" ucap Ayahnya.


" Mama pengen banget punya cucu Dit.kalau bukan dari kamu siapa lagi ? Lagian kamu udah waktunya menikah. apa kamu tega melihat ayah sama mama tua tanpa mengendong cucu" ucap mama Mira sedih.


Radit yang tidak tahan dengan desakan orang tua nya dengan berat hati dia pun menerimanya.


Radit menarik nafas dalam-dalam huhhh...


" Baiklah Radit akan menerima perjodohan ini tapi dengan satu syarat Radit ingin pernikahan ini hanya digelar bersama keluarga saja. karna Radit belum siap untuk mempublikasikan tentang pernikahan ini. Radit ingin pernikahan ini dirahasiakan oleh kedua belah pihak" ucap Radit tegas.


Mama Mira dan Pak Dedi yang mendengar permintaan Radit sedikit berpikir.


"Baik"ucap Pak Dedi santai"


"Terimakasih Sayang" ucap mama Mira sambil memeluk Radit.


" Iya Ma... tapi lepaskan dulu pelukannya, Radit ngak bisa nafas" ucap Radit.


" Maaf ...maaf kan sayang,mama terbawak suasana. mama sangat senang.... Makasih sayang" ucap mama Mira mencium kening Radit.


" Ihhh mama main sosor aja " ucap Radit membersihkan ciuman mama Mira.


Mama Mira tersenyum bahagia melihat putranya menerima perjodohan ini.


******

__ADS_1


Hari berganti hari minggu berganti minggu. kini kedua keluarga ini sudah mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan Radit dan Dinda.


Pagi hari yang cerah Dinda sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah Tante Mira alias calon mertua untuk melakukan fitting baju pengantin.Karna Radit tidak mau fitting baju di butik jadinya mama Mira membawakan semua bentuk gaun pengantin dan setelan jas buat Radit.


" Pagi Tante" ucap Dinda memasuki rumah calon mertua nya. kebetulan mama Mira duduk diruang tamu.


"Ini buat Tante" ucap Dinda memberikan satu kotak kue milik nya. kebetulan Dinda singgah sebentar ke toko kue nya.


" Pagi sayang..... ngak usah repot-repot sayang bawak kue segala. Maaf ya....Radit ngak bisa jemput kamu soalnya dia lagi tidur biasa kebo" ucap mama Mira tertawa.


" Ngak papa Tante, mungkin Radit cape" ucap Dinda tersenyum.


" Yaudah duduk dulu biar mama ambilkan teh buat kamu" ucap mama Mira .


" Ngak usah Tante biar Dinda aja nanti yang ambil"


" Terserah kamu saja sayang. kalau begitu Tante tinggal sebentar kekamar ya" ucap mama Mira.


" iya Tan".


Dinda yang berada di ruang tamu asik memainkan handphone baru nya. Tanpa sadar Radit duduk di depannya.


Prenggg... Handphone Dinda terjatuh untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.


"Aaaahhhhh.... handphone ku " ucap Dinda yang terkejut karena lemparan bantal kepada nya langsung menatap kedepannya.


" Radit.." ucap Dinda kesa.


" Kenapa? marah ?" tanya Radit sinis.


" Emang kenapa kalau aku marah" Dinda berdiri menatap Radit begitu tajam.


Cantik juga kalau lagi marah" batin Radit.


" Ganti rugi" ucap Dinda ketus.


" Apaa...ganti rugi? lagian handphone kamu hanya tergores dikit" ucap Radit.

__ADS_1


" Ini kedua kalinya menjatuhkan handphone ku ,aku ngak mau tahu kamu harus ganti rugi TITIKKKK" teriak Dinda.


" Apa kamu sudah bangkrut nona sehingga aku harus bertanggung jawab atas ini" Radit menunjukkan handphone Dinda.


" Iya... kenapa emangnya. Aku hanya ingin ketika orang berbuat salah harus bertanggung jawab atas perbuatannya. sekarang kamu harus bertanggung jawab" tegas Dinda.


Mama Mira yang mendengar keributan dari ruang tamu langsung keluar.


" Ada apa ini ribut" tanya mama Mira sedikit meninggihkan suaranya.


" Tante lihat Radit dia menjatuhkan handphone ku " ucap Dinda mendekati mama Mira.


Radit yang melihat Dinda tersenyum sinis.


"Ternyata kucing manis ini pintar juga berakting. Baiklah baby kita akan mulai" batin Radit.


" Radit kamu harus bertanggung jawab.kamu belikan handphone baru buat Dinda" ucap mama Mira.


" Baiklah Ma" ucap Radit duduk kembali.


Radit memutuskan untuk mengalah dari mama nya kalau tidak dia akan terus mendengarkan burung beo yang terus ngomong.


" Yaudah sayang kamu tenan aja Radit akan membeli handphone baru untuk mu" ucap mama Mira memeluk Dinda.


Dinda mencuri pandang kepada Radit langsung menjulurkan lidahnya 😛. Radit yang melihat Dinda mengejek kepada nya menatap Dinda kesal.


" Iya Tante".


" Yaudah Tante siap siap dulu".


" iya Tan"


mama Mira meninggalkan Dinda dan Radit diruang tamu.


hening...tidak ada yang berbicara.


*****

__ADS_1


Maaf ya kak kalau ada penulis yang masih salah ❤️❤️


__ADS_2