
mereka masuk ke dalam. Dinda memperhatikan keberadaan Papa nya. Sama hal nya dengan Radit mencari keberadaan Ayahnya. Dinda yang sudah melihat papa nya tanpa sadar menarik tangan Radit ðŸ¤. Radit yang merasakan tangan nya ditarik oleh Dinda malah mengikuti nya.
" Papa" teriak Dinda memanggil papanya melambaikan tangan nya.
Pak Erik dan kedua orang tua Radit menoleh pada sumber suara.
" Ayah Mama" ucap Radit memandang orang tua nya yang duduk bersama dengan pak Erik.
Dinda terus menarik tangan Radit Sampai ke meja papanya.
" nyaman ya pegang pengan tangan orang" bisik Radit kepada Dinda. Dinda yang mendengar bisikan Radit langsung melihat ke bawah . ya benar tangan Radit masih digandeng Dinda.
" upss... maaf kak" ucap Dinda melepaskan tangannya.
" Dasar tangan gatal bisa bisa nya pengan tangan orang" Guman Dinda malu .
" Sering sering aja ngak papa" bisik Radit kembali. Dinda yang mendengarkan merinding.
" Radit " ucap mama Mira.
Mama Mira tersenyum saat Dinda mengandeng tangan Radit.
" Mama kok disini sih? " tanya Radit.
"Lah memang kemana lagi kalau ngak disini. Duduk dulu biar mama kenalkan sama teman mama" ucap mama Mira menyuruh Radit duduk .
" Dinda udah besar ya cantik pulak " puji Mama Mira melihat Dinda.
" Makasih Tante" ucap Dinda tersenyum.
" Salam dulu dong " ucap papa Erik.
__ADS_1
" Halo Tante...Halo Om...apa kabar" Salam Dinda sambil memeluk mama Mira dan pak Dedi.
" Halo sayang...kami baik baik saja" ucap mereka serentak.
" Tante kenapa ngak kasih kabar kalau udah pulang ke indo. kan Dinda bisa main kerumahnya Tante" ucap Dinda cemberut.
" Maafkan Tante,Tante lupa " ucap mama Mira memeluk Dinda kembali.
pap Dedi dan pak Erik hanya tersenyum melihat kedua nya.lain dengan Radit hanya terdiam tanpa memandang Dinda dan mama nya.
" Yaudah duduk dulu biar pesan makanan dulu" Ucap Dedi.
" oke Om👌" ucap Dinda.
mereka pun memesan makanan terlebih dahulu sebelum berbincang panjang.
Radit yang melihat betapa dekatnya Dinda dengan papa nya sangat risi apalagi dia terus tersenyum pada kedua orang tua nya. Radit tidak terlalu kanal sama keluarga pak Erik karna dari kecil Radit bersama nenek nya di Luar negeri.
"Dasar wanita cari muka. bisa bisa manja manja sama mama ku"Guman Radit menatap Dinda.
Radit mengulurkan tangannya walaupun sudah kenal tapi Radit masih sopan" Radit Om" . pak Erik menerima Salaman Radit.
" Kami itu udah kenal dan juga kami rekan bisnis" jelas pak Erik
"oh ya... syukur lah" jawab mama Mira tersenyum.
karna baru ini mama Mira memperkenalkan putra nya kepada pak Erik. waktu usia 6 tahun Radit tunggal bersama nenek dan kakeknya di luar negeri karena keadaan mereka yang tidak stabil waktu itu makanya Radit dititipkan kepada nenek .
" Saya ngak nyangka kalau Radit sudah tumbuh besar dan Tampan" puji pak Erik.
" Om bisa aja" ucap Radit sedikit malu .
__ADS_1
" Pasti lah sob kan ayahnya juga tampan bukan? " ucap pak Dedi tertawa . mereka semuanya tertawa akan ucapan pak Dedi.
" Kalian berdua kok bisa barengan ke sini" tanya mama Mira. Karna mama Mira melihat Radit dan Dinda datang bersama-sama dengan gandengan pulak.
" Kebetulan aja ma ketemu di depan "ucap Radit.
"iya Tante" timpal Dinda.
" Kalian udah saling kenal" tanya papa Dedi.
"Ngak " jawab Radit dan Dinda setentak.
" kok sama Sama jawabnya" sambung Mama Mira.
" Kebetulan aja " ucap mereka serempak.
" Halo pak kenapa ikut ikutan" Ketus Dinda kesal.
" Hay nona situ yg ikut ikutan" timpal Radit tak mau kalah.
Mereka berdua membuang kan wajahnya karena kesal.
" Sudah sudah jangan ribut. lama lama kalian berdua jadi Jodoh lagi" ucap mama Mira tersenyum.
" Ngak " ucap mereka serentak.
" kan serentak lagi pasti jodoh ini" sambung Mama Mira tersenyum lebar.
" permisi Buk " ucap salah satu pelayan cafe menyediakan makanan yang mereka pesan .
" silahkan mbak" ucap mama Mira.
__ADS_1
***
Selamat membaca 🥰🥰