
Clek...pintu kamar mandi terbuka. Radit yang dari tadi gelisah karna Dinda yang tak kunjung membuka kamar mandi.
Dinda melangkah kaki nya kearah Radit. Radit yang gugup di depan Dinda dan tidak tahu dari mana dia memulai pembicaraan.
" Apa kamu langsung pulang " tanya Radit.
Dinda hanya menunduk kepala nya menandakan" Iya".
" Yaudah kita pulang" ajak Dinda. Tiba-tiba Dinda menarik tangan Radit.
" kenapa lagi" tanya Radit.
Dinda menatap Radit " Kenapa kamu menerima perjodohan ini?tanya Dinda.
" Kamu tidak perlu tahu apa alasan saya menerima perjodohan ini" ucap Radit datar.
" Dan kamu kenapa menerima perjodohan ini" tanya Radit balik.
" Kalau kamu terpaksa harus menikah dengan ku lebih baik kamu lepas kan aku dari pernikahan ini . aku ngak mau ada diantara kita yang harus tersakiti. lagian aku belum mengenal kamu begitu dekat dan sebaliknya" ucap Dinda dengan suara yang gemetar sabil menahan air mata nya supaya tidak keluar.
" Apa kamu menyesal dengan keputusan mu" tanya Radit kembali.
Dinda diam sejenak.
" Aku hanya ingin satu kali menikah seumur hidup ku dengan orang yang aku cintai tanpa harus paksaan.Aku tidak ingin mempermainkan pernikahan suci ini"ucap Dinda.
" ayok ikut aku " ajak Radit duduk di sofa .
Radit membuka laci dan mengambil amplop coklat dan memberikan kepada Dinda.
" apa ini" tanya Dinda.
" Bukalah "
Dinda yang melihat isi surat yang diberikan oleh Radit sangat terkejut.
__ADS_1
" Aku ngak mau" tegas Dinda meletakkan kertas tersebut.
" kenapa? apa ada yang salah dengan isinya" tanya Radit.
" apa kamu sudah gila dengan semua ini"tanya Dinda merasa kesal dengan ide Radit .
"hey... pelan kan suara mu. apa kamu mau surat ini sampai ke telinga mama ku" ucap Radit sedikit menekan nada suaranya.
" Bodo amat biar aja Tante tahu dengan ide gila mu ini" ketus Dinda.
" Apa kamu tega melihat ayah mu dan Alm. Ibu mu sedih dengan keegoisan kamu membatalkan perjodohan ini" timpal Radit.
" Iya tapi tidak seperti ini" tegas Dinda.
" Mau kamu seperti apa? tanya Radit.
Dinda berpikir sejenak untuk kata kata Radit. "Ya Tuhan bantu hamba mu ini untuk berpikir sedikit saja. Kenapa aku bodoh banget hari ini ya"Batin Dinda.
" Kenapa diam saja? Apa kamu punya ide baru "tanya Radit sambil mendekati Dinda.
" Apa"
" Aku mau kamu menambah satu poin bahwasanya tidak ada diantara kita kontak fisik dalam bentuk apa pun selama masa kontrak ini" ucap Dinda tegas .
" Bagaimana" sambung Dinda.
" Baik saya setuju" ucap Radit tegas Menaik alis nya.
Dinda sedikit lega karena Radit menyetujui poin yang iya berikan setidaknya ketika sudah waktunya perceraian Radit belum menyentuhnya. Walaupun aku hidup dalam kebohongan dalam pernikahan aku akan tetap semangat menjalani nya sampai waktu nya tiba. Aku harap kamu menepati nya Radit tidak membuat ku kecewa.
" Apa belum siap nona menatap wajah saya yang tampan ini" goda Radit .
" Cihh...ngak usah ke geeran deh. aku lihat kamu karna dimata kamu ada beleknya( Kotoran mata) Ihhhh....jorok" ucap Dinda melangkahkan kakinya.
Radit yang mendengar ucapan Dinda langsung meraba matanya tapi tidak ada .
__ADS_1
" Tapi boong hahahaha.... " teriak Dinda hendak membuka pintu. Tapi dengan cepat Radit berlari menarik tangan Dinda dan mengunci pintu nya. Dengan wajah yang marah Radit menarik Dinda ke pojok dinding.
" Apa kamu sedang bermain-main dengan ku " tanya Radit mendekati Dinda lebih dekat.
Dinda mulai gugup dengan tatapan Radit yang sulit diartikan.
" Mau apa kamu,jangan macam macam sama saya Radit. kalau kamu berani macam-macam aku akan teriak sekeras-kerasnya" ucap Dinda gemetar.
" Aku hanya cukup satu macam kucing nakal. kalau pun kamu teriak tidak akan ada orang yang mendengar nya" ucap Radit senyum smierk .
"Ahhh...sial kenapa aku bodoh sekali" gerutu Dinda dalam hatinya .
karna Dinda sudah tidak bisa lagi bergerak karna dia sudah sampai di dinding. Dinda bingung apa yang harus dia lakukan. Dinda yang dekat dengan fas bunga langsung mengambil nya .
" Kalau kamu berani macam-macam aku akan lempar ini ke kamu " teriak Dinda dengan suara yang gemetar.
" Coba saja kucing nakal"Radit mulai mendekati dan mendekati. kini jarak kedua nya sangat dekat sampai hembusan nafas Radit bisa Dinda rasakan karna begitu dekat. Tatap Radit seakan akan ingin membunuh .
Radit yang memandang Dinda begitu lekat membuat nya terbuai dengan bibir tipis nya Dinda seakan akan ingin menerkamnya. Radit yang tak bisa mengkontrol napsu nya dan ...
Cup...
Radit menempelkan bibirnya ke bibir Dinda. Dinda yang mendapat serangan Radit terkejut dan membulatkan matanya. Beda dengan Radit yang menikmati bibir Dinda yang begitu manis dan melu******* bibir Dinda dengan begitu lembut. Dinda memejamkan mata. Tanpa sadar Dinda membalas ciuman Radit. Radit yang merasakan balasan Dinda hanya tersenyum. Radit mengangkat Dinda ke meja tapi tidak lepas dengan ciuman nya. Radit semakin tak terkendali dia semakin melu****** sampai sampai bertukar nafas didalam sana . Radit yang sudah memanas diubun ubun tiba tiba Dinda mendorong Radit sampai sampai Radit terjatuh dengan keras.
" Aaawww..." pekik Radit kesakitan.
" Apa yang kau lakukan Hah..." teriak Dinda.
" Bukan kamu menikmati nya juga"ucap Radit dengan senyum smierk nya.
Dinda yang malu dengan apa yang dia lakukan dengan cepat cepat Dinda membuka pintu kamar dan langsung berlari keluar. Radit masih duduk dilantai karna bokongnya sakit.
" Manis " batin Radit.
****
__ADS_1
CIEEE NENG DINDA MALU ðŸ¤