Pilihan!!

Pilihan!!
21


__ADS_3

"Din kaya nya aku ngak bisa pulang bareng sama mu deh.Soalnya Rio mau jemput aku disini ada yang mau dia omongin" Bisik Salsa .


" Ngak papa kan aku tinggal kau disini" sambung Salsa.


" Ihhh Sal masa sih tega ninggalin aku disini sendirian" ucap Dinda .


" Kan ada Abang ganteng" Tunjuk Salsa. Radit masih sibuk dengan makanan nya.


" Tapi Sal.."


" Pasti aman Din. Pak ganteng boleh nitip Dinda bersama bapak ya" Ucap Salsa menatap Radit.


Dinda sangat grogi akan tatap Radit.


" Baiklah" ucap Radit Santai .


" Makasih bapak ganteng. Yaudah kamu hati hati ya putri duyung jangan bandel bandel" lirik salsa kearah Radit.


Salsa susah pergi bersama Rio,kini hanya Radit dan Dinda. Semenjak Salsa pergi suasana hening tidak ada yang mau berbicara hanya suara sendok terdengar.


" Hey.. makanlah nanti dingin" ucap Radit datar .


" hmm..iya kak" ucap Dinda.


Selesai makan Radit membayar makanan yang dia pesan dan pesanan Dinda. Radit kembali ke meja Dinda.


" Kamu mau disitu sampai pagi" ucap Radit.


" Ngak kak" Dinda beranjak dari tempat duduk nya tiba tiba Dinda hampir terjatuh untuk saja Radit dengan cepat menangkap nya.


"Kenapa" tanya Radit.


" Awwww...kaki ku sakit kak" Ringis Dinda kesakitan. Luka dilutut Dinda membiru dan sedikit membengkak.


" Naiklah" Radit memberikan punggung nya untuk Dinda.


" Tapi kak,aku masih bisa berjalan. nanti punggung kakak sakit lagi.aku ini berat" ucap Dinda panjang lebar.

__ADS_1


Radit yang mendengar ocehan Dinda langsung mengangkat tubuh Dinda ke mobil Radit.


" Kak kenapa ke mobil kakak,aku bisa nyetir sendiri" ucap Dinda. Radit masih mengendong Dinda dalam pelukan nya


" bagaimana kamu bisa membawa mobil berjalan saja kamu tidak bisa " ucap Radit menatap Dinda begitu datar.


Dinda yang merasakan hembusan nafas Radit bahkan aroma tubuhnya begitu nyaman untuk di cium, karna wajah mereka berdua begitu dekat. Ahhh...apaan sih Din,buat malu aja" Guman Dinda.


Ya Tuhan kenapa ciptaan mu begitu sempurna"batin Radit terus memandang Dinda.


" Kenapa dengan wajah mu? tanya Radit.


" Ngak..ngak apa apa , Kak turunin aku" ucap Dinda salah tingkah.


"hmm...aku akan antar kamu pulang. masalah mobil biar mang Ujang yang mengutus nya.


" Ii..iya kak".


selama perjalanan pulang tidak ada percakapan diantara mereka, hanya alunan musik yang menemani mereka.


Tidak ada jawaban dari Radit malahan dia menjalankan mobil tanpa memberi jawaban.


" ihhh dasar CEO nyebelin, tinggal jawab Iya Dinda gitu aja susah " teriak Dinda mencaci Radit.


*****


Jam 06.00 pagi Dinda sudah bangun dan langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.


" Pagi Bi" sapa Dinda duduk di meja makan.


" Pagi non tumben cepat banget bangun nya" ucap Bi Ina.


" Dinda mau masak nasi goreng spesial buat ayah Bi" jawab Dinda sambil membuka kulkas.


" biar bibi aja non ,non siap siap aja ke kantor" tawar bi Ina.


" Bibi ku sayang yang nama nya spesial berarti harus Dinda dong yang buat ,gimana sih bi Ina" ucap Dinda pura pura cemberut.

__ADS_1


" Yaudah terserah non Dinda aja bibi bantu bantu aja biar cepat kelar"


" Nah gitu dong Bi" ucap Dinda tersenyum. Dinda mulai mengeluarkan bahan bahan untuk nasi goreng.


hanya butuh 2o menit nasi goreng spesial untuk sarapan pagi ini sudah selesai.


" Bi tolong siap dimeja makan ya Dinda mau bersih bersih dulu keatas" ucap Dinda.


" Iya non"jawab Bi Ina


Dinda menaikkan tangga tiba tiba dia berbalik melihat papanya di kamar. Dinda membuka pintu kamar tapi tidak melihat papa nya didalam. Tempat tidur nya sudah rapi tumben papa ngak ada dikamarnya. Dinda masuk mencari keberadaan papa nya tapi nihil dia tidak menemukan nya.


Ahh.. mungkin papa di ruang kerja nya" Guman Dinda menerka nerka.


Dinda menuju ruang kerja Papa nya .dibuka nya pintu dan ternyata papa nya berada diruang kerja tidur.


" hmm..papa kebiasaan deh kalau udah banyak kerjaan pasti tidur di sini" ucap Dinda mendekati papa nya.


" Pah.. bangun udah pagi" Dinda membangun papanya .


Pak Erik yang mendengar suara Dinda langsung bangun .


" Hmm...putri papa sudah bangun" ucap pak Erik .


" Papa kok tidur disini sih kenapa ngak dikamar aja,nanti papa sakit gimana. Dinda ngak mau papa sakit" Peluk Dinda manja.


" Putri papa cerewet banget sih" ucap pak Erik mengelus rambut Dinda.


" Yaudah papa mandi sana Dinda sudah masakin nasi goreng spesial buat papa " ucap Dinda ceria .


" baiklah papa mandi dulu ".


Mereka masuk kekamar masing masing untuk siap siap ke kantor.


*****


Selamat membaca kakak💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2