
"hmm...lain kali kalau kamu becanda terus aku akan dekatkan kamu sama kakak ku" ucap Dea ditelinga Dinda.
Dinda yang mendengar kata kata Dea terkejut langsung melepaskan Pelukannya. Dinda langsung menatap Radit. Ganteng,tinggi, mancung, sempurna " Guman Dinda dalam hatinya dan terus menatap Radit begitu intens.
Dinda langsung tertunduk karna Radit tiba-tiba menatap Dinda. Dinda jadi salah tingkah saat Radit memandang nya begitu lama.
Tiba-tiba dokter Aldi datang untuk memeriksa kondisi Dinda. tak kala ganteng juga dokter Aldi rapi sayang nya dokter Aldi sudah menikah dan sudah memiliki anak laki laki yang ganteng.
" Pagi Dinda" sapa dokter Aldi melempar senyumnya kepada Dinda.
" pagi dokter" balas Dinda tersenyum manis.
" bagaimana keadaan mu? apa sudah membaik?" tanya dokter Aldi sambil memeriksa kondisi nya.
" sudah baikan Dok, hanya saja kepala ku sedikit sakit" keluh Dinda tapi tetap tersenyum kecil.
" tidak apa apa nanti rasa sakit nya hilang" ucap dokter Aldi.
Dokter Aldi tidak menyadari keberadaan Radit di sana karena masih fokus kepada Dinda. tiba tiba ada menepuk pundak nya.
" Dokter Radit" ucap Dokter Aldi terkejut.
" Dokter kok bisa disini? " lanjut nya.
__ADS_1
" Dinda itu teman nya Dea. bagaimana keadaan nya?" tanya Radit.
" kondisi nya sudah baik baik saja mungkin besok sudah bisa pulang. kalau begitu aku permisi dulu semuanya" ucap Dokter Aldi.
" terimakasih dokter.kapan kapan Dinda sakit lagi boleh ya? " ucap Dinda tersenyum.
Entah kenapa radit kesal karena Dinda memberikan senyuman yang manis untuk dokter Aldi, padahal hanya senyuman doang tapi membuat hati Radit sangat marah.
Dea yang melihat ekspresi wajah Radit ingin rasanya tertawa terbahak-bahak melihat betapa kesalnya kakak nya. Dea hanya tersenyum kecil melihat kakak nya yang mulai kesal.
" Din... dari kemarin aku blm kenalkan kakak aku. kenalin nama Radit kakak kandung ku" ucap Dea memperkenalkan Radit.
" Dinda" ucap nya singkat mengulurkan tangannya dengan cepat Dinda melepaskan tangannya. Dinda sudah tahu Radit adalah kakak nya Dea tapi Dinda tidak terlalu merespon Radit karna Dinda tidak suka dengan orang asing apalagi yang berwujud laki laki.
waktu sudah larut malam Dea berpamitan dengan Dinda dan Rio.
" Din aku balik ya" ucap Dea memeluk Dinda.
" yaudah kamu hati hati dijalan" balas dinda melonggarkan pelukannya.
"Siap baby" Dea memberi hormat dengan tersenyum.
" yok kak kita pulang" ajak Dea .
__ADS_1
" kalau begitu kami pulang, semoga cepat sembuh.jaga kesehatan mu.jangan terlalu banyak pikiran." ucap Radit mendekati Dinda dan mengelus rambut Dinda. Radit tidak sadar apa yang iya lakukan. dea dan Rio dan Dinda juga terkejut kelakuan Radit.
" Hmm iya kak. terimakasih" ucap Dinda tersenyum kaku.
*****
Di Mobil
" kak" panggil Dea
" hmm"
" kakak suka ya sama Dinda" tanya Dea.
" kamu ngomong apa sih . kakak itu hanya mengganggap Dinda itu pasean kakak ngak lebih" ucap Radit tanpa beban.
" ohh... hanya pasean.aku pikir...." ucap Dea terpotong
" jangan merencanakan hal gila lagi Dea" ucap Radit menekan nadanya suaranya.
" hmm"Dea hanya membalas dengan anggukan kepala.
Author: seperti nya ada bau bau cinta yang mulai tumbuh. Tapi masih malu๐คญ ๐๐
__ADS_1