
Pak Erik gelisah akan keadaan Dinda dirumah sakit. walaupun Rio sudah memberitahu kan akan kondisi Dinda tapi naluri seorang ayah sangat kuat. Tiba-tiba Erik teringat Radit,kakaknya Dea. Dia langsung menghubungi Dea karna pak Erik tidak memiliki nomor handphone Radit. tidak lama menunggu Panggilan pak Erik terhubung pada Dea.
" Halo om" ucap Dea.
" tumben om Erik telpon malam malam begini" Guman Dea.
" Halo Dea,ini om " ucap pak Erik dengan nada yang gelisah dan gemetar.
" iya ada apa om? Kenapa om kedengaran nya om sedang khawatir. Apa om baik-baik saja? tanya Dea .
"Om baik-baik saja tapi Dinda saat ini sedang di rumah sakit, Dinda pingsan" jelas pak Erik .
" Apaaa..."Dea terkejut dengan penjelasan om Erik.
" Dinda dirumah sakit mana om?" tanya Dea.
" Dinda ada dirumah sakit XX" ucap Erik.
" Baiklah om Dea langsung ke rumah sakit" ucap Dea memutuskan sambungan telepon dari om Erik.
Dea langsung bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit . ketika hendak keluar dari kamar Dea berpasasan dengan Radit .
" Mau kemana dek" ucap Radit.
" aku mau kerumah sakit kk. Dinda dirumah sakit sekarang. yaudah aku pergi sekarang. ucap Dea menuruni tangga sedikit berlari kecil.
__ADS_1
Radit yang mendengar Dinda sakit sedikit khawatir. entah kenapa ada rasa gelisah dalam hatinya. Radita tidak mengerti perasaannya saat itu, antara peduli dan kasihan pada Dinda atau rasa Cinta yang sudah mulai tumbuh.
" kakak ikut. kita naik mobil kakak aja" ucap Radit langsung naik ke mobil.
" baiklah kak".
" udah berapa lama Dinda di rawat? dia sering sakit? siapa yang menemani disana?" Radit bertanya kepada Dea begitu banyak sampai Dea heran dia mulai menjawab dari mana terlebih dahulu.
" ihhh kakak satu satu tahu kalau bertanya. kalau banyak begitu aku bingung jawab yang mana duluan" ucap Dea kesal.
" yaudah jawab aja dek" Radit yang tak sabaran akan jawaban dari Dea.
" 5 jam yang lalu Dinda di rumah sakit. kalau dia sering sakit Dea ngak tahu. mungkin yang nemenin Dinda disana palingan kak Rio"jawab Dea.
"Kak Radit kenapa tumben banget nanya nanya tentang Dinda. apa kak Radit mulai rasa sama Dinda. kalau benar aku akan membantu untuk kak Radit" Guman Dea dalam hatinya dengan senyum" sendiri.
" ihhh kakak kepo banget sih, kalau mau tahu banyak tentang Dinda tanya tuh sama kak Rio dia tahu semua nya tentang Dinda. tunggu dulu deh...apa jangan jangan kakak suka ya sama Dinda dari tadi nanya tentang Dinda Mulu" tebak Dea sambil tersenyum mengejek kepada Radit.
" hey.. anak kecil, kakak mu ini seorang dokter jadi tidak ada masalah kalau kakak peduli dengan Dinda karna dia sedang sakit, apalagi dia teman dari adik kakak, iya kan?" ucap Radit sedikit menekan nadanya.
Ahhhh... apa apaan aku ini kenapa aku langsung mengikuti Dea ke rumah sakit apa yang aku lakukan disana nanti nya. kenapa ketika mendengar Dinda sakit aku langsung gelisah. aku harap rasa ini hanya sebatas Pasean dan teman dari adik ku tidak lebih ya Allah" Guman Radit dalam hatinya.
mereka berdua sudah sampai di parkiran rumah sakit. Dea dan Radit masuk ke ruangan Dinda di rawat.
Tuk...tuk... Dea mengetuk pintu.
__ADS_1
terdengar ada orang yang datang Rio langsung membukakan pintu.
" Dea ayok masuk " ajak Rio .
" iya kak . ayok kak Radit masuk" ucap Dea sambil menarik tangan Radit karena dari tadi Radit terdiam semenjak Rio membuka pintu. tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Radit dari tadi.karna Radit terlihat kesal dengan Rio.
" hmm..iya" ucap Radit singkat.
Dea langsung berlari memeluk Dinda dengan terisak. Dea tidak peduli dengan dua insan yang melihat tingkah Dea.
" Dinda apa yang terjadi pada mu? kenapa kamu ngak bilang kamu sakit? " tanya Dea khawatir.
" aku ngak papa De palingan hanya kelelahan saja.kamu ngak usah khawatir begitu " ucap Dinda dengan suara yang masih lemah.
" apanya baik baik saja. lihat ini wajah mu sangat pucat,bibir mu mengering, badan mu semakin kurus Din" ucap Dea memeluk Dinda kembali.
Radit yang mendengar penuturan Dea sangat malu. tapi benar ada nya Dinda terlihat kurus. Radit melihat bibir Dinda yang mengering tapi masih terlihat warna pink asli tanpa olesan apa pun membuat Radit semakin tak kuat hanya memandang saja ingin rasanya...ahhhh kenapa lagi dengan pikiran ku. kenapa aku selalu memikirkan hal yang aneh kalau aku melihat Dinda. Radit semakin bingung dengan perasaannya.
" Tapi aku masih cantik kan " ucap Dinda tersenyum"
" Iya kamu masih cantik sebelum kamu sakit" jawab Dea kesal.
" kamu masih mikir kecantikan Mulu,aku itu udah khawatir tapi di jahilin" Dea cemberut,dia pura-pura buang muka .
"maaf kan aku,aku hanya bercanda " peluk Dinda kembali.
__ADS_1
" hmm...lain kali kalau kamu becanda terus aku akan dekatkan kamu sama kakak ku" ucap Dea ditelinga Dinda.
Dinda yang mendengar kata kata Dea terkejut langsung melepaskan Pelukannya.