Pilihan!!

Pilihan!!
19


__ADS_3

Setelah pulang dari meeting Dinda mampir sebentar ke toko kue milik nya. sudah 3 Minggu Dinda tidak ke toko kue.


" Selamat datang tuan putri duyung" sapa Salsa sedikit membungkukkan badan nya.


" Siang telur buaya" ucap Dinda tersenyum manis dan memberikan pukulan kecil dilegan salsa.


" aawwww....sakit tahu Din" pura pura Salsa kesakitan.


" Astaga beneran sakit Sal? " Dinda memeriksa lengan salsa yang sakit.


" hmm..sakit sekali" ucap salsa manja.


" Kamu sihh..udah dibilangin jangan panggil aku putri duyung tapi masih tetap aja " kesal Dinda memanyunkan bibirnya.


"Serius benaran sakit Sal? " ucap Dinda .


" Tidak apa apa" ucap salsa memeluk Dinda.


"ihh..apa sih main peluk peluk aja. Ingat aku ini boss mu enak aja main sosor sosor aja" ucap Dinda meronta-ronta diperlukan salsa. tapi sebenarnya Dinda rindu akan salsa yang sudah beberapa Minggu tidak datang. Salsa adalah tangan kanan Dinda di cafe ini. Dinda sudah menganggap Salsa seperti saudara. Waktu kuliah kehidupan salsa begitu prihatin, Dinda membantu keluarga nya dan membantu perkuliahan salsa sampai selesai.


Salsa sangat menyayangi Dinda dan begitu juga sebaliknya.


" Baiklah boss besar ku tercinta.aku harap setelah Pelukan ku ini sudah ada penggantinya " ucap Salsa melepaskan Pelukannya.

__ADS_1


" Mudah mudahan ya Sal,aku juga berharap" Dinda mencubit pipi salsa dan berlari ke ruangannya.


" Awwwww ....sakit tahu " teriak salsa.


****


Dinda masih di toko dia belum beranjak dari kursinya. Sangkin asiknya Dinda tidak melihat waktu sudah malam dia masih setia dengan laptop yang ada di meja nya.


Tok..tok..


"masuk" ucap Dinda dari dalam.


" Din...kita ngak ada rencana pulang gitu?" tanya Salsa yang dari tadi menunggu Dinda turun dari atas. Karna Dinda tidak ada tanda-tanda Bergerak dari ruangannya Salsa akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruangan Dinda mana tahu Dinda tertidur atau apalah.


" Lohh salsa kenapa belum pulang. udah jam berapa ini? tanya Dinda melihat jam tangannya.


" Kita sekarang pulang. loh udah makan belum? tanya Dinda Merapi kan meja nya .


" Belum"balasnya


" kalau gitu kita cari makan dulu" ajak Dinda.


"hmm"salsa hanya bergumam.

__ADS_1


****


Di club Radit hanya berdiam tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut nya. Dia bahkan tidak melirik perempuan yang berapa di samping nya. Dia hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam. Dia hanya minum beberapa botol saja tapi masih tetap sadar. Hingga botol terakhir Radit menghabiskan nya dan bangkit dari tempat duduk nya keluar dari club dengan wajah yang masih gusar.


kruk...kruk....krukk


Perut Radit berbunyi menandakan bahwa dia sedang lapar. Dia baru sadar kalau dia tidak makan dari tadi siang karna kondisi nya yang malang.


" Kenapa harus sekarang sih..laparnya. kan bisa nanti. ngak tahu kondisi banget" ucap Radit memengang perutnya yang peri dan langsung masuk ke dalam mobil untuk mencari makanan. Tak lama Radit sudah menepikan mobilnya dipinggir jalan,matanya tertuju pada makanan gerobak yang ada di seberang jalan.


entah apa gerangan Radit makan dipinggir jalan . Dia menyebrangi jalan dengan hati hati.


" Pak pesan nasi goreng nya satu dan soto ayamnya satu. makan disini ya Pak" ucap Radit memesan makanan dengan santai. Radit memainkan handphone sambil menunggu pesanan nya datang.


" Din kita makan disitu aja ya dehh... seperti makan di pinggir jalan malam malam gini enak ada angin sepoi-sepoi nya gitu" Salsa memberikan ide untuk tempat makan malam mereka.


" Sekalian cuci mata gitu Din" sambung Salsa melingkar tangannya di legan Dinda menandakan permohonan dengan senyum manja.


" Hmm..kalau kamu suka,kita makan disana" ucap Dinda menepikan mobilnya dipinggir jalan.


" Terimakasih Putri Duy..." potong Dinda.


" Sekali lagi ku bilang aku putri duyung aku tinggal kamu di pinggir jalan ini" ancam Dinda kesal.

__ADS_1


****


bantu like ya kak💕


__ADS_2