Pilihan!!

Pilihan!!
16


__ADS_3

hari berganti hari bulan berganti bulan waktu begitu cepat berlalu. sudah 6 bulan Dinda keluar dari rumah sakit. Dinda sudah bisa bekerja seperti biasa.


Dinda setiap hari pergi kekantor, perkembangan perusahaan milik ayahnya sudah semakin berkembang.tapi Dinda tetap melanjutkan hobinya. setiap weekend dia pergi ke toko kue miliknya, yang baru iya rintis tapi sudah banyak datang pengunjung untuk menikmati kue buatan Dinda. banyak pengunjung memuji kue nya.


Radit tidak lagi bekerja sebagai dokter. Dia sudah kembali bekerja ke perusahaan milik Ayahnya dan di tempat kan sebagai CEO di perusahaan. Sejak Radit kembali,kini perusahaan yang iya Pengang Sangat cepat berkembang dan Sempurna.


Radit sangat dingin kepada karyawan nya. jangan kan sama karyawan dengan Rudi pun sangat dingin (Rudi asisten pribadinya).


Banyak karyawati mengkagumi ketampanan Radit membuat mereka jatuh hati pada sosok Radit.


Radit dan Rudi tiba di perusahaan jam 07.30 wib tepat di perusahaan karna Radit sangat Sangat menghargai waktu. Lift terbuka,Radit melangkah keluar dan langsung menuju ruangannya, Rudi mengikuti langkah Radit dari belakang.


" Selamat pagi Pak" sapa karyawan yang melewati Radit dengan senyuman kecil.


" Hmm..pagi" ucap Radit singkat tanpa menoleh .


" apa jadwal ku hari ini? " tanya Radit kepada Rudi.


" Jam 09.00 ada meeting dengan Perusahaan X di cafe dekat kantor Pak" ucap Rudi.


" Baiklah. siapkan berkas berkas yang akan kita Bawak"


" siap pak ,saya sudah beres kan" ucap Rudi.


" kalau begitu kamu bisa lanjut bekerja" ucap Radit.


"Baik pak".


Radit duduk di sofa, dia sedikit memijit mijit kepala nya sedikit pusing. Karna kurang tidur.


beberapa hari kemarin Radit sangat sibuk dengan urusan perusahaan tidak ada waktu untuk beristirahat. Apalagi Ayah dan mama nya meminta Radit agar cepat menikah.

__ADS_1


Waktu begitu cepat Radit dan Rudi bersiap siap untuk pergi meeting. Mereka berjalan beriringan.


tak lama mereka sampai di cafe tempat mereka meeting tapi perusahaan X belum kunjung datang membuat Radit kesal.


*****


Dinda sudah berangkat ke cafe 30 menit yang lalu sebelum jam meeting dimulai. tapi ban mobil yang iya Kendari nya bocor.untung saja ada ban serep di bagasi. Pak Doni menggantinya ban mobilnya.


" Apa masih lama pak? " ucap Dinda gelisah karna bentar lagi akan ada rapat dengan perubahan Z di sebuah cafe.


" Sebentar lagi Buk... ibu masuk saja ke mobil" ucap supir pribadi Dinda( Pak Doni).


" hmm... baiklah".


****


" Buk kita sudah sampai" ucap pak Doni.


Dengan nafas ngos-ngosan Dinda menarik nafas dalam-dalam sebelum masuk kedalam,karna perusahaan Z sudah menunggu nya didalam.


" Maaf saya telat Pak" ucap Dinda tersenyum.


Radit tidak melihat sumber suara karna dia membelakangi sumber suara .


" Tidak apa apa nona, silahkan duduk" jawab Rudi .


" Terimakasih Pak" Dinda langsung duduk pas berhadapan dengan Radit.


Dinda terkejut melihat siapa yang didepan nya.


" Kak Radit" ucap Dinda terkejut. Aduh kenapa aku harus bertemu dengan es batu ini. apa yang dia lakukan disini. apa dia utusan dari perusahaan Z. Dasar bodoh kamu Dinda kenapa ngak Nidia saja tadi ke sini" Guman Dinda terus dalam hatinya.

__ADS_1


Radit mengangkat kepalanya untuk melihat. Radit juga terkejut melihat Dinda dihadapan nya.


" Dinda" ucap Radit.


" tuan sama Nona ini sudah saling kenal? ucap Rudi bingung.


" Tidak" ucap Radit dan Dinda serentak.


" kamu kok ikut ikutan" ucap Radit dan Dinda serentak.


ihhh...apa sihh kenapa bisa bisa sama sama begitu Dinda kesal melihat Radit.


Cihhh...apa apaan ini kenapa dia berkata tidak mengenal ku"Guman Radit. Radit juga kesal memalingkan wajahnya.


Rudi bingung melihat sikap Dinda dan Radit yang saling memalingkan wajahnya. dari Mana Rudi akan memulai meeting kalau mereka saling menjatuhkan wajahnya. apa mereka ada hubungan lain? mantan atau kekasih? "batin Rudi.


Hening.....tidak ada yang memulai.


" Baiklah kita akan memulai meeting sudah cukup kita berdiam diri dari tadi" ucap Rudi dengan polos nya. Radit dan Dinda saling pandang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh asisten nya.


" hmm" hanya hmm yg keluar dari mulut Dinda dan Radit.


Dinda mulai menjelaskan panjang lebar. Rudi mendengar kan setiap kata demi kata yang keluar dari mulut Dinda dan memberikan sedikit pertanyaan kepada Dinda. Beda dengan Radit tidak ada memberikan respon tentang penjelasan Dinda. Radit dari awal hanya memandang Dinda dan senyum senyum tidak jelas.


" Kamu masih cantik seperti dulu " guman Radit .


******


Jangan lupa like ya . aku butuh dukungan dari kalianšŸ¤—ā¤ļø


"

__ADS_1


__ADS_2