Pilihan!!

Pilihan!!
20


__ADS_3

Brukk....


Dinda terjatuh tersungkur karna tersandung dengan batu. Tangan nya tergores mengeluarkan cairan merah dari tangan putih nya. Dinda sangat malu akan kejadian ini tapi mau gimana lagi nasib sial datang padanya.


" Kenapa coba jatuhnya di sini sih ditempat yang ramai begini kan aku jadi malu. Ahhh... Sakit nya emang ngak seberapa tapi Malu nya itu" Guman Dinda dalam hatinya kesal akan kejadian ini.


" Aaawww..." Ringis Dinda kesakitan.


" Din...loh ngak papa" Salsa membantu Dinda berdiri sambil membersihkan baju dan lutut nya.


" Ngak papa hanya lecet sedikit kok" Ucap Dinda menunduk karna malu banyak orang yang melihat nya terjatuh sampai sampai ada yang tertawa.


Kalau bukan gara gara Salsa yang kelaparan ngak bakalan gue makan disini. Bukan Dinda sombong tapi karna dia jatuh dia jadi malu.


Dasar batu sialan ngak tahu waktu apa? main muncul aja loh...ihhh.. kesal banget " Guman Dinda yang dari tadi belum terima akan kejadian apalagi dengan batu sialan itu.


Mereka berdua duduk paling pojok untuk menyembunyikan mukanya yang malu akan tatapan orang orang.


" kamu pesan apa?" Tanya Salsa.


" Aku ngikut kamu aja deh" Ucap Dinda Sambil memainkan handphone miliknya.

__ADS_1


" Baiklah".


" Pak pesan Nasi goreng satu,Soto satu,ayam penyet satu minumnya teh manis hangat dua" ucap Salsa memesan makanan.


Disisi lain....


Radit juga melihat kejadian itu disana karna Dinda dan Salsa makan ditempat yang sama. Radit melihat siku dan lutut Dinda berdarah.


Radit berlari ke mobil untuk mengambil kotak P3K. Radit selalu menyediakan obat-obatan didalam mobil untuk berjaga jaga. walaupun Radit yang tergolong dingin tapi rasa kepedulian terhadap orang lain masih ada apalagi dia mantan dokter jadi Radit masih sanggup membantu semampunya.


" Nihh... bersihkan dulu luka nya nanti infeksi" Radit menyerahkan kotak P3K kepada Dinda.


Dinda masih menatap Radit bingung.


" Kak Radit disini juga" ucap Dinda kaku.


" hmm...aku juga lihat kamu jatuh tadi,siku sama lutut kamu berdarah makanya cepat bersihkan keburu kering" ucap Radit lembut memberikan kotak P3K.sambil mengeluarkan isi dalam kotak.


"makasih kak". Dinda membersihkan lukanya tapi kesulitan karna haru menunduk karna luka yang ada di lututnya membuat belahan dada nya kelihatan sehingga orang orang melihat ke arah Dinda. Radit yang melihatnya kesal dan langsung menyambar kapas ditangan Dinda.


" Loh kak ngapain"? tanya Dinda disela sela Radit membersihkan.

__ADS_1


" Makanya pake baju itu yg benar jangan asal pake" ucap Radit ketus menoleh pakaian Dinda.


" Astaga..." ucap Dinda terkejut.


Radit membersihkan lukanya begitu pelan dan pelan sampai" Dinda tidak merasakan rasa sakit. bagaimana mau sakit orang dokter ganteng yang bersihkan. Dinda tersenyum kecil melihat tingkah Radit yang peduli terhadap nya.


" Jadi sayang" Guman Dinda dalam hatinya.


" Selesai" Ucap Radit sambil membereskan kotak P3K.


" Makasih kak".


" Ciee...ciee.... ada yang lagi malam mingguan nih" salsa datang membawa makanan di nampan.


" apaan sih sal jangan buat kesal deh" ketus Dinda dengan wajah kesal.


" Maaf".


" Yaudah aku ke meja dulu " ucap Radit pergi tapi Dinda menangkap tangan Radit.


" Kakak makan disini aja biar rame" ucap Dinda tersenyum.

__ADS_1


" betul sekali" Salsa membuat dua jempol.


" Baiklah". ucap Radit.


__ADS_2