Pilihan!!

Pilihan!!
Bab 34


__ADS_3

Selesai mandi Radit keluar dari kamar mandi dilihatnya Dinda masih tertidur.


" Ini emang kebo" ucapannya menghampirinya.


" Din bangun udah pagi" panggil Radit lembut .


Dinda tak bergeming. Di pandang nya Dinda yang masih terlelap.


" Cantik" ucapnya.


" Dinda ayo bangun papa dan mama udah nunggu kita di bawah" ucap Radit menepuk bahu Dinda. Dinda akhirnya menggeliatkan tubuhnya.


" Dinda ayo bangun" ucapnya lagi.


" Hmm...apa sih Papa masih pagi juga " ucap Dinda dengan mata yang masih tertutup.


" What Papa? ini orang benar-benar ya buat naik gula naik. Dia pikir aku Papa nya ,aku ini Suami mu Dinda" jerit Radit dalam hatinya.


" Sayang kamu itu udah punya suami jadi ngak ada Papa disini hanya kita berdua " bisik Radit dengan lembut.


Dinda yang merasakan bisikan itu perlahan-lahan membuka matanya ,sayup- sayup dia melihat ada lelaki di dekatnya dan tiba-tiba dia menjerit.


" Ahhhh....Ah...." jerit Dinda.


Radit yang mendengar Dinda menjerit langsung membungkam mulutnya.


" Kamu ngapain sih teriak-teriak,buat malu aja. aku ini Radit suamimu buka orang jahat" jelas Radit sambil melepaskan tangan nya.


" Kamu ngapain dikamar? kamu ngak macam-macam kan tadi malam?" ucap Dinda sambil mengecek keadaan nya. Dinda bersyukur semuanya masih lengkap .


" Kamu pikir aku suka ngambil diam-diam yang ada ngak nikmat lagi kalau ngambilnya diam diam" jelas Radit turun dari ranjang.


" Cepat lah mandi, mama dan papa sudah dibawah " jelas Radit duduk di sofa.


" Iya" Dinda bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya di dalam,saat ingin melepaskan baju dia berteriak


" Ahh " teriak nya dari dalam. Radit yang mendengar itu langsung berlari ke depan pintu kamar mandi. Dia mengetuk pintu.

__ADS_1


" Dinda ada apa kenapa berteriak" panggil Radit.


Tiba-tiba saja Dinda keluar.


Bruk


Dinda tersandung dan untungnya dia terjatuh bersama Radit. Radit langsung memeluk Dinda.


Dinda yang melihat Radit ada di pelukannya langsung bangkit dari pelukan nya. mereka posisi lesehan di lantai.


" Kamu kenapa sih suka banget Teriak-teriak dipagi hari" tanya Radit.


" Itu ada kecoak" tunjuk Dinda


" Itukan hanya kecoak Dinda ngak mesti takut seperti ini" jelas Radit.


" Tapi aku takut " ucapnya menahan tangis dan menunduk.


Radit yang mendengar suara Dinda yang ingin menangis akhirnya dia menggeser posisi nya dan memeluk Dinda.


" Yaudah jangan menangis,nanti aku sudah bibi membersihkan nya. Cepatlah mandi" ucap Radit melepaskan pelukannya.


Saat ingin berdiri tiba-tiba Dinda kesakitan.


" Auwww" ringis Dinda.


" Kenapa?ada yang sakit?" tanya Radit panik


" sepertinya kaki ku keseleo " jelas Dinda sambil memegang kakinya yang sakit.


" Sini biar aku lihat" jelas Radit menarik kaki nya.


" Auww... pelan pelan mas,sakit tahu " ucap Dinda menahan tangan radit.


" Iya aku akan pelan-pelan,tahan ya" ucap Radit .


Radit mulia menyentuh kaki nya dan memijit dengan pelan tapi

__ADS_1


" Auwww mas, pelan sedikit. sakit tahu hiks...hikss pelan-pelan dong" ucap Dinda menangis.


" Ini udah paling paling pelan tahu, kamu nya aja ngak tahanan" jelasnya lagi .


Tak disangka Mama mertua Dinda mendengar suara teriakan Dinda dari arah kamar mandi.


Flashback on


Mama mertua naik keatas untuk membangun pengantin baru, pintu kamar tidak terkunci dan mama pun langsung masuk . saat masuk mama mendengar suara teriakan Dinda yang kesakitan. Mama mertua tersenyum lebar mendengar suara itu.


" Yes...bentar lagi dapat cucu baru yes..yes...yes.." Guman mama mertua kesenangan.


Semakin mama mendekat semakin jelas Dinda kesakitan dan tidak tahan. Karena tidak ingin merusak pembuatan cucu unggul akhirnya Mama mertua berjalan keluar dengan wajah yang bersinar dan kesenangan.


tidak lupa sambil keluar mengucapkan.


" Cucu baru....cucu baru.... cucu baru... bentar lagi punya cucu" ucapnya sepanjang perjalanan.


flashback off


" Mas jangan terlalu menekan sebelah situ" tunjuk Dinda.


" Kalau aku ngak pijat yang ini nanti ke sembuh" jelas nya.


" Tapi sakit mas" isaknya.


" Tahan sebentar lagi,jangan menangis" jelas


Radit memijat pergelangan kaki nya dengan pelan. Dinda mencoba menahan agar tidak menyulitkan Radit .


akhirnya selesai,Radit membantu dinda untuk masuk ke kamar mandi dan selesai mandi mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2