
Di ruangan, Dinda sedang fokus membaca beberapa berkas penting untuk ditanda tangani oleh nya. Dinda bekerja dengan teliti dan hati-hati senyum nya iya kerjakan dengan semangat dan tetap tersenyum.
"hmm.. akhirnya selesai juga" ucap nya. dia berjalan ke sofa dan membaringkan tubuhnya sebentar.
Drrttttt....dtrrtttt..... Ponsel Dinda berbunyi.
" Papa? Tumben nelpon" ucapnya. Dinda menekan tombol hijau .
"halo pa" ucap Dinda.
" Halo sayang . kamu sibuk ngak sore ini" tanya nya.
" nggak papa. emang kenapa?
" Nanti sore papa mau ngajak kamu sama teman lama mama sama papa dulu" ucap papa di sebrang sana.
" Baiklah Pa" ujar Dinda.
" yaudah kamu lanjut kerjakan nya. nanti papa kirim alamat cafe nya " ucap Pak Erik.
" Ya.. see you" Ucap Dinda mematikan telponnya.
Dinda kembali memejamkan mata nya. Hari hari dinda disibukan dengan aktifitas di kantor dan di toko kue. Diumur nya saat ini Dinda seharusnya sudah bisa menikah. Tapi karna sibuk dengan urusan pekerjaan untuk mencari kekasih pun tidak sempat .
Sore pun tiba Pak Erik dan Pak Dedi dan mama Mira sudah menunggu di cafe tempat mereka bertemu. mereka berbagi cerita satu sama lain ,karna sudah lama tak bertemu sambil menunggu Radit dan Dinda yang belum kunjung datang.
" Papa coba telpon Radit udah dimana" ucap mama Mira disela sela berbincang.
" Tunggu papa telepon dulu"
Pak Dedi menghubungi Radit .
drtt...drtt...drtt..
__ADS_1
" Halo Pa " tanya Radit
" Kamu udah dimana"?tanya pak Dedi.
"Lagi dijalan mau menuju ke sana" ucap Radit sambil menyetir mobil.
Radit pergi sendiri tanpa di temani Rudi.
" Baiklah.hati hati dijalan" ujar pak Dedi mengakhiri telponan nya.
*****
Radit pun sampai di cafe, dia memarkirkan mobilnya. Dia keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam cafe. tiba-tiba ada yang menabraknya ketika masuk ke dalam.
Brakkk...
Mereka berdua terjatuh dilantai.
" awwww ... mas kalau jalan pake mata dong jangan main nyolonong aja. Kan jadi rusak handphone saya mu" ucap perempuan itu kesal sambil bangkit membersihkan baju nya .
Flashback on
Saat Radit sampai di cafe dan memarkirkan mobilnya ternyata mobil Radit dan Dinda bersebelahan. mungkin Dinda ngak kenal mobil Radit dan Radit juga demikian. Saat Radit berjalan masuk dinda juga berjalan masuk sambil memainkan handphone nya. Saat Radit berbalik karna handphone tertinggal di mobil Radit tidak sengaja menabrak perempuan dibelakang nya.
Brakk...
Flashback off
" Mas harus ganti rugi" Dinda kesal karna handphone kesayangan nya retak tapi masih bisa menyalah. Dinda masih fokus sama handphone tanpa sadar siapa yang ada di depannya.
Radit melihat gadis yang didepannya sangat cerewet ingin rasanya memakannya karna dia juga salah. kenapa main handphone ketika berjalan.
" Hey Nona andalah yang harus bertanggung ja...." ucapan Radit terpotong saat melihat siapa gadis yang didepannya.
__ADS_1
"Dinda" ucap Radit.
Dinda yang sibuk dengan handphone tiba-tiba namanya di sebut langsung melihat kedepannya.
" Kak... Radit" ucapnya gugup.
" Maaf ngak sengaja" ucap Radit tanpa ada rasa bersalah. Ya karna disini juga Dinda salah ya kan.
" Iya ngak papa. tapi kakak harus ganti rugi juga" ucap Dinda santai.
"*Apaa...ganti rugi?" Radit mengangkat alis nya
" jelas jelas dia juga salah disini Bukanya ngak bertanggung jawab tapi semuanya kan ngak sengaja*" Guman Radit serasa dipermainkan.
" Kakak ngapain disini" tanya Dinda.
"mau bertemu seseorang" ucap Radit datar.
" Yaudah nanti saya transfer ke rek mu" sambung Radit.
" Oke" ucap Dinda tersenyum
"Cihhh...dasar matre" Guman Radit sedikit tersenyum menjengkelkan.
" Kalau kamu ngapain ke sini" tanya Radit.
" mau ketemu Papa" jawab Dinda membuka pintu cafe.
mereka masuk ke dalam. Dinda memperhatikan keberadaan Papa nya. Sama hal nya dengan Radit mencari keberadaan Ayahnya. Dinda yang sudah melihat papa nya tanpa sadar menarik tangan Radit ðŸ¤. Radit yang merasakan tangan nya ditarik oleh Dinda malah mengikuti nya.
" Papa" teriak Dinda memanggil papanya.
*****
__ADS_1
Selamat membaca 🥰🥰