
Hari mulai sore tapi Dinda tidak mau membuka matanya antara terlalu nyaman tidur di kasur milik Radit atau dia masih bermain main dengan mimpi nya bertemu dengan oppa oppa korea . Sejak Dinda dikamar, Radit tidak keluar kemana pun dia mala fokus dengan beberapa file yang dikirim Rudi tadi siang kerumah.
Radit menoleh ke arah Dinda yang tak kunjung bangun dari tidurnya. Radit mendekati Dinda dan duduk disebelah nya.
" Dasar kebo" ucap Radit pelan.
" Hey bangun apa kamu mau tidur bermalam disini bersama ku" bisik Radit.
Dinda tidak bergeming sama sekali malahan dia menggeliatkan tubuhnya yang masih berbalut kebaya.
"Astaga apa dia mau menggoda ku " batin Radit.
" Dinda bangun" teriak Radit pas di telinga Dinda.
Dinda yang mendengar teriakkan Radit langsung bangun " Apa apa..." tanya Dinda terkejut dan langsung duduk.
" Dasar kebo " ucap Radit.
" Siapa yang kebo" tanya Dinda dengan suara serak khas bangun tidur.
"kamulah "
" Hmm..." Dinda berdehem saja akan ucapan Radit padanya setalah itu Dinda kembali memeluk bantal guling.
Brukk..Dinda kembali tidur.
" betul kebo nih cewek" ucap Radit.
Radit yang mulai kesal langsung mengangkat Dinda ke kamar mandi.
__ADS_1
Bruk..Radit langsung menjatuhkan Dinda bathtub 🛁🛁 .
" Aaawww....." pekik Dinda kesakitan di bagian punggung nya.
Radit yang melihat Dinda kesakitan Mala tertawa terbahak-bahak.
Dinda hanya diam dan menunduk. sesekali dia menghapus air mata nya. Seketika Radit terdiam melihat Dinda.
" Kenapa dia, kenapa dia tidak marah atau melawan? " batin Radit.
" Hey kebo kenapa kamu ngak marah kepada ku" tanya Radit sambil jongkok di dekat Dinda.
Dinda tidak menjawab dia semakin menyembunyikan wajahnya dengan rambutnya. Dinda yang merasa kesal dengan sikap Radit yang begitu keras terhadap wanita.
Dinda merasa sedih akan apa yang terjadi dalam kehidupan nya harus menikah dengan pilihan Mama yang memiliki sikap yang keras kepada wanita. Suara Isak Dinda mulia terdengar. Radit yang mendengar suara tangisan Dinda ,dia bingung.
" Hey kenapa menangis " tanya Radit sambil menyentuh rambut Dinda . Dinda langsung menipis tangan Radit dengan kasar.
" Maaf " ucap Radit pelan tapi masih terdengar oleh Dinda.
" Aa..aku mau pulang" tangis Dinda kini pecah di dalam kamar mandi dan berusaha bangkit dari bathtub tapi Dinda malah terjatuh kembali.
" Apa sakit " tanya Radit .
" Aku mau pulang " teriak Dinda sambil menangis hiks..hisk...hisk... " Ayah... tolong Dinda hiks..hisk...hisk...
Radit yang melihat Dinda menangis ada rasa bersalah karena ulahnya. Dilihatnya Dinda wajah Dinda yang kini menangis.
"Maaf...maaf ...maafkan aku " Batin Radit.
__ADS_1
Dinda menatap Radit begitu memohon dan memegang tangan Radit dengan gemetar.
" Aku mau pulang,tolong antar aku pulang ke rumah Papa" ucap Dinda gemetar.
Radit yang merasakan tangan Dinda gemetar mungkin Dinda takut kepada nya.
" Baiklah aku akan antar kamu pulang tapi kamu jangan menangis lagi" ucap Radit memeluk Dinda. Dinda tidak membalas pelukan Radit.
" yaudah kau gitu aku ambil baju kamu dulu di bawah ,Oke" ucap Radit melepaskan Pelukannya.
Radit turun ke bawah untuk mengambil pakaian Dinda. Mama Mira yang melihat Radit turun langsung bertanya.
" Dit dimana Dinda kok belum turun" tanya mama Mira.
" Dinda sedang mandi Ma makanya aku turun mau ambil pakaian Dinda" ucap Radit.
" Kamu tidak apa apain dia kan? " tanya mama Mira penuh selidik.
" Ngak Mah percaya sama Radit,senakal nakal nya Radit tidak akan pernah berbuat seperti itu, Radit masih bisa menghargai perempuan" ucap Radit.
" Yaudah mana pakaian Dinda"
" Ini" mama Mira menyodorkan paper bag milik Dinda.
" yaudah Radit naik keatas dulu" pamit Radit.
sesampainya dikamar mandi Radit memberikan paper bag kepada Dinda.
" Yaudah kamu cepat ganti baju setelan ini aku akan antar kamu pulang" ucap Radit pergi meninggalkan kamar mandi.
__ADS_1
*****
❤️❤️❤️