Pilihan!!

Pilihan!!
22


__ADS_3

DIMEJA MAKAN...


Pak Erik menikmati masakan Dinda. Dinda memang tidak bisa memasak tapi dia belajar untuk membuat nasi goreng, itu pun dia belajar dari YouTube 2 bulan yang lalu.


" Bagaimana Pa masakannya?enak" tanya Dinda tersenyum.


" Sangat enak" jawab Papa.


" benarkah? aku tidak percaya kalau rasa nya enak" Dinda mencicipi masakan nya. tiba tiba dia memuntahkan makannya.


" ihh..papa bohong. makanan asin gitu dibilang enak. ngak usah dimakan Pah nanti sakit perut" ucap Dinda sedih.


" Menurut papa enak kok.papa suka " tambah nya.


" Terserah papa deh".


Dinda sedih karna makanan tidak enak.


Gimana mau enak, Dinda saja tidak bisa membedakan mana ketumbar dan merica apalagi dengan bumbu yang lainnya.


Dinda naik ke kamar mengambil tas nya untuk berangkat ke kantor. Papanya sudah berangkat terlebih dahulu kekantor . Dinda memang diberi tanggung jawab yang besar di perusahaan papa nya tapi Dinda tidak akan lama bekerja di perusahaan papa karna Dinda ingin mandiri.dia tidak ingin bergantung kepada Papanya terus menerus dia ingin bangkit dengan usahanya sendiri. Pak Erik juga tidak memaksanya untuk bekerja di perusahaan yang terpenting Dinda bahagia apapun itu.



*Penampilan Dinda kekantor 🌼


Dinda mengendari mobil nya karena mobil nya semalam sudah diantarkan pak ujang supirnya Radit.


" Selamat pagi Buk" sapa karyawan di kantor.


semua kaum Adam terpesona dengan kecantikan Dinda pagi ini dengan dress putih dan sepatu coklat membuat nya terlihat sempurna.


" Pagi semua nya" jawab Dinda tersenyum dan melanjutkan langkahnya ke ruang nya.


*****

__ADS_1


Rumah Radit...


" Pagi Ma...Pa..." Sapa Radit bergabung di meja makan.


" Pagi sayang" ucao serempak.


" hari kamu sibuk ngak sayang? " tanya mama Mira.


" Ngak Ma. emang ada apa" tanya Radit.


" kamu masih ingat ngak beberapa bulan yang lalu mama ajak kamu keluar? masih ingat ngak?"tanya nya kembali.


" hmm...Radit ingat. jangan bilang mau kenalkan Radit sama anak anak sosialita mama.radit ngak mau" ucap Radit tegas.


" Tahu aja,tapi bukan sama anak anak sosialita mama tapi...kamu datang aja nanti cafe xx nanti mama kirim alamat nya" Ucap Mama Mira tersenyum.


" terserah mama " jawab Radit malas.


" gitu dong baru anak mama" mereka melanjutkan sarapan pagi.


selesai sarapan Radit pergi kekantor. Rudi sudah menunggu Radit dari tadi di ruang tamu.


" apakah tuan baik baik saja? dari tadi wajah tuan terlihat sangat murung " tanya Rudi hati hati.


pagi ini mood Radit sangat buruk membuat Radit hanya terdiam dengan sorotan mata yang tajam.


Radit tidak menjawab pertanyaan dari Rudi tapi dia menatap Rudi dengan mata yang tajam seakan-akan ada yang ingin menerkam. tiba tiba dia mengingatkan akan perkataan mamanya kemarin.


" Rudi...apa yang kau katakan lagi pada mama" tanya Radit sedikit menekan nadanya.


" maksudnya tuan" Rudi mulia gemetar akan tatapan mata Radit tali tetap fokus kejalan.


" Jangan pura pura lupa aku tidak suka bertele tele .apa kau sudah bosan bekerja dengan saya sehingga kau memfitnah aku kepada mama..Hah" ucap Radit meninggikan suaranya.


Rudi menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


" ohh.. masalah itu maafkan saya tuan" ucap Rudi .


" apa alasan kamu berkata seperti itu. kamu harus bertanggung jawab atas perkataan mu" ucap Radit membuang pandangan nya.


" Pake alasan ya tuan?


" jawab saja " ketus Radit.


Rudi menjelaskan tentang keadaan saat dirumah kemarin tanpa tersisa. Radit yang mendengar kan merasa malu akan sikapnya kepada Rudi. bagaimana jadi kalau mamanya mendengar kondisi ku saat itu. Radit tersenyum akan kegilaan.


" apa bos masih ingin memecat ku" tanya Rudi menyadarkan lamunan tuan nya.


"iya kenapa?" ucap Radit asal.


" Baiklah"


Rudi menepikan mobilnya dipinggir jalan.


" ngapain berhenti?"tanya Radit.


" kan hari ini saya sudah dipecat dan tuan bukan bos saya lagi" jawab Rudi santai . Rudi hendak keluar tapi Radit menahan tangannya.


" Apa yang kamu lakukan,aku hanya


bercanda dengan kata kata ku. aku hanya sedikit kesal kepada mu kemarin karna mama mikir aku sudah punya pacar dan mama suruh aku cepat menikahi nya. Maaf .." Radit menjelaskan .


Rudi yang mendengar kata Maaf dari Seorang CEO membuat Rudi ingin rasanya tertawa terbahak-bahak apalagi ekspresi tuanya saat ini sedang mode memohon.


" Baiklah bos" senyum Rudi.


Mereka melanjutkan perjalanan ke kantor.


****"


Selamat Membaca💕

__ADS_1


__ADS_2