Pilihan!!

Pilihan!!
04. Pengenalan Toko


__ADS_3

Dinda wijaya anak sulung dari bapak Erik Wijaya dan Ibu Mira tercinta.


Dinda saat ini berkuliah di salah satu universitas yang terkenal di Bandung. universitas ini adalah salah satu universitas yang Dinda impikan dari dulu dan ternyata Dinda berhasil masuk ke universitas itu.


saat ini Dinda mulai menyusun skripsi nya karna dia akan menyelesaikan pendidikan nya. Dinda mengambil jurusan Manajemen karna dia ingin meneruskan bisnis ayahnya.


Ayahnya Dinda saat ini berapa di luar kota sedang mengurus proyek yang sedang ada sedikit masalah. Erik langsung turun kelapangan jika terjadi sesuatu ataupun kesalahan. Erik tidak ingin bertele-tele atau pun Lambat dalam mengatasi sebuah proyek.


Pak Erik adalah ayang tegas dan sayang kepada Dinda dan Istri nya. Pak Erik Walaupun sibuk di dunia bisnis tapi Pak Erik tetap mengutamakan keluarga tercinta nya.

__ADS_1


tapi entah kenapa saat itu Pak Erik tidak mengetahui kejadian yang menimpah keluarga nya yang ada di Bandung.


setelah pekerjaan nya sudah beres,Pak Erik mengaktifkan kembali handphone nya dan ingin menelpon istrinya untuk menanyakan apakan ada titipan untuk di Bawak pulang.


tapi pak Erik tersungkur di lantai karna melihat pesan dan panggilan yang begitu banyak dari putri nya dan mengatakan bahwa Mama sudah tiada. Pak Erik langsung mengatakan kepada sekretaris untuk memesan tiket pesawat untuk kembali ke Bandung secepatnya.


Tak butuh banyak waktu Pak Erik sudah sampai di rumah sakit dan langsung mencari keberadaan Anaknya dan Istri nya.


pihak rumah sakit yang mengenal Pak Erik Wijaya langsung mengarahkan ke ruangan istrinya yang berada di ruang mayat .Pak Erik menangis melihat tubuh istri tercinta nya kaku dan dingin terbalut oleh kain putih yang menutupi wajah istri nya . Pak Erik membuka kain putih tersebut dengan gemetar dan menangis. Tiba-tiba Pak Erik terjatuh melemas akan apa yang lihat nya . Ya... itu tubuh istri tercintanya yang sudah kaku dan pucat. Pak Erik manggis tersedu-sedu akan kepergian istrinya .

__ADS_1


sekretaris yang menemani disana ikut menangis akan kesedihan bos nya yang selamanya ini terlihat tegas dan menakutkan tapi saat ini terlihat lemah dan terpukul atas kepergian istrinya. Pak Anton pun mendekati bos nya . " Sudahlah bos, ikhlas kan kepergian Nyonya, biarkan nyonya pergi dengan tenang. Ingat bos masih ada Dinda yang menemani Bos" Ujar Pak Anton sekretaris nya.


Pak Erik yang mendengar nama Dinda langsung berdiri dan langsung mencari keberadaan anaknya. Pak Anton langsung mengikuti nya dari belakang. karna jujur saja Pak Anton juga sangat takut berada disana berlama-lama karna jika bos nya menyuruh untuk tinggal di sana untuk menemani istrinya disana (ruangan Mayat) bagaimana pun jika sudah disuruh menemani ya harus tetap menerima kenyataan.


Pak Erik tiba dikamar yang tunjukkan suster langsung membuka pintu. Pak Erik yang melihat Puti sulungnya terlihat sangat terpukul dan takut, pak Erik langsung memeluk Putri nya dan menangis.


Dinda yang merasakan pelukan dari ayahnya langsung menangis sejadi-jadinya.


" Ayah kenapa ayah lama sekali menolong kami dan ayah tahu mama sekarang sudah meninggalkan kita untuk selamanya" ujar Dinda terbanta banta sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


__ADS_2