Pilihan!!

Pilihan!!
27


__ADS_3

Waktu sudah malam Radit baru sampai di rumah Ayahnya. Semenjak Orang tuanya kembali ke Indonesia Mama nya meminta Radit untuk tinggal bersama sama dengan mereka. Karna Dea sudah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan Kuliah nya disana.


Mama Mira dan suaminya masih diruang tamu menikmati secangkir kopi sambil menunggu Radit.


" Malam Ma Yah" ucap Radit memberikan salam.


" Malam sayang. Tumben banget lama pulangnya,Sibuk banget ya" tanya mama Mira melihat Radit yang pulang malam hari. ngak seperti biasanya.


" Tadi ada pekerjaan yang mendesak Ma" ucap Radit duduk didepan mamanya.


Radit yang menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan menarik nafas dalam-dalam huhuh....


" Dit.. bagaimana kamu udah ada jawaban tentang perjodohan ini" Tanya mama Mira .


" Ma... bagaimana bisa Radit menikah dengan perempuan yang Radit cintai" jawab radit lemah menatap Mamanya.


" Mama yakin dengan berjalan nya waktu Cinta akan tumbuh dengan sendirinya" Ucap mama Mira lembut.


" Ma Radit bisa cari pendamping hidup Radit " ucap Radit berdiri . Bukan Radit kesal sama mama tapi Radit sudah besar dia sudah bisa menentukan siapa yang pas untuk nya tapi tidak melalui Perjodohan ini.


" Dinda yang cocok sama mu Nak, percaya sama mama" ucap mama Mira melihat Radit.


" Kasih Radit waktu ma untuk memikirkan nya" Ucap Radit meninggikan Mama Mira diruang tamu.


" Papa bantu Mama ngomong sama Radit . kenapa papa hanya diam aja " Ucap mama Mira kesal karna Pak Dedi tidak membantu nya tadi .


" Besok papa bicara dengan Radit.kasih dia waktu untuk malam ini untuk memikirkan jawaban nya" Ucap Papa Dedi tersenyum memeluk Istrinya.


Karna dia tahu bagaimana sikap istrinya yang sangat sayang kepada Dinda calon menantu nya ehh.. maksudnya menantu kami.


" Awas aja kalau papa bohong. jangan harap bisa tidur dikamar" Ancam mama Mira.


" Mama sudah berani ngancam Papa" ucap pak Dedi mengkelitiki perut istri nya.


" Ihhh... papa geli tahu" ucap mama Mira disela sela kejahilan Suaminya.


"yaudah kita kekamar istirahat" ajak suaminya.


"hmm".

__ADS_1


***


Matahari sudah memancarkan sinar nya melalui jendela kamar nya membuat Radit enggan membuka matanya karna hari ini hari Minggu. Radit duduk dengan wajah yang belum sadar sepenuhnya. Huaaaaaa.... Dia menguap beberapa kali .


Setelah sudah sadar dari tidurnya dia pun beranjak dari tempat tidur kekamar mandi. Beberapa menit kemudian Radit sudah memakai pakaian santai ala ala rumahan.


Dia oun turun ke bawah untuk bergabung sarapan pagi bersama orang tua nya.


" Morning " ucap Radit duduk di sebelah mamanya.


" Morning sayang" balas mama.


" Kamu mau makan apa? tanya mama Mira.


" Nasi goreng aja Ma".


Mama Mira menyendok nasi goreng buat Radit dan satu gelas susu.


" Mam... Ayah mana ? Kenapa ngak sarapan pagi?tanya Radit Karna dia belum bertemu dengan Ayahnya pagi ini.


" Ayah masih dikamar katanya kurang enak badan" ucap mama Mira .


" Tumben ayah sakit. Aku ke kamar ayah dulu lihat kondisi Ayah" Radit bangkit dari tempat duduk nya menemui ayah.


" Ayah bisakah Radit masuk? "tanya Radit Ari luar.


Ayahnya yang mendengar suara Radit membuka pintu.


" Masuk lah Nak" ucap ayahnya.


" apa ayah sakit?".


" Ayah hanya sedikit pusing,Ayah udah biasa sakit kepala nanti juga baikan kok" ucap ayahnya.


" Yakin papa ngak apa apa ? kita ke rumah sakit aja ayah" ajak Radit khawatir.


" tidak perlu, ayah baik baik saja" menyakinkan Radit.


Mereka berdua berbincang bincang santai di kamar menghabiskan waktu libur hari ini. Mama Mira datang ke kamar membawa dua cangkir kopi dan beberapa potong cake yang dipesannya dari luar.

__ADS_1


" Nih minum kopinya dulu" Ucap Mama Mira.


" Makasih Ma" ucap Radit. Radit mengambil sepotong cake yang dibawah mamanya.


" Kok enak banget cake nya ngak biasanya" Guman Radit dalam hatinya Karna cake yang ini berbeda dengan yang kemarin kemarin.


" Mama beli cake ini dari mana? tumben enak banget" tanya Radit sambil memakan cake nya.


" Masak sih enak" Mama Mira mengambil cake dan mencoba nya. Hmm...enak banget baru kali ini Mama suka sama cake rasanya enak banget" Puji Mama Mira untuk cake nya.


" Tapi mama ngak tahu dari mana Bi Sum memesan cake ini. Tapi nanti mama tanya Bi Sum biar di beli beberapa cake untuk stok di kulkas" ujar Mama Mira memakan cake nya.


Drrttttt...drttt.... handphone Mama Mira berdering. Mama Mira berjalan mengambil handphone yang terletak dimeja riasnya. Terlihat nama panggilan yaitu Pak Erik (Biasa calon besan😉). Mama Mira langsung mengangkat panggilan nya.


"Halo" Ucap mama Mira.


" Halo Bu Mira " balas Pak Erik.


" Tumben Pak Erik nelpon,ada apa ? tanya mama Mira.


" Mungkin ini akan berita bahagia buat keluarga karna Dinda sudah menyetujui Perjodohan ini"ucap Pak Erik.


" Serius Pak" Mama Mira tersenyum bahagia karena Dinda menerima perjodohan ini.


" Iya Buk, tapi Dinda meminta satu syarat untuk perjodohan ini" ujar pak Erik kembali.


" Apa syaratnya" Tanya mama Mira antusias.


" Dinda ingin setelah menikah nanti dia tetap bekerja " Itu syarat dari Dinda.


" Hanya itu saja Pak? tidak ada yang lain?" Tanya mama Mira.


" hanya itu saja buk. Apakah Nak Radit sudah menerima perjodohan ini? Tanya pak Erik.


" Saya akan mengurus Radit pak Erik tenang saja " Ucap mama Mira di sebrang sana.


" Baiklah aku harap dia menerima nya. kau begitu saya matikan dulu. saya terima kabar baik dari ibu " Ucap Pak Erik mematikan telponnya.


Tuttt...tutt...

__ADS_1


*****


Happy reading 🤗🤗


__ADS_2