Pilihan!!

Pilihan!!
05


__ADS_3

"maaf kan Ayah sayang tidak bisa menjaga kalian" Ujar Pak Erik menangis.


" Tapi Mama sudah tiada Ya"Balas Dinda memeluk erat Ayahnya.


Pak Erik hanya terdiam melihat terpukul nya Dinda atas kepergian mamanya.


Pak Anton dan dokter Radit yang melihat kedua nya sedih atas kepergian Ibu bos nya dan mama dari pasien tersebut.


Dokter Radit yang tidak tahan melihat keduanya langsung keluar dari ruangan agar bisa menenangkan pikirannya.


"Pak sebaiknya kita mengurus jenazah Ibu,Pak" ujar Pak Anton kepada bosnya. "Tolong kamu urus semuanya dengan anak anak yang lain" Ujar Pak Erik memerintah Kepada Anton sekretaris pribadinya.


" Baik bos,saya akan uruskan" jawab Pak Anton keluar dari ruangan.


Setalah dilokasih pemakaman,Dinda terus menangis tersedu-sedu, Bi Ina yang memopong Dinda terus agar tidak terjatuh karna saat ini keadaan Dinda Sangat lemah.

__ADS_1


Pak Erik menggunakan kaca mata hitam agar tidak terlihat pandangan orang-orang kepada Pak Erik yang menagis .


usai sudah pemakaman Mamanya keluarga dan Dinda juga sudah kembali ke rumah.


saat ini Dinda berada di kamar selalu teringat akan Mamanya membuat dia semakin menangis. "Siapa pria itu? kenapa dia tega membunuh mama ku? apa salah orang tua ku? " Batin Dinda yang terus bertanya-tanya.


####


2 Tahun kemudian


Dinda sudah lulus kuliah,kini dia bekerja di perusahaan milik ayahnya. Dinda semakin hari semakin cantik,membuat semua kaum Adam terpikat akan kecantikan nya. bagaimana tidak terpikat,Dinda sangat rama kepada seluruh karyawan yang ada di kantor sampai-sampai tukang OB dan Security juga dia selalu menyapa .


Ting...


lift terbuka dan Dinda keluar dari lift menuju ruangan nya. Dia menjabat sebagai Direktur Utama milik Ayahnya . Sebenarnya Dinda tidak ingin menduduki jabatan itu karna semakin hari Dinda tidak terlalu suka bekerja di kantor karna Dinda ingin melanjutkan hobinya yaitu membuat kue. Semenjak kepergian mamanya Dinda lebih menyukai kesendiriannya dan setiap hari dia membuat kue dan dia berencana membuka toko kue.

__ADS_1


Waktu sudah sore,Dinda pun Merapikan meja dan tas nya untuk bersiap siap pulang kerumah.


drett...drettt...


" Halo" ujar Dinda


" Halo Din,loh masih kenal aku kan?" balas orang yang menelpon.


" Siapa ya? aku ngak kenal " jawab Dinda yang masih berpikir karna sejauh ini dia tidak pernah memberikan nomer HP nya ke sembarang orang karna dia sampai saat ini masih trauma akan orang baru yang mendekati nya.


" Ihhh... susah banget sih kamu, masak secepat itu kamu melupakan ku" balas nya Kembali dengan suara frustasi yang dibuat nya.


" aku tidak kenal kamu melalui telepon tapi kalau ketemu mungkin bisa aku mengenal nya"jawab Dinda kembali.


"ahhh aku ngak mau ketemu sama kamu,masak iya lewat telpon kamu ngak kenal aku" jawab nya dengan nada sedikit kesal tapi hanya pura pura.

__ADS_1


" hmm... sekarang kamu jawab jujur nama ku siapa dan tolong kamu jangan buat aku tebak tebakan?" tanya Dinda dan sedikit tegas atas pertanyaan nya.


" Nama ku Dea, apakah kamu ingat ? " tanya Dea balek. " Astaga Dea...maafkan aku ngak mengenal suaramu. soalnya suara kamu udah berbeda sekarang ini" ujar Dinda dengan nada rendah. " Iya ngak papa Din sekarang kamu cepat pulang aku udah lama nunggu" ujar Dea langsung mematikan telponan mereka.


__ADS_2