
saat dirumah
" Hmm...capek banget hari ini" ucap Dinda saat sampai di rumah dan langsung berbaring di sofa, kebetulan sofa nya sangat besar seperti tempat tidur.
" Lapar tapi malas masak,tapi mau dimasak pun aku ngak tahu. Mau gofood nanti mas Radit marah lagi,tapi apa urusannya sama dia,diakan ngak peduli juga sama ku buktinya dia ngak mau makan masak ku tadi pagi" ucapnya sambil mengacak acak handphone nya.
" Bodoh amat mending mikirin hidup sendiri dari pada orang lain, apalagi ngak bisa menghargai kita sebagai istri nya" ucapnya lagi dengan nada kesal.
pada akhirnya dia memesan makanan dari luar, setalah dia memesan dia pergi kekamar untuk bersih-bersih sebelum gojek gofood nya datang.
Tak menunggu berjam-jam akhirnya gojek nya datang tapi yang memesan tak kunjung turun untuk menerima pesanan nya. siabang gojek sudah menekan- nekan bel rumah tapi sipemilik rumah tak kunjung membuka nya. dia duduk sebentar sambil berusaha menelpon si Mbak nya.
Tapi Ternyata Dinda tertidur di kamar mandi didalam bathtub, ternyata dia berendam sebentar tapi di lupa akan pesanannya.
Tiba-tiba...
" Mau cari siapa mas? " tanya Radit yang baru pulang dari kantor. kebetulan dia melihat ada seseorang duduk di halaman rumah nya.
" Oh ini mas,saya dari gojek makanan ingin mengantar pesanan makanan ke alamat ini" ucap siabang gojek sambil menunjukkan alamat nya dan si pemesan.
Radit yang melihat atas nama Dinda langsung menarik nafas.
" Mas siapa nya ya? bisa nitip ngak mas ? soalnya saya sudah 1 jam disini nunggu mbaknya" jelas bang gojek lelah.
Radit yang masih diam akhirnya dia " Baiklah, kebetulan saya suami nya , biarkan saya saja yang menerima nya, maaf kalau istri saya lalai ini ada uang bapak bisa ambil atas kesalahan istri saya" ucap Radit.
" Makasih mas, untung suaminya baik " puji bg gojek.
" Sama-sama pak" balas Radit .
****
Clek...
pintu rumah terbuka, dilihat nya ruang tamu kosong tidak ada siapa-siapa disana. dia berjalan kearah dapur tapi kosong juga akhirnya Radit berjalan kearah kamar Dinda yang sedikit terbuka. Didorong nya pelan-pelan agar tidak menganggu Dinda yang ada bisa ribut lagi.
diletakkan tas kantor nya dan juga makanan yang tadi dia ambil.
Dilirik nya ke kanan dan kiri tidak ada orang tapi keran air terus mengalir dan sudah penuh kedengaran nya. Radit berjalan ke arah kamar mandi dan ternyata Dinda ketiduran di bathtub dengan air yang sudah penuh.
" Astaga cobaan apalagi ini,kenapa Engkau memberikan sesuatu luar batas kemampuan ku ya Tuhan" jerit Radit dalam hatinya. Bagaimana mungkin dia bisa menahan diri kalau yang ada didepannya mengundang perhatian untuk berniat jahat.
Dia berjalan kearah Dinda sambil menutup sebelah matanya. Dirabahannya ke Samping untuk mendapatkan handuk untuk menutupi bagian tubuh Dinda.
Bluk....
__ADS_1
Radit melemparkan Handuk tepat ke wajah Dinda yang tidur. dirapikan nya sedikit agar rapi dengan mata yang masih tertutup.
Dinda yang merasakan ada sesuatu yang mengenai wajah di mulai menggeser geser badannya dan dia mulai membuka matanya.
Sontak Dinda teriak membuat Radit terjungkal kedepan akhirnya Radit terjatuh ke dalam bathtub bersama dengan Dinda.
" Ahhh.... Ahhhh...Ahhhh...." teriak Dinda sangat keras sampai-sampai ruangan itu penuh dengan suara Dinda.
" Ahhhhh....apa apaan sih kamu" teriak Radit kembali.
Dinda celingukan mencari sesuatu supaya menutupi tubuhnya,tapi sayang nya handuk yang tadi Radit buat malah terhempit oleh Badan Radit. posisi mereka saat ini berpelukan.
" Mas apa apaan sih main masuk aja ke kamar Dinda " ucap Dinda kesal.
" Kamu itu kalau pesan makanan diingat " jawab Radit kesal.
"Mas tahu dari mana kalau aku pesan makanan?" ucap dinda.
" Tuh tukang gojeknya ketiduran di depan rumah " jawabnya.
"ohh"
" Mas minggir dong,betah amat di sini" ucap Dinda sambil menutup dadanya.
" Mas... minggir dong...mas" ucap Dinda kembali, karena Radit tak kunjung minggir dari tubuhnya.
" *Mulut kecil itu membuat ku merindukan sesuatu yang dulu pernah terjadi" Guman Radit.
"Bisakah aku mengambil nya Kembali" Guman nya Kembali membayangkan sesuatu.
Radit mulai mendekati Dinda , semakin dekat semakin dekat membuat Dinda was was kepada Radit. Dinda berusaha menahan bahu Radit yang mulai mendekat ke bahunya. Tatapan Radit yang tidak dapat lagi dikondisikan,Radit saat ini hanya fokus kepada Dinda, Radit tidak mendengar suara Dinda siapa di lepas.
"Mas minggir dong...mas " ucap dinda lembut.
Radit yang dari tahan menahan diri akhirnya dia memberikan diri.
" Aku sudah tidak bisa menahan nya Dinda" ucap Radit lemas di pelukan Dinda.
" Apa sih mas maksudnya,jangan aneh-aneh deh. makanya lepas dulu" ucap Dinda kembali.
Tanpa sadar Radit mulai mencium Dinda dengan sangat lembut.
Cup...
Cup.... Sentuhan Radit membuat Dinda terdiam sejenak, bahkan dia tidak bisa berkata-kata. Radit yang sudah terbakar oleh gairah dia mulai melumatkan bibir Dinda. Dinda tidak membalas ciuman Radit Karena dia masih terdiam. Radit mencoba untuk membuat Dinda mau membalas ciuman nya tapi Dinda juga tak kunjung membalasnya,dengan cepat Radit mengigit bibir Dinda dan akhirnya Radit menguasai seluruh nya. Dinda juga yang merasakan kenikmatan yang luar biasa dari Radit,dia mulai membuka mulutnya dan entah bagaimana dia langsung membalas ciuman Radit. Radit pun tersenyum puas melihat Dinda yang membalasnya.
__ADS_1
Tak cukup dengan itu,Radit mulai melingkar kan tangan nya ke pinggang Dinda tapi tetap ciuman mereka tidak lepas. Dinda yang sudah tidak bisa mengontrol diri dan dia mulai membuka kancing baju Radit.
" Pelan-pelan sayang,pasti sampai kok" bisik Radit membuat Dinda semakin semangat untuk membukanya.
Radit membantu Dinda membuka bajunya dan juga yang lain nya. Tangan Radit sudah tak bisa di kondisi kan saat ini. Sentuhan jari-jari itu membuat Dinda semakin gila.
" ahhh...aku ngak kuat lagi " ucap Dinda lemah.
" Sebentar lagi sayang,kita akan memulai nya" bisik Radit. Dinda menarik rambut Radit seakan-akan menyuruh cepat.
Radit yang menyadari bahwa tempat mereka saat ini tidak nyaman,dia bangkit dari bathtub dan mengendong Dinda ke tempat tidur dengan keadaan tidak mengenakan sehelai benang pun,dia mengangkat Dinda.
Dibaringkan nya Dinda di sana.
" Mas" ucap Dinda menatap Radit yang berada di atas tubuh nya.
" Kenapa sayang? " tanya Radit.
Dinda menggeleng kan kepalanya tapi dengan wajahnya yang sedikit sedih.
Radit yang tahu kondisi Dinda langsung mencium nya kembali untuk memberikan keyakinan kepada Dinda.
" Mas ingin kita memulai nya dengan sungguh-sungguh sekarang. Mas ingin kamu jadi milik mas seutuhnya dan selamanya.
mas ingin memiliki penerus di keluarga kita" ucap nya tegas .
" Mas yakin? mas ngak akan meninggalkan Dinda setelah kita melakukan nya. Mas melakukan nya hanya Karna nafsu atau cinta?" tanya Dinda.
" Mas melakukan nya Karena mas cinta sama kamu" jawaban sambil mencium bibirnya.
Dinda tersenyum dan memeluk Radit dengan penuh kelembutan.
" Sayang kita mulai ya,mas ngak tahan lagi" bisik Radit.
Dinda hany menundukkan kepalanya menandakan iya siap.
JANGAN LUPA
VOTE
KOMEN
LIKE
🔥🔥🔥🔥🔥🔥*
__ADS_1