
" Dinda kalau begitu Mama pergi dulu ya sayang,mama udah ditunggu disana" ujar Mama Mira menunjukkan laki- laki berjubah putih yang menunggunya. " Siapa mereka Ma?kenapa mereka memakai baju putih dan kenapa mama memakai baju yg sama dengan mereka?" Ujar Dinda memberikan banyak pertanyaan dan bingung.
Mama Mira hanya tersenyum dan melepaskan Pelukannya dengan Dinda dan mengelus rambut putri nya.
" kamu baik- baik ya sayang,mama pamit titip salam sama Ayah" mama Mira melambaikan Tangan kepada Dinda yang menangis.
"Mama...jangan tinggalkan Dinda Ma. Mama ngak sayang sama Mira lagi?. Mama Kembali lah bersama Dinda dan Ayah Ma . mama tunggu Dinda Ma" teriak Dinda dan menangis sejadi -jadinya.
"Maafkan Mama sayang ".
Mama Mira pun sudah menghilang begitu saja bersama laki-laki yang bersama nya.
Dinda bermimpi Ibu nya yang datang dengan mengucapkan salam perpisahan kepadanya dan membuat Dinda menangis.
" Mama jangan tinggalkan Dinda Ma. Mama... kembali lah pada ku Ma" ujar Dinda yang teriak" di dalam mimpinya dan membuat suster yang menjaga nya bingung dan berusaha membangunkan nya.
__ADS_1
" Dinda sadar lah, Dinda" Ujar suster siska menepuk pipi Dinda supaya sadar.
Dinda mulai sadar dan menatap lurus ke depan dan mulai melihat ke kanan dan kiri berusaha mendapatkan pandangan dari Ibunya, tapi nyatanya pandangan nya hanya Suster yang menjaga nya.
" Suster mama Dinda dimana? " tanyanya kepada Suster Siska dengan nada yang lemah .
" Dinda kamu harus kuat dan ikhlas ya ,karna mama kamu sudah tiada pergi meninggalkan Dinda " balas suster Siska dengan nada yang lembut dan hati- hati agar Dinda lebih tenang.
" Kenapa mama meninggalkan Dinda sendirian Sus?kenapa? apa Dinda nakal kepada mama? kenapa mama tega sus? apa mama ngak sayang Dinda dan Papa? " ujar Dinda begitu banyak pernyataan dengan tatapan kosong dan menangis. " Dinda yang sabar ya, Allah lebih sayang sama mama Dinda . Allah Ngak mau buat Mama Dinda lebih sakit di dunia ini. Jadi Dinda harus kuat dan ikhlas ya " jawab suster Siska menenangkan Dinda.
Tiba-tiba Dinda memeluk erat Suster Siska dan menangis sejadi jadinya di pelukan Suster Siska.
" Maaf Dok, saya ngak tahu kalau dokter sudah datang" Ujar Suster Siska.
" Tidak apa apa" jawab Dok Radit singkat."Kalau begitu saya permisi dok ".
__ADS_1
" Silahkan" Jawab Dok Radit.
Radit melangkahkan kakinya untuk melihat keadaan Dinda lebih dekat.
" Bagaimana keadaan mu apa sudah lebih membaik? " ujar Dokter Radit kepada Dinda Yang masih melamun dengan tatapan kosong.
Dinda tidak menjawab pertanyaan Dari dokter Radit. Dia hanya menangis dan menangis.
" Dinda " ujar Dokter Radit lembut memanggil namanya dan memegang tangan Dinda.
Dokter Radit sangat kasihan melihat keadaan Dinda Yang saat ini atas Musibah yang menimpanya. Ada rasa yang sangat sedih yang mendalam terhadap Dinda.
Dinda yang merasakan sentuhan seseorang langsung menatap nya.
" Tolong antarkan Dinda ke pemakaman Mama Dinda" ujar Dinda memohon kepada orang yang di hadapan nya.
__ADS_1
Dokter Radit yang mendengar permintaan Dinda ingin menemui pemakaman ibunya yang terakhir kali Dokter Radit langsung menganggukkan kepalanya .
Dinda yang melihat langsung semangat dan langsung tersenyum kecil atas persetujuan Orang yang didepannya.