Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
PROLOG


__ADS_3

Di usia 4 tahun. hal yang sering di lakukan anak anak untuk bermain, menghafal huruf, dan bersosialisasi dengan teman yang seusianya.


Berbeda dengan anak laki laki yang satu ini. Di usianya yang masih kecil ia sudah di ajarkan memanah, belajar menembak tepat sasaran, dan lebih parahnya lagi ia di ajarkan cara membunuh orang bak malaikat pencabut nyawa.


Ayahnya selalu melarang ia bermain bahkan ayahnya tak segan segan menghukumnya dengan cara mengukir tubuhnya menggunakan pisau, di usianya yang masih kecil ia sudah menerima kekerasan fisik dari ayahnya , tapi ayahnya selalu berkata ia melakukan itu semata mata demi kebaikannya. Meski begitu ayahnya selalu menyayanginya walaupun caranya berbeda dengan ayah pada umumnya.


Kehidupannya berubah drastis saat ia remaja. Sifat dan prilakunya berbeda ia selalu haus akan darah. Itu lah yang ayahnya mau ia di jadikan manusia tak berperasaan, selalu haus akan darah, bersifat dingin dan kejam. Ayahnya ingin ia menjadi anak laki laki yang kuat, tak takut pada siapapun, dan tak kenal ampun.


Nama anak itu adalah Alfaro Rahardian. Anak tunggal dari pasang Reyhan Rahardian dan Jihan Najla Rahardian Pengusaha terkaya no 1 di Asia. Menjadi anak tunggal dan selalu di kelilingi kemewahan menjadikan ia banyak di kagumi oleh orang orang . selain kaya ia juga memiliki paras yang tampan bak dewa yunani dan memiliki lQ 131 tingkat lQ superior atau jenius. Sungguh sempurna hidupnya tapi meskipun begitu setiap manusia pasti punya kekurangannya bukan?.


Banyak kaum hawa yang berlomba lomba mendapatkan hatinya walaupun mereka tau laki laki itu kejam, dingin, dan tak tersentuh. Ia tak segan segan menghabisi orang yang telah mengusik ketenangannya tapi mereka tak pernah mengetahui bahwa ia juga adalah seorang psikopat.


Suka akan hal berbau darah membuat alfaro mulai mempraktekannya pada sebuah kelinci di halaman belakang rumahnya. caranya juga sadis layaknya kelinci itu adalah musuhnya. alfaro mulai menyiksa kelinci itu dengan cara mencongkel bola mata kelinci itu menggunakan pisau sungguhan. Hingga mata kelinci itu terlepas dari tempatnya setelah itu ia melanjutkan dengan memotong satu persatu kaki kelinci itu hingga tak tersisa. Ada rasa terpuaskan bercampur bahagia saat ia melakukan itu.


Usianya yang sudah beranjak 17 tahun tak membuat ia takut untuk membunuh orang yang jauh lebih tua darinya. Tapi ia tak asal membunuh ia hanya membunuh orang yang telah mengusik ketenangannya dan orang yang lelah akan hidupnya. Baginya ia adalah malaikat yang menyelamatkan orang yang lelah akan kehidupan yang setiap harinya selalu mendapatkan masalah. Jika orang itu mati ia tak akan lelah memikirkan masalahnya. Ia sangat baik bukan? mau membantu orang menyelesaikan masalah orang lain.


"Lo keliatannya capek banget gue bantu biar lo ga capek lagi" Bisikan itu terdengar mengerikan di telinga seorang pria yang sudah cukup tua. Tadi saat di jalan alfaro tak sengaja melihat pedagang ketoprak yang sedang mendorong gerobaknya. Pria itu kelihatan capek sekali karena tidak tega alfaro pun berinisiatif membantu pria itu. Alfaro menyuntikan Cairan ke tubuh pria itu hingga pria itu tak sadarkan diri. Hingga kini mereka berada di sebuah ruangan yang serba putih dan banyak peralatan tajam lainnya ruangan itu adalah tempat eksekusi dimana alfaro menyiksa korbannya dengan brutal.

__ADS_1


Alfaro sengaja mendesain ruangan ini dengan serba putih agar darah yang menyembur dari tubuh korbannya bisa ia lihat dengan jelas. Karena baginya darah itu sangat indah dan menawan makanya ia suka sekali dengan darah.


"Jangan tu.. tuan saya mohon" Ucap pria itu dengan tubuh gemetar setelah bangun dari pingsannya ia langsung mendapatkan bisikan mengerikan dari orang yang berada di hadapannya ini.


Alfaro pun tersenyum devil "Ckk jangan takut gue cuma mau bantu lo jangan gemetaran gitu dong" ucapnya santai setelah itu ia tertawa keras. Tawa yang membuat bulu kuduk pria itu berdiri sungguh ia tak pernah merasa membuat masalah dengan pria di hadapannya ini tapi mengapa ia ingin membunuhnya.


"Tuan saya mohon jangan bu.. bunuh saya" Ucapnya lagi sambil berjalan mundur saat Alfaro mendekat kerahnya dengan sebuah pisau di tangannya.


"Jangan banyak omong pak tua gue ga suka sama orang cerewet" Kata alfaro sambil mengeratkan giginya sungguh ia tak suka jika ada orang yang membantah perkataannya. "Nikmatilah " Lanjutnya.


Terdengar rintihan kesakitan pria itu saat alfaro mengukir pipi pria itu dengan huruf 'A' karena sudah tak tahan Alfaro pun memulai aksinya.


Akhhhh


Hahaha"Tawa alfaro menggema di ruangan itu saat darah keluar dari mata pria itu. Ia menusuk mata pria itu dengan sesekali berisul ria.


"Akhhh tuan saya mo..mohon hen.. ti..kan "Ucap pria itu terbata bata ia semakin merintih kesakitan saat alfaro memotong tangannya menggunakan kapak. Sungguh ia tak kuat meskipun hidupnya di penuhi masalah tapi ia tak ingin menyelesaikan nya dengan cara seperti ini. Sementara alfaro terus tertawa sambil sesekali menjilat darah yang ada di tangannya sendiri.

__ADS_1


"Merintih lah pak tua gue suka ngeliat lo kesakitan seperti ini, apalagi sura rintihan lo itu merdu" Sungguh alfaro menikmati jeritan dan rintihan itu. Baginya seperti alunan melodi yang indah. Sementara pria itu terus menjerit tanpa henti saat alfaro terus menguliti dirinya tanpa ampun sungguh ia tak kuat lagi.


"menurut lo gue itu gimana, gue baik bukan" Tanya alfaro


"Gila kamu bukan manusia kamu iblis " Teriak pria itu di hadapan alfaro.


Alfaro pun menggeram marah"Jaga mulut lo atau mau gue robek mulut lo pake pisau kesayangan gue ini"Ucapnya sambil mengelus pisau itu.


crakk


itu suara darah yang menyembur dari tenggorokan pria itu saat alfaro menusuk tenggorokan pria itu dengan pisau. Hingga pria itu tak bisa berbicara lagi.


Alfaro pun memotong leher pria itu menggunakan pisau tumpul setelah itu ia mulai mencongkel mata pria itu yang tadi sudah ia tusuk.


"Selamat istirahat pak tua sekarang lo ga bakalan kecapean lagi" Lanjut alfaro setelah ia merobek tubuh pria itu dan mengobrak abrik organ tubuhnya. Kini ia mencabut jantungnya dan ia masukan ke dalam toples kaca besar yang berisi jantung jantung korbannya.


Sengaja ia menyimpan jantung para korbannya agar ia ingat bahwa ia telah membantu banyak orang keluar dari masalah. huh ia sangat bangga pada dirinya karena ia menjadi penyelamat banyak orang yang frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya dengan senang hati ia membantu orang itu.

__ADS_1


Setelah puas dengan aksinya tadi alfaro menelpon seseorang untuk membersihkan semuanya.Setelah itu ia pun pergi dari sana dengan bahagia meskipun mukanya tidak menunjukan raut bahagia tapi di dalam hatinya ia sungguh puas dan senang.


jangan terlalu banyak mengeluh dan menampilkan wajah frustasi lo itu. jika tidak ingin menjadi korban gue selanjutnya --Alfaro Rehardian


__ADS_2