Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Keras kepala


__ADS_3

Semua orang terheran heran saat dua sejoli yang digosipkan kemarin berpacaran, dan sekarang kedua sejoli itu bergandengan tangan. Berarti apa yang mereka katakan kemarin tak salah bukan?.


Bisik bisik pun mulai terdengar lagi, sementara gadis yang digosipkan kemarin hanya menundukkan kepalanya, Sambil melihat kearah tangannya yang di genggam lelaki di sebelahnya.


Alfaro berjalan sambil melihat ke depan dengan tatapan datarnya, ia tak peduli sama sekali dengan orang orang di sekitarnya yang berbisik bisik. Sedangkan Alexa ia sungguh tak nyaman, kenapa harus dirinya yang berada di posisi ini, ia sungguh menyesal seharusnya kemarin ia menolak ajakan Alfaro yang ingin mengantarnya pulang.


Melihat Alfaro yang menggandeng lengan perempuan membuat semua orang tak percaya. Bagaimana bisa sosok Alfaro yang terkenal tak tersentuh itu malah bergandengan tangan dengan seorang perempuan di sepanjang koridor sekolah? terlebih lagi mereka berpacaran. Sungguh tak bisa di percaya, banyak hati yang patah terutama kaum hawa, mereka yang mencoba mendekati Alfaro lebih dulu, kenapa malah anak baru itu yang Alfaro pilih.


Luka yang berada di tangan Alexa yang sengaja ia buat dengan inisial namanya, ia tutupi menggunakan plester agar tak ada yang curiga. Setelah di obati tentunya.


"Masuk kelas gih"


Alexa mendongakkan kepalanya ia melihat sekitar ternyata mereka sudah sampai di depan kelas Alexa. Lalu gadis itupun beralih menatap Alfaro.


Tak jauh dari tempat mereka berdiri, Alexa bisa melihat Dinda di sana sambil mantap kearahnya dengan tatapan terkejut. Alexa pun menghela nafas lelah, masalah baru lagi.


Tanpa mengucapkan apapun Alexa masuk ke dalam kelas, ia tak memikirkan sikapnya akan membuat Alfaro marah atau tidak. Ia kesal dengan lelaki itu, yang seenaknya menjadikan ia sebagai miliknya.


Sedangkan Alfaro ia menggeram marah, ia tak suka dengan sikap Alexa, baiklah sepertinya gadis kecilnya itu harus di beri pelajaran sedikit, agar ia tau siapa Alfaro sebenarnya.


Alexa pun duduk di kursinya ia melipatkan kedua tangannya di atas meja dan menelungkup kan kepalanya di sana. Ia mencoba memejamkan mata dan melupakan kejadian hari ini sejenak. Kemudian ia mendongakkan kepalanya saat seseorang menepuk bahunya sedikit keras.


Alexa pun mendengus saat tau siapa pelakunya. "Apa si lo din ganggu aja" Ucapnya sedikit ngegas.


"Heh lo beneran pacaran sama faro, aduh Alexa udah berapa kali gue bilangin sama lo dia itu kejam, walaupun ganteng si hehe" Kata Dinda panjang lebar sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tapi Lex gue takut lo di apa apain sama tu orang" Lanjutnya sambil duduk di sebelah Alexa yang menatapnya dengan tatapan datar.


"Gimana lo bisa jadian sama dia, terus kenapa gue malah ketinggalan gosip si padahal kan gue sahabat lo, tapi kenapa malah mereka yang tau du.."


Belum sempat Dinda menyelesaikan perkataanya tapi Alexa lebih dulu membekap mulutnya itu. "Diem din, gue pusing tau ga denger lo nyerocos mulu" Ucap Alexa sambil melepaskan bekapannya.


"Hehe maaf deh, tapi gimana bisa lo ja.."

__ADS_1


"Sttt udah diem, nanti gue ceritain semuanya" Potong Alexa dan kembali menelungkup kan kepalanya.


.............


Bel pulang berbunyi dengan nyaring, Alfaro sudah berdiri di depan kelas Alexa. Lelaki itu tidak akan membiarkan Alexa jauh darinya, tidak akan pernah! lihat saja nanti ia juga akan membuat Alexa tinggal bersamanya.


Alfaro menggeram marah ketika melihat Alexa sedang tertawa dengan lelaki di sana, ia tak suka melihat Alexa berdekatan dengan lelaki lain, Alexa hanya miliknya dan selamanya akan begitu.


Tiba tiba tangan Alexa di tarik paksa oleh seseorang ketika ia baru saja sampai di depan pintu. Alexa pun meringis saat cengkraman di tangannya sedikit kuat. Dinda pun yang melihat itu tak tinggal diam ia mencoba melepaskan cengkraman lelaki itu dari tangan Alexa.


"A..al" Ucap Alexa terbata bata "Sakit" Lirihnya.


"Lo, Tunjuk Alfaro pada dinda " Jangan pernah ikut campur urusan gue sama Alexa, Kalo lo mau hidup dengan tenang "Ucap Alfaro menggeram marah ketika lengan dinda tak sengaja menyentuh tangannya saat perempuan itu ingin melepaskan cengkeramannya pada lengan Alexa.


Alexa yang melihat tatapan membunuh dari Alfaro pun langsung memerintahkan dinda agar pergi dari sana, ia tak ingin sahabat satu satu nya itu lenyap dari bumi, karena Alfaro adalah seorang psikopat jadi ia tak segan segan membunuh orang yang telah mengganggunya.


Walaupun menolak tapi akibat paksaan dari Alexa dinda pun dengan berat hati menurutinya.


" Ayo"Ucap Alfaro sambil menarik Alexa menuju parkiran.


Ternyata di sana sudah ada tomi dan rijal yang nangkring di atas motor nya.


"Nah datang juga lo pada"Ucap Tomi pada Alfaro.


"Yaudah yu lah balik" Sahut rijal dan mulai menyalakan motornya. Dan di susul oleh tomi.


Setelah Alexa dan Alfaro masuk ke dalam mobil, Alfaro pun mulai menjalankan mobilnya, perjalanan Kali ini juga sama tak ada perbincangan di antara keduanya.


Mata Alfaro menatap segalanya dengan tajam, dan ketika mata itu melihat Alexa, Alexa dengan secepat kilat menundukkan kepalanya, ia terlalu takut dengan tatapan itu.


"Al kok kesini, kan ini bukan jalan ke rumah gue"Tanya Alexa sambil mantap jalan yang mereka lewati.


" Makan" Sahut Alfaro singkat.

__ADS_1


"Gue mau pulang al, ga mau makan"


"Jangan membantah" Ucap Alfaro tenang namun serasa tajam di telinga Alexa.


Entah keberanian dari mana Alexa malah membentak Alfaro "Gue tetep ga mau!"


Citttt


Tiba tiba Alfaro memberhentikan mobilnya, lalu mantap tajam kearah Alexa, "Jangan pernah membantah Alexa!" Sentak Alfaro sambil mencengkram dagu Alexa.


Alexa pun meringis saat cengkraman itu semakin kuat, ia sungguh tak mau berlama lama berada di sisi Alfaro. Ia mencoba mendorong Alfaro agar cengkraman itu terlepas, namun nihil bukannya menjauh Alfaro malah semakin mendekat kearahnya.


"Sa.. sakit Al"


"Jangan coba coba membantah aku sayang, kau tau bukan pisau ku ini selalu ingin melihat darah" Bisik Alfaro di telinga Alexa.


"Kau mengerti"


"MENGERTI TIDAK" Bentak Alfaro saat Alexa tak menjawab juga.


"I..iya mengerti" Sahut Alexa sambil meremas tali tasnya, ia terlalu takut dengan Alfaro tapi ia juga tak mau menuruti perkataan Alfaro.


"Kali ini aku maafkan" Ucap Alfaro sambil menghela nafas dengan kasar, dan mulai menjalankan mobilnya. Ia masih kesal dengan Alexa kenapa gadis itu suka sekali membantahnya.


Alexa hampir berteriak saat Alfaro menekan pedal gas dengan kuat. Alexa menatap ke depan, melihat mobil Alfaro menyelip mobil mobil lain. ia sungguh takut dan ingin berteriak sekencang kencangnya, tapi ia tahan dengan cara meremas kedua tangannya.


Mobil Lamborghini Veneno roadster itu terparkir di sala satu restoran mahal. Setelah kejadian tadi Alexa akhirnya bisa bernapas dengan lega, Kini mereka berdua sedang duduk berhadapan dengan berbagai macam makanan di atas meja.


"Makan" ucap Alfaro


"Iya" Sahut Alexa dan mulai memakan makanannya, kali ini Ia menuruti ucapan Alfaro. Lagian juga perutnya sudah minta di isi.


"kau sudah menjadi milikku, jangan harap bisa lepas dariku "ucap Alfaro dalam hati sambil sesekali melihat Alexa yang sedang menikmati makanannya.

__ADS_1


__ADS_2