Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Membunuh lagi


__ADS_3

Di taman belakang mansion kini di isi dengan suara tawa Alexa dan Alfaro. Kedua insan itu tengah menikmati indahnya berbagai bunga di sana, lebih tepatnya hanya Alexa lah yang menikmati keindahan itu. Sedangkan Alfaro lelaki dingin itu sama sekali tidak menyukai bunga. Tetapi ia dengan senang hati menginjakkan kakinya di sini karena gadisnya yang meminta.


Tak jauh dari mereka para bodyguard masih setia mengawasi tuan dan nona mereka, menjadi orang terkaya dan mempunyai banyak pesaing dalam dunia perbisnisan, tentu saja keluarga itu mempunyai banyak musuh.


Tawa mereka buyar saat headphone Alexa tiba-tiba berbunyi, tertera di sana dengan nama 'sam'. Alfaro mengerutkan keningnya dan melihat kearah Alexa yang sedang sibuk memetik bunga.


"Siapa Sam" Tanya lelaki itu to the point.


Bukannya menjawab Alexa malah memberikan pertanyaan "Tau dari mana nama Sam" Tanya gadis itu.


Alfaro pun menggeram kesal"Jawab saja!".


"Di-dia mantan a-aku" Jawabnya gugup.


"Kau mempunyai mantan?".Tanya Alfaro, setahunya gadis itu tak mempunyai mantan.


" I-iya waktu kelas Vll Smp, aku berpacaran de-dengannya, tapi dia ketahuan selingkuh"Ucap Alexa menjelaskan.


Memang Alexa saat Smp kelas tujuh ia berpacaran dengan'Sam'Tapi karena lelaki itu ketahuan selingkuh akhirnya Alexa memutuskannya, Saat dirinya kelas Delapan orang tuanya mengirm ia ke canda untuk bersekolah di sana sekaligus menemani kakek neneknya.


Dan sekarang gadis itu pindah lagi ke Indonesia saat dirinya kelas Xl SMA. Tapi tetap saja meskipun kejadian itu sudah lama Sam masih saja mengganggu hidupnya. Sudah beberapa kali Alexa memblok nomor itu, dan sudah beberapa kali juga Sam mengganti nomornya. Pada Akhirnya Alexa pun menyerah dan tidak memblok lagi nomor Sam.


"Baiklah, biar ku simpan nomor ini. Lagian Aku sudah tak mencintainya"Monolog Alexa saat itu.


Tanpa basa basi Alfaro mengangkat panggilan itu.


"Sayang, Aku ingin bertemu dengan mu" Ucap sam di sebrang telepon.


"Aku merindukan mu, Apa kau juga merindukanku?".


" Aku masih mencintaimu Lex, aku menyesal karena telah berselingkuh darimu waktu itu".


"Tapi sekarang aku sudah berubah".


"Kita balikan lagi ya, aku janji akan membahagiakan mu seumur hidupku".Ucap lelaki itu.


Alfaro yang mendengar itupun marah, wajahnya sudah merah padam. Berani beraninya lelaki itu mengganggu Gadisnya. Baiklah ia akan memberi pelajaran padanya!.


"Hey, kenapa diam saja?"Tanya nya bingung karena Alexa tak menjawab ucapannya.


Alfaro pun memutuskan panggilan itu sepihak, dengan cekatan lelaki itu mengetikan sesuatu di handphon Alexa.


...SAM...


^^^💬Kita ketemu saja di Apartment ku^^^


^^^💬Lantai 12 no 107^^^

__ADS_1


Oke sayang❤


Alfaro pun semakin marah melihat balasan Sam, ia pun menghampiri gadisnya yang masih asik dengan bunga bunga di sana.


"Aku pergi dulu, jangan coba coba kabur dari sini, kalau kamu mencoba kabur.. Aku pastikan kakimu akan aku potong!" Ancam Alfaro.


Mata Alexa membola mendengar perkataan Alfaro."Apa katanya, dia akan memotong kaki ku enak saja! Gumam gadis itu dalam hati.


"Ya kau benar" Ucap Alfaro.


Alexa pun menggaruk tengkuk nya yang tak gatal gadis itu tersenyum canggung, dirinya lupa kalau Alfaro bisa mendengar isi hati seseorang."Pergi kemana "Tanya Alexa membuyarkan kecanggungan nya.


"Ada urusan sebentar, kamu jangan lupa tidur siang. Aku pergi dulu "Ucap Alfaro sambil mengecup kening gadisnya cukup lama.Setelah itu ia berjalan meninggalkan Alexa.


Bisa Alexa lihat Alfaro mengatakan sesuatu kearah para bodyguard di sana. Alexa tidak bisa mendengarnya tapi Alexa tau, Alfaro memberikan ancaman karena setelah mengatakan itu wajah para bodyguard di sana terlihat pucat dan tegang.


Alfaro memasuki mobilnya menancap pegal gas, dan menyeringai. Ia melajukan mobilnya menuju sala satu Apartment nya.


Tadi Alfaro mengirimkan alamat Apartment nya pada Sam. Agar Sam mengira bahwa Alexa ingin bertemu dengannya di Apartment.


Tak butuh waktu lama, mobil mewah milik Alfaro sudah sampai di sana. Langkah lebarnya berjalan memasuki life, dan menekan angka 12.


Bisa ia lihat di sana sudah ada seorang pria dengan memakai jas hitam.


"Mohon maaf tuan, apakah anda mencari pemilik Apartment ini"Tanya Alfaro basa basi.


"Iya, saya sedang mencari calon istri saya. Apakah anda melihatnya?".


" Dia telah pindah di lantai 17 nomor 724".Ucap Alfaro tersenyum ramah.


"tapi calon istri saya bilang dia di sini" Tanya sam sambil mengerutkan keningnya.


"Baru saja, calon istri anda itu pindah dari sini tuan" Ucapnya so meyakinkan.


"Owh baiklah, terimakasih" Ujar Sam.


"Sama-sama tuan, mari saya antar" Ucap Alfaro.


Sam tanpa ragu mengikuti langkah pria yang tidak di kenalnya.


"Silahkan masuk tuan" Ucap Alfaro setelah memasukkan sandinya.


Sam mengerutkan keningnya "Anda mengetahui sandi nya? bagaimana bisa?".Tanya lelaki itu bingung.


Alfaro tersenyum devil, lelaki itu menutup pintunya dan berbalik menatap Sam yang masih kebingungan.


"Dimana calon istri saya?" Tanya Sam tapi tidak di jawab oleh Alfaro.

__ADS_1


"Sayang kamu dimana" Teriak Sam.


Sedetik kemudian Sam sadar "Kenapa anda masih di sini?"


"Hahahaha"


Tawa Alfaro menggema di seluruh sudut ruangan, dan semakin membuat Sam kebingungan.


Bugh!


Tanpa basa basi lagi Alfaro memukul tengkuk Sam. Hingga sang empu tergeletak tak sadarkan diri.


"Cih hanya segitu saja langsung pingsan? Lemah!.


Alfaro langsung menyeret tubuh Sam tanpa sabaran, setelah sampai di ruang pribadinya lelaki itu langsung mengikat Sam dengan rantai pada kursi kayu.


Byurr


Alfaro menyiramkan air pada Sam, membuat sam langsung sadar.


"Apa apaan ini! Lo siapa hah! Mau lo apa! " Tanya sam beruntun.


"Malaikat mau lo" Ujar Alfaro santai.


Ia mulai menggoreskan pisau ke leher Sam, hingga darah segar mengalir deras di sana. Ia mengukir kata 'BAJINGAN' di pipi Sam.


Mencongkel kedua mata Sam dan merobek mulut Sam yang dari tadi tak berhenti berteriak kesakitan, lebih tepatnya lagi, Mulut itu yang dengan lancangnya mengucapkan kata Sayang pada gadisnya.


Tanpa peduli dengan keadaan Sam yang sudah di ambang batas, Alfaro dengan kejamnya meneruskan Aksinya.


Ia menyeka keringat yang membanjiri Keningnya, ia menghela napas kasar karena tidak puas dengan yang ia lakukan pada Sam. meskipun kini tubuh sam sudah tidak terbentuk lagi alias urak urakan, Tapi tak membuat emosi Alfaro hilang.


Dengan kesal Alfaro pun menusuk nusuk jantung pria itu, Senyum puas tercetak di bibirnya, dengan gemas Alfaro pun menginjak kedua mata Sam yang tergeletak di lantai.


Alfaro pun mengambil handphonenya dan menekan nomor Tomi di sana.


"Halo ada apa lo, tumben nelpon"Ucap Tomi di sebrang sana.


"Ke Apartment gue sekarang".


"Apartment lo yang mana nih?" Tanya lelaki itu.


"Nanti gue Sherlock"


"Gue ajak Ri.."


Tut

__ADS_1


Belum sempat Tomi menyelesaikan ucapannya tapi Alfaro sudah lebih dulu mematikan sambungan telpon itu sepihak.


Tomi pun mendengus sebal "Untung temen" Ucapnya sambil mengelus dada.


__ADS_2