
Gadis dengan piyama hello kitty berjalan mengendap-endap keluar dari rumah. Bukan rumah tapi itu mansion. Langkah kecilnya terburu-buru memasuki sebuah mobil hitam yang terparkir sedikit jauh dari mansion itu, Agar tidak kelihatan oleh Cctv yang berada di dekat jalan mansion.
Gadis itu duduk dengan manis sambil menyeka keringat yang membanjiri wajahnya.
Huh
Alexa menghembuskan napas lega sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Setelah itu mobil yang ia tumpangi mulai berjalan menjauh dari sana.
"Ga ada yang liat kan?" Tanya pria yang berada di sisi Alexa, pria itu masih fokus pada jalan yang berada di depannya tanpa melihat kearah Alexa.
"Aman, santai aja" Sahut Alexa sambil tersenyum manis. Dan di balas senyuman oleh pria itu.
"Lo udah nyiapin semuanya kan?" Tanya Alexa.
"Hemm" Dehem nya
Pria itu menghela napasnya panjang"Semoga ini yang terbaik" Gumamnya yang masih bisa di dengar oleh Alexa.
Gadis itu pun menoleh dan tersenyum kerah pria itu"Gue yakin ini yang terbaik"Sahutnya.
Percobaan kabur ini sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari, ia akan pergi meninggalkan kota ini. ya, itu tekadnya agar terlepas dari manusia tidak waras seperti Alfaro.
Beruntung sekali Alexa malam ini. Karena bisa kabur dengan mulus tanpa ketahuan lagi. Entahlah Alexa juga tidak mengerti kenapa para bodyguard tidak ada satupun yang berjaga di dalam maupun di depan mansion.
Tapi Alexa tak memusingkannya, yang penting dirinya bisa kabur saat ini. Bahkan saking buru-burunya ia lupa mengganti pakaian tidurnya itu.
Gadis itu terus tersenyum sambil menatap keluar kaca mobil yang memperlihatkan jalanan yang mulai sepi pengendara yang berlalu lalang. Karena sekarang sudah pukul dua pagi, jadi sedikit kendaraan yang lewat.
Flashback!!
"Aku pergi dulu sebentar, tidur yang nyenyak sayang" Ucap Alfaro pelan agar Alexa tidak terganggu.
Cup
Alfaro mengecup dahi Alexa sedikit lama. Lelaki itu bangkit dari atas kasur dan memakai Hoodie nya.
Alexa membuka mata saat pintu kamar di tutup secara perlahan oleh Alfaro. Sebenarnya Alexa tidak benar-benar tidur, gadis itu hanya memejamkan matanya agar rencananya malam ini bisa terlaksanakan.
Beruntung sekali karena malam ini Alfaro pergi keluar, entah kemana perginya cowo itu tapi yang jelas Alexa bahagia karena takdir baik sedang berpihak pada nya.
Dengan terburu-buru Alexa bangkit dari sana dan berjalan kearah Whacking closed dan memasukan beberapa pakaiannya ke dalam koper.
Tanpa basa basi lagi Alexa langsung pergi dari sana dan membawa beberapa uang Alfaro. Ia akan menggunakannya untuk modalnya kabur.
Ia akan menggantinya nanti, semenjak Alexa tinggal bersama Alfaro. Gadis itu tidak pernah lagi menerima uang dari keluarganya, bahkan kartu kredit yang di berikan ayahnya pun di bakar oleh lelaki kejam itu.
__ADS_1
Dan Alexa hanya mendapatkan uang dari Alfaro, semua kebutuhannya selalu di tanggung oleh Alfaro.
Sebelum itu Alexa meninggalkan sepucuk surat di atas kasur. Dan benar-benar pergi dari sana dengan terburu-buru.
Alexa bingung saat tak ada satupun bodyguard yang menjaga di dalam mansion, senyum manis terukir di bibir Alexa saat di depan mansion pun tak ada satupun penjagaan di sana. Aneh tapi Alexa mensyukurinya, karena ia tak perlu repot-repot takut tertangkap.
Walaupun ada banyak Cctv di dalam maupun luar mansion tapi Alexa tak mempermasalahkan itu, Toh yang penting dirinya bisa keluar dari sini dan terbebas dari Alfaro.
Alexa memberhentikan langkahnya, ia berbalik dan menjulurkan lidahnya kearah Cctv yang berada di pintu masuk mansion. Gadis itu masih sempat-sempatnya tersenyum dan berdadah-dadah ria di sana.
Flashback end!!
Di dalam mobil yang tak jauh dari sana, seorang pria sedang menyeringai kemenangan sambil mengamati Mobil yang di tumpangi Alexa sudah pergi dari sana.
Ia merogoh saku celana nya dan menelpon seseorang "Dia pergi menggunakan mobil hitam, sepertinya ada yang membantunya kali ini tuan" Ucapnya.
"Bagus.. ikuti kemana pun dia pergi, setelah waktunya tiba jalankan apa yang telah di rencanakan".Sahut pria di sebrang telepon sambil tersenyum misterius.
"Baik tuan" Ujarnya dan mulai mengikuti mobil Alexa dari kejauhan agar tidak di ketahui oleh gadis itu.
Sedangkan di lain tempat. Jerit kesakitan dan tangisan yang memilukan memenuhi ruangan itu sekarang.
"Akhhhh.. Hen-ti-kan ku-mo-hon" Ucap nya terbata-bata karena napasnya yang mulai tersengal-sengal.
Alfaro Rahardian! Lelaki kejam itu kini sedang melancarkan aksinya yang sudah lama tak bermain dan mencium bau darah. Jiwa psikopatnya muncul kembali saat melihat orang yang berani menyakiti miliknya!.
Krak krak
"Akhhh sa-kit" Rintihan itu kembali terdengar saat Alfaro mematahkan jari-jari tangan wanita di hadapannya.
"Ini balasan buat tangan lo, yang udah lancang menyentuh milik gue!".
Masih ingat dengan Luna? wanita yang sempat cek cok bersama Alexa? Ya, wanita yang sedang menjadi korban Alfaro saat ini adalah Luna.
Alfaro geram karena Luna masih bisa berbicara meskipun lelaki itu telah memotong sebagian lidah Luna. Dengan gemas Alfaro pun merobek mulut luna. Senyuman kepuasan Alfaro pun tercetak jelas di bibirnya, sebelum...
Cklek
"ASTAGFIRULLAH" Teriak seorang lelaki yang baru membuka ruangan itu dan di kejutkan oleh hal beginian.
Dengan pandangan datar Alfaro pun menatap si pelaku yang sedang menyengir tanpa merasa berdosa di sana.
"Ck ganggu" Ujar Alfaro.
"Ye.. maaf gue kan ga tau kalo lo lagi seneng-seneng" Sahut Rijal.
__ADS_1
"Ngapain lo berdua" Tanya Alfaro dingin.
"kita mau nginep di Apartment lo, sayangkan lo punya banyak apartment tapi jarang di tempatin"Sahut Tomi sambil berjalan masuk keruangan itu.
"Ya bener tuh, mendingan kasih kita-kita aja"Ujar Rijal sambil menunjuk dirinya dan Tomi. Namun tak di gubris oleh Alfaro.
"Budek dia" Bisik Tomi tepat di telinga Rijal.
"Gue denger! ga usah bisik-bisik!" Ujar Alfaro membuat Tomi bungkam dan tersenyum bodoh.
Tadi saat Tomi dan Rijal baru pulang dari bar mereka tidak pulang kerumah. Melainkan ke sala satu Apartment Alfaro, Jangan aneh mengapa Tomi dan Rijal mengetahui sandinya karena sudah dapat mereka duga sandi Apartment Alfaro semuanya adalah tanggal lahir Alexa.
Cek dasar, yang bucin mah beda:v
Saat Kaki tomi dan Rijal baru masuk mereka mendengar suara jeritan dari sala satu ruangan di sana. Karena penasaran akhirnya kedua curut itu melihat apa yang terjadi di sana.
Alfaro menatap datar Tomi dan Rijal "Abis dari bar kan lo pada?" Tanya Alfaro dingin.
Tomi dan Rijal pun meneguk ludahnya gugup, meskipun Alfaro kejam dan tak berperasaan. Tapi lelaki itu tidak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di tempat terlarang itu. bahkan Alfaro melarang keras teman-temannya meminum-minuman yang berbau Alkohol.
"Iya, eitss" Cegah Tomi saat Alfaro akan menusukan pisau itu ke perutnya"Kita ga minum ko, gue sama tomi cuma mau cuci mata aja di sana. Kita juga minum nya jus jeruk kok "Lanjut Tomi.
Alfaro mantap mereka dengan mengintimidasi lelaki itu tau apa yang di maksud dengan cuci mata di sana. Pasti sahabat laknatnya itu melihat -lihat wanita yang berpakaian minim sambil berjoged-joged seperti cacing kepanasan.
"Iya nyari yang seger-seger, kalo lo ga percaya coba deh lo rasain nih" Sahut Rijal.
HAH
Bugh
"ADUH" Rijal berteriak kesakitan saat Alfaro melayangkan bogeman kearah pipi mulus nya.
"Bau bang**t" Ucap Alfaro menatap tajam Rijal. Sedangkan Tomi? Lelaki itu malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Rijal yang absurd. Tetapi..
Rijal pun bangun dan mendengus sebal, ia bangkit mendekati tomi dan menggeplak pala tomi sedikit keras menggunakan sandal yang ia pakai.
"Mampus lo tom, kena kan" Ucap Rijal dalam hati tersenyum senang, karena ia merasa kesal terhadap Alfaro, dan melampiaskannya kepada Tomi.
Tawa tomi berhenti dan di gantikan dengan keterkejutan. Sedetik kemudian ia melihat Rijal yang berlari terbirit-birit dari ruangan itu.
"RIJAL IDIOT SINI LO" Teriak Tomi murka dan mengejar Rijal yang sudah sedikit jauh dari sana.
Alfaro menghela napas jengah karena kegiatannya harus terganggu. Jika bukan sahabatnya sudah di pastikan mereka sekarang mati di tangan Alfaro.
Pasalnya lelaki itu tidak suka jika ada orang yang mengganggu kesenangan nya. Namun kali ini Alfaro hanya bisa menghela napas panjang dan kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
__ADS_1