Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Interaksi pertama


__ADS_3

Bel pulang sudah berbunyi satu jam yang lalu Alexa berdecak kesal menatap rintik hujan yang membasahi tanah. Sudah lama Ia berdiri di depan halte tapi tak ada tanda tanda hujan akan reda, handphone nya yang mati karena kehabisan baterai membuat ia susah menghubungi abangnya ataupun memesan ojek online. Dinda, dengan sialnya meninggalkan nya begitu saja sendirian di sini.


Hanya dirinya sendiri yang berada di halte. Ia berharap bus, angkot ataupun taxi akan segera datang. Tapi nyatanya tak ada satupun diantara mereka yang lewat.


Entah mengapa rasanya hari ini ia begitu sial.


Alexa memutuskan untuk kembali duduk dan tenang. bayangkan saja kamu terjebak satu jam lamanya seorang diri di halte sekolah dengan keadaan jalan yang sepi. Apa lagi Alexa seorang perempuan ia takut akan terjadi hal hal yang tak di inginkan.


"Gimana cara gue pulang kalo handphone gue mati gini" Gumam Alexa.


"Bareng gue"


Alexa tersentak kaget saat suara seorang pria tanpa nada, namun terasa mengerikan dan menyentak di telinganya. Alexa dengan wajah kusutnya mendongak, Lalu mendongak ia melotot saat melihat pria berdiri di dekatnya.


Pria itu menatap Alexa dan tak lama kemudian ia mendongakkan kepalanya keatas. Dan berucap pelan "Hujan masih lebat , jalanan juga sepi" Mata tajamnya beralih lagi pada Alexa "Mau ku antar "?


Alexa terperangah ia mengucek matanya berkali kali, memastikan penglihatannya tidak salah melihat pria di depannya ini.


Pria itu adalah Alfaro. Bukankah ia dingin dan tak tersentuh tapi kenapa ia menawari nya pulang" Seperti itu lah yang ada di dalam pikiran dan hati Alexa.


"Terkecuali kamu dan keluarga ku " Ucap Alfaro . Alexa pun mengernyit heran apa maksud dari perkataan Alfaro.


"Jangan di pikirkan, Mau ku antar tidak hari mulai malam dan kamu perempuan ga baik di sini. " Alexa tak sadar saat Alfaro menarik tangannya secara lembut, Cowo itu membuka jaket di tubuhnya dan menutupi kepala Alexa, Agar kepala gadis itu tak kehujanan, dan mereka pun berjalan kearah mobil yang terparkir tak jauh dari sana.


Alexa sadar saat tiba tiba laki laki itu sudah duduk di sampingnya, dan mulai menjalankan mobil itu.


Mereka tidak kenal, tidak pernah dekat, bahkan mereka tidak pernah saling menyapa, merekapun baru bertemu hari ini cuma satu kali, Tapi Alfaro, seolah olah mereka berdua sudah dekat.

__ADS_1


Alexa hanya bengong sesekali ia melirik Alfaro yang sedang fokus menatap jalan, ia merasa seperti orang bodoh yang tak menolak ajakan Alfaro.


Selama perjalanan hanya keheningan lah yang menyelimuti mereka berdua, Alfaro yang pendiam dan tak banyak bicara ,sedangkan Alexa juga bukan orang yang akan berbicara jika tak di tanya duluan.


Alexa pun memikirkan perkataan dinda yang mengatakan bahwa Alfaro itu dingin dan tak tersentuh, bahkan ia tak pernah dekat dengan wanita manapun selain ibunya.


Apakah dinda berbohong padanya, jika yang di katakan dinda itu benar mana memungkin alfaro ingin mengantarkan dirinya pulang kan.


Sudahlah nanti ia akan tanyakan lagi pada dinda di sekolahan.


"Udah sampe"Ucap alfaro. yang membuyarkan lamunan Alexa.


Gadis itu melihat keluar jendela saat ia merasakan mobil itu berhenti.


" Eh a-al "Ucapnya sedikit gugup " Lo ko" belum sempat ia menyelesaikan ucapannya tapi alfaro sudah memotongnya.


"Aku tau " Ucapnya dengan santai. bibirnya berkedut menahan senyum saat gadis di sampingnya menyebut ia dengan sebutan Al. Bahkan keluarga dan sahabatnya pun selalu memanggil nya dengan sebutan Faro. Ia sungguh senang saat gadis itu memanggil namanya berbeda dari yang lain.


"Sampai bertemu lagi" Bisikan itulah yang suci dengar saat ia membuka pintu mobil. Seolah olah bakalan ada interaksi selanjutnya lagi di antara mereka. Namun Alexa berusaha tak peduli dengan perkataan Alfaro tadi, ia seakan akan tak mendengarnya.


Alfaro pun tersenyum saat Alexa sudah melihat kerah nya.


bukan senyuman tapi lebih tepatnya seringaian.


Tak Mau berlarut larut dalam rasa penasarannya Alexa pun turun dari mobil Alfaro dan tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada lelaki itu.


Sebenarnya apa yang terjadi apa cowo itu? Alexa di buat bingung sendiri, apakah itu Alfaro yang dinda ceritakan padanya bahwa ia harus menjauhi cowo itu.

__ADS_1


jangan pernah sekali kali ia berhubungan dengan cowo itu, karena dia kejam. Tapi apa yang di katakan dinda kenapa tak sesuai kenyataannya. kenapa cowo itu baik padanya, mau mengantarkan ia pulang?.


Tapi apa yang di katakan dinda ada benarnya juga, kita tidak bisa menilai baik buruknya seseorang hanya dari sekali pertemuan saja bukan, jadi ia harus mematuhi perkataan sahabatnya itu.


Baiklah ia akan menjauhi Alfaro dan melupakan kejadian hari ini.Tanpa banyak bicara Alexa pun masuk kedalam rumahnya dengan terburu buru.


...........


Jam di atas meja belajar sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Alexa merenggangkan badannya, setelah menyelesaikan tugasnya ia merasa lelah, ia ingin cepat cepat tertidur di kasur kesayangannya itu.


Setelah merapikan buku buku nya, Alexa berjalan ke kamar mandi ia melakukan beberapa hal sebelum tidur,setelah selesai ia pun berjalan menuju kasur.


Ia ingin merebahkan tubuhnya, sebelum suara dering ponsel terdengar.


Ia pun mendengus dan mengambil ponsel itu tanpa melihat siapa yang menelponnya karena ia yakin itu pasti dinda, lalu ia pun menggeser tombol hijau.


"Halo din, ngapain lo nelpon gue malem malem, Gue ga mau ngasih lo contekan ya. gue tuh masih marah sama lo karena tadi lo ninggalin gue gitu aja di sekolah" Ucap Alexa panjang lebar tanpa basa basi.


"Din woy ko lo diem aja, gue tau lo ngerasa bersalah kan"Merasa tak ada jawaban yang keluar"Din, woy halo"tanya nya ketika hanya deru nafas yang terdengar di sebrang sana.


Alexa menjauhkan ponselnya dari telinga dan terkejut ketika ia melihat nomor asing lah yang tertera di sana. Ia pun mengernyit bingung, Ia terlonjak kaget saat sebuah suara berat dengan lirih berkata


"Sampai jumpa besok, mine"


Lalu sambungan telpon itu terputus. Meninggalkan Alexa yang masih terkejut dengan suara tadi..


"Itu.. itu alfaro" Batin Alexa sambil mengeratkan pegangannya pada ponsel.

__ADS_1


Jika benar itu Alfaro, Apa maksud dari ucapannya tadi, tunggu... dia bilang tadi mine? Sungguh Alexa benar benar pusing di buatnya dari pada ia memikirkan hal itu, lebih baik dirinya tidur saja.


Alexa berharap semoga besok ia tidak akan bertemu Alfaro lagi, sikap cowok itu sungguh aneh menurutnya.


__ADS_2