
"Ada apa ini?!"Suara bariton seseorang mengalihkan perhatian semua orang yang ada di sana. Mereka kompak menengok ke sumber suara termasuk Alexa dan Luna.
.....
Rahang lelaki itu mengeras, tangannya mengepal, serta pandangannya yang seakan-akan ingin membunuh membuat bulu kuduk mereka merinding. Dengan cepat para Karyawan itu menundukkan kepalanya mereka takut saat melihat itu.
"Saya ulangi, ada apa ini!" Desis nya tajam.
lelaki itu adalah Alfaro Rahardian. dan Rocky yang setia berada di belakang tubuhnya.
"P-pak Alfaro, ini pak tadi ada cewe yang ngaku-ngaku pacar bapak, saya tau dia itu cewe murahan. Pasti cuma mau ngegoda bapak aja, jadi saya usir dia dari sini pak tapi cewe ga tau diri ini malah berontak" Ujar Luna sambil menunjuk Alexa, "Pak Alfaro liat.. cewe gatel ini malah nyakar tangan saya pak" Adu Luna manja sambil memajukan tangannya yang terkena cakaran Alexa.
Bukannya Lucu di mata Alfaro itu malah semakin membuat Alfaro murka, apa lagi saat mendengar mulut kotor Luna menghina gadisnya! ia sungguh ingin menguliti Luna sekarang juga!.
kepalan di tangannya semakin mengerat, Alfaro sungguh murka sekarang, bisa-bisanya mereka menyakiti miliknya, Asal mereka tau. Menyakiti miliknya sama saja itu mencari masalah dengannya!.
"Al" Ucap Alexa lirih
Sang empu yang di panggil pun tersadar saat mendengar suara gadisnya. Ia sempat di butakan oleh amarah saat melihat Alexa yang keadaannya bisa di bilang tidak baik-baik saja.
Alfaro mantap datar kearah semua orang, langkah lebarnya menghampiri gadis itu dan membawa ke dalam dekapannya.
"Sayang mana yang sakit" Ucap Alfaro lembut sambil menggendong Alexa ala koala. Ia tak peduli akan tatapan dari para karyawan, yang ia pikirkan sekarang hanyalah keadaan gadisnya.
Dan secepatnya ia ingin memberi pelajaran pada orang-orang yang telah menyakiti miliknya.
Semua orang melongo karena sikap Alfaro yang tiba-tiba memeluk erat gadis yang tadi mereka hina. Tatapan Alfaro begitu lembut pada Alexa, berbeda jika menatap mereka semua. Yang lebih membuat mereka terkejut adalah Alfaro yang memanggil gadis itu dengan sebutan sayang?!.
"Kalian semua. jangan kemana-mana tetap di sini! Saya akan kembali lagi, jika ada yang melanggar saya pastikan besok kalian tidak akan bernapas lagi! Ancam Alfaro tenang namun menusuk. Dan itu berhasil membuat semua karyawan yang tadi menghina Alexa meneguk ludahnya susah payah.
Padahal amarahnya ingin segera di lampiaskan, Tapi di sini masih ada gadisnya. Ia tidak mau Alexa meminta dirinya untuk memaafkan mereka.
Alfaro tau bagaimana gadisnya ini, Alexa bukanlah gadis pendendam pasti ia tidak tega melihat mereka yang di maki-maki oleh Alfaro.
"Rocky"
"Baik tuan muda" Ucap Rocky seperti mengerti dengan yang Alfaro perintahkan.
Padahal Alfaro belum mengatakan apa perintahnya. Tapi Rocky seperti paham dengan yang Alfaro inginkan bahkan hanya dengan lewat kode mata.
Alfaro membawa Alexa menuju ruangannya, gadis itu masih berada di dalam gendongan Alfaro. Kali ini Alexa tidak menolak karena sekarang hati dan pikirannya sedang down atas kejadian tadi.
Setelah kepergian Alfaro dan Alexa, para karyawan pun mulai sibuk dengan pikirannya masing-masing, beribu-ribu pertanyaan di otak mulai mengisi pikiran mereka.
"Apa bener gadis itu pacarnya pak Alfaro?"
"Mampus gue kalo bener tu pacarnya pak Alfaro"
__ADS_1
Luna pun melongo di tempat, ia tidak bisa mencerna dengan baik kejadian hari ini. Ia melihat Seorang Alfaro menggendong seorang wanita dan memperlakukan nya dengan lembut? sungguh di luar dugaan.
Tubuhnya gemetar saat Rocky berjalan mendekat kerah mereka semua "Kalian salah besar!" Desisnya tajam dan melenggang pergi dari sana.
Alfaro mendudukkan Alexa di Sopa yang berada di ruangannya"Sayang mana yang sakit" Ucapnya lembut sambil merapihkan rambut Alexa yang berantakan.
Bukannya menjawab Alexa hanya diam saja. Dalam hati Alfaro ingin sekali memusnahkan mereka semua beserta keluarganya.
"Minum dulu" Ucap Alfaro sambil menyerahkan segelas air.
"Kamu di sini dulu, nanti ada orang yang dateng bawain kamu baju".
Alexa menggeleng sambil mencekal lengan Alfaro" Mau kemana? "Tanya gadis itu "A-aku ikut".
"Kamu di sini aja, aku ada urusan sebentar".
"Tapi.. "
Perkataan Alexa terpotong saat pintu ruangan itu di ketuk dari luar dan menampilkan seorang wanita dengan pakaian modis dan elegan.
"Aduh menantu mommy kamu kenapa" Teriak Jihan sambil menghampiri Alexa.
"Mommy" Gumam Alexa.
"Apa yang terjadi?" Tanya jihan.
"Mom faro titip Alexa dulu ya, faro ada urusan sebentar". Tanpa menunggu jawaban dari jihan Alfaro pun pergi dengan langkah tergesa-gesa. Amarah nya kini sudah berada di ubun-ubun.
"Bisa kalian jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Alfaro dingin.
"Saya hanya menjalankan tugas saya saja pak" Sahut Luna.
"Tugas?"
"I-iya pak, cewe tadi ngaku-ngaku pacar bapak. Tapi saya ngga percaya modelan cewe kaya dia itu ngga bener pak" Lanjut Luna dengan percaya diri sambil memperhatikan senyum nya.
"Apa kamu bilang, dia cewe ga bener?" Tanya Alfaro dengan muka merah padam menahan amarah.
"Iya pak, mukanya doang kaya cewe polos tapi ternyata"..
"Diam sial*n"Desis Alfaro memotong perkataan Luna.
"Asal kalian semua tau, DIA ADALAH GADIS SAYA! MILIK SAYA! "Lanjut Alfaro lantang, dirinya sungguh ingin menghabisi mereka sekarang dan mencabik jantung-jantung itu dengan pola abstrak.
Deg
Semua karyawan di sana membeku atas ucapan Alfaro, Luna pun menggeleng kan kepalanya Ia masih tidak menyangka. Lelaki yang ia cintai sudah milik orang lain? Tidak ia tidak bisa menerima semua ini. Meskipun ia jauh lebih tua dari Alfaro, tapi rasa obsesinya terhadap Alfaro begitu besar.
__ADS_1
"Kalian semua telah menyakiti gadisku, Sama saja kalian mencari mati denganku! "Tegas Alfaro membuat mereka semua menunduk takut.
"Kirim keluarga mereka semua ketempat pedalaman" Lanjut Alfaro.
Beberapa karyawan yang tidak ikut handal dalam masalah ini pun merek merasa lega dan aman, karena apa? karena mereka tidak perlu berurusan dengan Alfaro si lelaki kejam.
"S-saya mohon pak jangan lakukan itu" Ucap Sala satu karyawan .
"Iya pak kami minta maaf atas kejadian ini.
Alfaro pun berdecih, apa? maaf?, oh tidak semudah itu dirinya memaafkan kesalahan orang terutama ini menyangkut tentang gadisnya, bisa di pastikan jika ini bukan di kantor. Sudah Alfaro cincang-cincang daging mereka semua!.
Alfaro memperlihatkan laptop yang ia pegang, di dalam laptop itu sudah ada rekaman cctv saat kejadian itu terjadi. Ia benar-benar marah dirinya ingin sekali membunuh orang-orang itu, baiklah kita lihat saja nanti!.
"Rocky, urus orang-orang ini dan berikan mereka surat pengunduran diri, pastikan mereka semua tidak akan di terima kerja di manapun!.".
"Baik tuan muda"
Semua orang tercengang mendengar itu, mereka sungguh menyesal "P-pak tolong ma-maaf kan saya, saya sungguh tidak tau jika gadis tadi wanita anda" Ujar sala satu karyawan sambil menundukkan kepalanya.
"Lalu? Saya peduli dengan penjelasan mu begitu hah? Tanya Alfaro.
"Untuk karyawan yang lain silahkan kalian kembali ke pekerjaan masing-masing! Dan untuk yang tadi mencari masalah dengan gadis saya kalian semua silahkan angkat kaki dari sini!" Ucap Alfaro tegas dan tajam.
"Silahkan kalian angkat kaki!" Tekan Alfaro lagi karena melihat para karyawan itu yang memohon-mohon padanya sambil menangis. Melihat tangisan itu Alfaro jadi ingin mematahkan tulang mereka agar mereka bisa menderita.
Tubuh Alfaro terhuyung kebelakang karena tiba-tiba Luna menerjang dan memeluknya dengan erat. Semua mata menatap kaget kerah Luna yang berani melakukan itu.
"Lepas kapa**t" Desis Alfaro tajam dan langsung mendorong tubuh gadis itu dengan keras sampai membentur meja resepsionis.
"Apa yang kau lakukan sialan!" Bukan, bukan suara Alfaro tapi suara Rocky, lelaki itu akan marah pada orang yang membuat tuan mudanya terganggu.
Tanpa basa basi Alfaro langsung menarik rambut Luna dengan kasar dan menginjak tangannya. Semua memekik tertahan melihat itu.
"Dasar murahan, berani-beraninya kau menyentuh ku sialan"Ujar Alfaro dingin dan semakin mengeratkan jambakkan itu.
"M-maaf kan aku, tapi aku mencintaimu"Ujar Luna.
"Cih, lalu aku peduli begitu? Tentu kau sendiri tau jawabannya" Tekan Alfaro.
"Rocky bawa dia, jangan biarkan dia lepas" Ucap Alfaro dan langsung di turuti oleh Asisten nya itu.
"Tidak! Aku tidak mau! Alfaro aku mencintaimu.." jerit Luna yang sudah di bawa keluar oleh Rocky.
"Diam kau jal**ng, suara mu sungguh ingin membuat ku muntah" Ujar Rocky.
"Silahkan kalian pergi, atau nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya"Ucap Alfaro geram. Tidak bisakah mereka segera pergi? jiwa psikopatnya muncul, dia ingin membunuh orang-orang yang sudah menyakiti gadisnya.
__ADS_1
Tanpa basa basi mereka pun langsung keluar dari sana, entahlah sekarang nasib mereka bagaimana? jika di pecat dari sini dan tidak akan di terima kerja di mana pun.
Bahkan keluarga mereka juga di kirim ke pedalaman. Sungguh Alfaro benar-benar tak punya hati!.