Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Deddy?


__ADS_3

DOR


Semua orang yang berada di ruangan itu langsung membulatkan mata mereka, karena terkejut ketika mendengar suara tembakan yang menggema di sana.


Tes tes


Darah mengalir deras dari tangan kiri Alfaro, lelaki itu sama sekali tidak mengeluarkan suara kesakitan saat tangannya terkena peluru tembakan.


Darah segar terus mengalir dari tangan nya, Alfaro membalikan badannya. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat sang pelaku.


"Deddy? why?" Tanya lelaki itu.


Pelaku itu adalah Reyhan--deddy nya sendiri.


"Kau bisa membunuhnya" Ujar Reyhan sambil menyuruh beberapa bodyguard mengangkat bodyguard yang sudah di jadikan samsak oleh Alfaro.


"Kau apa apaan ded?! Aku belum puas" Ujarnya "Taro dia seperti tadi, atau kalian yang akan jadi gantinya" Lanjut Alfaro tegas sambil melihat tajam para bodyguard yang akan membawa mangsanya.


Bukan tanpa Alasan Alfaro ingin menghabisi bodyguard itu,Jika saja dia waktu malam tidak ketiduran, mungkin saja detik ini gadisnya masih berada di sini. karena bodyguard itulah yang bertugas mengawasi Alexa tanpa sepengetahuan gadis itu.


"Sudahlah, kau bisa membunuhnya nanti" Sahut Reyhan "Bersihkan dulu luka mu, ada yang ingin deddy bicarakan" Lanjutnya setelah itu ia pergi dari sana.


Flashback!!


Di taman yang di tumbuhi berbagai bunga dan tanaman lainnya yang begitu indah membuat siapa saja yang melihatnya ingin berada di sana. Angin yang terus berhembus hembus membuat rambut seorang gadis yang sedang duduk di bangku taman itu sedikit terangkat angkat. Mata indahnya terus terpejam menikmati sentuhan angin yang menerpa wajahnya.


Tak lama mata indah itu terbuka, gadis itu menghela napas panjang dan membuangnya dengan kasar.


"Nona, sekarang waktunya anda makan" Ucap seorang pelayan yang datang dari arah belakangnya.


Gadis itu menghela napas kembali, tanpa menjawab perkataan pelayan itu.


"Nona waktunya anda makan, tuan sudah menyuruh say.."


Gadis itu mengangkat tangan kanannya pertanda is tak mau lagi mendengar perkataan pelayan itu.


"Aku tau, nanti aku makan" Ucapnya yang masih memfokuskan pandangannya pada bunga bunga di sana.

__ADS_1


Gadis itu adalah Alexa, ia sedang berada di taman belakang mansion Alfaro. Bukan tanpa Alasan Alfaro tak bersamanya hari ini, lelaki itu sedang pergi ke kantor karena ada meeting mendadak. Jadi lah Alexa hanya sendiri di sini, Tapi bagi Alexa ini lebih baik karena ia bisa tenang jika Alfaro tidak ada.


"Bibi apakah aku boleh meminjam ponselmu?" Tanya Alexa.


Pelayan itu mengerutkan keningnya bingung."Maaf nona, tapi untuk apa?"Tanya pelayan itu.


"Emm.. jadi gini bi" Ucap Alexa menjeda "Aku mau nelpon Alfaro karena hp aku rusak" Ucap Alexa berbohong.


Pelayan itu mengangguk anggukan kepalanya, setelah itu ia menyerahkan handphonnya pada Alexa.


"Ini non, kalau begitu saya permisi kedalem dulu" Ujar nya sopan dan di angguki oleh Alexa.


Setelah pelayan itu masuk Alexa melihat ke sekeliling taman itu, Ia bernapas dengan lega karena para bodyguard yang menjaganya di sana sedikit jauh dari posisinya.


Alexa tersenyum sumringah karena ia bisa menghubungi abangnya. Tak menunggu lama karena bagas langsung mengangkat telponnya di panggilan pertama.


"Halo"


"Halo abang" Sahut Alexa cepat tapi dengan suara yang pelan.


"De ini beneran lo kan" Tanya bagas tak percaya.


"kenapa nomornya beda?" Tanya bagas.


"Gue pinjem hp pelayan di sini".


"Buset ketauan Alfaro tau rasa lo"Ujar bagas memperingati.


" Ga bakalan, oke gua ga bisa lama lama"Ucap Alexa "Intinya gue butuh bantuan lo bang, Gue mau lo bantu gue kabur dari sini" Lanjut Alexa.


"ngga, ga mau gue. Lo aman sama Alfaro" Ujar bagas


Alexa menautkan alisnya "Lo ngomong apaan sih bang, lo ga sayang lagi sama gue? iya?, masa gue mau kabur di sini lo malah ngelarang gue sih!" Ucap Alexa panjang lebar.


"E.. eh bukan begitu" Sela bagas.


"Bukan begitu gimana? tega bener lo sama gue bang. Lo seneng liat gue tersiksa di sini!?".

__ADS_1


"Bukan begitu ogeb, tapi..tapi aduh gimana ya cara gue jelasinnya "Ujar bagas.


" Ga mau tau, pokoknya gue mau lo bantu gue bang. Ga ada bantahan ataupun penolakan, Titik!".Ujar Alexa setelah itu ia mematikan sambungan telpon itu dengan sepihak.


Dari sinilah awal mula terjadinya rencana Alexa dan bagas. Alexa sering menghubungi bagas bukan lewat heandponnya sendiri ataupun telepon rumah. Gadis itu sadar bahwa handphonnya dan telepon rumah di sini sudah di sadap oleh Alfro, sehingga ia bisa tau apa yang di lakukan Alexa dan siapa yang gadis itu hubungi.


Flashback off!!


Setelah mengantarkan Alexa ke bandara, bagas kini sedang mengendarai mobilnya menuju kediamannya. Banyak hal yang di pikirkan lelaki itu. Terutama keselamatan Alexa.


Pria itu menghela napas lelah"Sebisa mungkin abang akan jagain kamu de, walaupun nyawa abang sendiri yang menjadi taruhannya "Ujar bagas sambil mengeratkan pegangannya pada setir.


Sedangkan di lain tempat seorang pria dengan pakaian formalnya tersenyum puas, saat orang kepercayaannya mengabarkan bahwa Alexa pergi dari kediaman Rahardian.


"Tuan, kami tidak bisa melacak keberadaannya nona Alexa" Ujar orang kepercayaannya Raka--ayahnya Alexa.


Pria itu menghela napas panjang"Tidak papa, lanjutkan pencariannya"Ujarnya dan di angguki oleh orang itu.


"Kau menemukan putriku?".


Suara itu mengejutkan Raka, lantas pria itu berdiri dari kursi kebesarannya. " Kenapa kau ke sini tidak bilang padaku terlebih dahulu?". Tanya Raka.


Wanita itu tersenyum "Jika aku bilang padamu, apakah kau akan mengijinkannya? tentu tidak bukan".Sahut Melinda-- bundanya Alexa.


"Ah baiklah, Apakah kau sudah menemukan putriku?" Tanya melinda sambil menatap penuh harap pada Raka.


Gelengan kepala raka membuat melinda lesu kembali, tanpa di minta cairan bening keluar dari matanya "Hah., kenapa untuk bertemu putiku saja susah sekali" Ujarnya sambil berjalan kearah sofa.


"Saat aku tau putriku berhasil kabur dari sana, aku bahagia sekali. Kukira setelah ini aku bisa memeluknya setiap waktu" Lanjutnya menjeda "Tapi ternyata aku salah".


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, aku akan berusaha mencari keberadaannya" Ucap Raka mantap.


"Biar ku tanya pada bagas, apakah dia tau di mana putri kita" Lanjut Raka.


"Jangan!" Cegah melinda saat melihat Raka mengeluarkan heandponnya dari dalam saku celana. Pria itu menautkan alisnya pertanda ia bertanya kenapa.


"Biarkan saja, aku yakin Alexa baik baik saja. Mungkin saja dia sengaja tidak mengabari kita dulu, karena aku tau dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap kita" Ujar melinda "Biarkan saja, aku yakin setelah beberapa waktu dan keadaan sedikit membaik, Alexa pasti akan mengabari kita" Lanjut melinda seakan paham apa yang Alexa pikirkan.

__ADS_1


"Hah baikalah, aku harap dia bisa menjaga dirinya di sana" Ucap Raka sambil membuang napasnya kasar.


__ADS_2