Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Kembalinya Alexa


__ADS_3

"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, cepat lakukan sesuatu agar aku gadis itu berada di tanganku".


" Baik tuan, sekarang nona Alexa sedang berada di rumah kakek nenek nya "Jawab pria yang berpenampilan serba hitam seperti bodyguard.


"Aku akan menyusul ke sana, dan membawanya pergi hahaha" Ujar pria itu sambil tertawa.


"Gila! dasar pria brengsek!" Ujar seorang wanita memasuki ruangan itu.


"Aku sudah tau akal busuk mu dari dulu, dan bodohnya aku tetap bertahan menjadi istri mu!, harusnya aku dari dulu memilih bercerai dari mu, dan membawa putriku pergi!" Terik wanita itu marah dengan menunjuk nunjuk pria yang sedang duduk santai di kursi kebesarannya.


pria itu mengibaskan tangan menyuruh bodyguard itu pergi dari sana.


"Cih, anak mu terlalu cantik sehingga aku menginginkannya, dan jangan harap kau bisa pergi dariku, sebelum aku mendapatkan wanita ku" Ujar pria itu santai.


"Kapara*, sialan kau! akan aku pastikan putriku tidak akan bisa kau dapatkan!. Dan satu hal yang harus kau ingat, dia juga putrimu sialan!"


"Dia wanitaku! bukan putriku!" Sela Raka marah.


Raka Aruna Jonshon--- Ayah dari Alexa dan Bagas, itu sedang berdebat dengan istirnya--Melinda Apriyani Jonshon.


"Kau sudah gila!".


"ya, aku gila! aku tergila gila pada gadis kecil itu". Ucap Raka dan tertawa setelahnya".


Melinda keluar dari sana dengan mengepalkan tangannya, matanya sudah memanas sedari tadi. Hatinya benar benar terasa sesak, ini yang membuat alsan melinda lebih baik Alexa tinggal bersama Alfaro dari pada harus di rumahnya sendiri, karena Raka benar benar gila!.


Masih ingat Part 12? saat pertama kalinya Alexa di bawa pergi oleh Alfaro, tapi melinda bersikap biasa saja. Malahan wanita itu lebih tenang jika Alexa bersama laki laki itu, ternyata Melinda sudah mengetahui nya dari dulu, dan tidak bisa melakukan apa apa saat itu karena Raka selalu mengancamnya akan melenyapkan Alexa jika wanita itu berani mengadukannya pada Alexa.


Melinda takut apa yang Raka rencanakan waktu itu akan terjadi, dia tidak ingin masa depan putrinya hancur karena pria itu!.


Flashback!!


Langkah melinda terhenti ketika berada di depan ruang kerja raka yang pintunya sedikit terbuka, keinginan nya untuk masuk pun ia urungkan saat mendengar percakapan Raka dan sala satu pria di dalam sana.


"Terus pantau Gadisku itu, aku tidak ingin ia terluka" ujar Raka pada pria yang di tugaskan nya untuk terus mengawasi Alexa.


"Baik tuan saya tetap memantau nona Alexa"


Melinda mengerutkan keningnya, saat pembicaraan mereka menyebut nyebut nama anaknya.


"Bagus, aku tidak sabar menunggunya dewasa" Ucap Raka tiba tiba.

__ADS_1


"Kau akan mendapatkannya tuan" Sahut pria itu.


"Ya, pasti. Aku akan mendapatkan gadis itu, aku tidak sabar menunggunya dewasa, aku ingin cepat cepat menikahinya".


Deg


Kaki melinda terasa lemas seperti jeli, ia bahkan berpegangan pada tembok demi bisa tetap berdiri. Perasaannya tidak bisa di jabarkan, dan pikirannya benar benar kacau.


Apa yang di maksud oleh suaminya itu, mengapa ia ingin menikahi Alexa?, Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan demi melindungi Alexa?.


Flashback Off!!


............


Obrolan ketiga manusia itu terhenti ketika mendengar bel yang di pencet berkali kali. Terdengar tidak sabaran, sampai menimbulkan bunyi gaduh oleh suara bel tersebut.


Di sana ada Alexa, Rose dan juga Arlan.


Arlan--Kakeknya Alexa bangkit dari duduknya hendak melihat siapa tamu yang tidak sopan, kerena memencet bel rumah dengan tidak sabaran.


"Kakek, biar lexa aja" Cegah Alexa dan mulai berjalan menuju pintu.


Pintu terbuka, hal pertama yang Alexa lihat di sana sudah berdiri seorang laki laki yang di dampingi banyak bodyguard di belakangnya.


Tubuh Alexa bergetar ketakutan ketika tatapannya bertubrukan dengan laki laki yang mempunyai


tatapan tajam itu, tatapan yang sudah lama tidak di lihatnya. Alfaro Rahardian, laki laki psikopat yang ingin Alexa hindari kini laki laki itu berada di hadapannya?.


"Hai.." Sapa Alfaro dengan suara rendah


Alexa hendak menutup pintu tapi pergerakannya terbaca, sehingga Alfaro cepat cepat menahannya.


"A-al" Ucap Alexa lirih tubuh gadis itu sudah bergetar ketakutan di tambah kini pergelangan tangannya sudah di cengkram kuat oleh Alfaro.


"Waktu liburannya sudah selesai manis, waktunya pulang" Bisik Alfaro di telinga Alexa sambil menarik nya hingga membentur dada bidang Alfaro.


"Lepas!"


"Diam!" Desis Alfaro marah, ingin rasanya ia langsung pulang ke mansion nya agar bisa cepat cepat memotong kaki Alexa.


"Alexa who's coming" teriak Rose dari dalam.

__ADS_1


(Alexa, siapa yang datang)


"Nenehmdsbzs" Teriak Alexa tidak jelas karena langsung di bekap oleh Alfaro.


Merasa tidak ada sautan dari cucunya, Rose dan Arlan pun bangkit dan menyusul Alexa di luar.


"Alexa, siapa yang datang nak"Teriak Arlan ketika sudah mendekati pintu. Pria paru baya itu lancar sekali berbahasa indonesia, karena dia asli orang Indonesia, dan tinggal di sini hanya mengikuti ke mauan istrinya yang asli orang amerika itu.


"Astaga.." Teriak Rose dan Arlan ketika sudah sampai di luar.


Mereka mengangkat kedua tangannya ke atas saat tiba tiba gerombolan berbaju hitam menodongkan pistol ke hadapannya.


"What's dis?" Tanya Rose


(Apa ini?)


"Do we have a problem with you guys?" Timpal Arlan


(Apakah kami punya masalah dengan kalian?)


"Nenek, kakek!" Teriak Alexa yang masih berada di tangan Alfaro sambil menangis.


Atensi kedua peru baya itu teralihkan saat melihat Alexa yang sedang berada di dalam cekalan pria yang terlihat menyeramkan, karena tatapan matanya yang tajam seperti menusuk pandangan mereka.


"don't hurt my grandson, let him go"Ujar Arlan sambil maju kearah Alexa, namun sebelum itu terjadi dua bodyguard Alfaro langsung menempelkan pistol di kepalanya.


(Jangan sakiti cucuku, biarkan dia pergi)


Alfaro berdecih mendengar itu, Enak saja melepaskan Alexa. Pria tua itu tidak tau bagaimana perjuangannya agar bisa sampai di sini.


"Jangan sakitin nenek sama kakek Al, aku mohon"Pinta gadis itu.


"No! Aku harus memberinya sedikit pelajaran" Sahut Alfaro.


"Ngga! ga boleh!, aku mohon"


"Baiklah, tapi.. kau harus ikut dengan ku, atau.. " Ujar Alfaro menggantungkan ucapannya.


"A-atau apa?" Tanya Alexa sebisa mungkin mencoba melepaskan tangannya yang di cengkram kuat oleh Alfaro.


"Aku akan membunuh mereka berdua di hadapan mu sayang" Bisik Alfaro di telinga Alexa dan membuat gadis itu semakin ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2