
Sudah seminggu Alexa menghilang tanpa jejak, dan sudah satu minggu juga Alfaro menghabisi orang-orang yang membuatnya merasa marah atau kesal. Cowok itu semakin menjadi-jadi saja, bahkan ia bisa membunuh tiga manusia sekaligus dalam satu malam.
pencarian pun tidak pernah di berhentikan, bahkan keluarga Rahardian itu malah semakin menggerakkan anak buah nya untuk mencari keberadaan Alexa.
"Ayah bagaimana?" tanya Alfaro ketika baru saja turun dari tangga. penampilan cowok itu berantakan, seperti tidak memiliki semangat hidup.
Reyhan menepuk pundak putranya pelan, ia menghela napas panjang. "Kita tidak menemukan jejak apapun, bahkan penerbangan atas nama Alexa pun tidak ada. Ayah curiga, dia menggunakan nama palsu" ucap Reyhan.
Alfaro mengepalkan kedua tangannya, ia marah pada dirinya sendiri, dan ia juga marah pada Alexa karena telah melarikan diri darinya.
"Aku tidak bisa seperti ini terus ayah, Aku mau gadis ku!" Desis Alfaro.
Reyhan mengangguk mengerti, ia cukup paham dengan anaknya itu. Karena Alfaro ternyata memiliki Sifat seperti dirinya. Apapun yang dia inginkan harus di dapatkan!.
"Aku kasih ayah waktu tiga hari, jika dalam tiga hari masih tidak ketemu. Maka aku yang akan mencarinya dengan caraku!" Ujar Alfaro sambil menatap Reyhan tajam.
"Baiklah boy, nanti jika sudah waktunya kau semuanya" Sahut Reyhan dan menampilkan senyum devil.
Alfaro mengerutkan keningnya, ia menatap curiga pada Ayahnya. Apa maksud dari perkataan Reyhan barusan?
Tanpa mau memikirkannya lebih jauh, Alfaro mulai berjalan menaiki tangga. Ia harus pergi secepatnya, karena Jiwa psikopatnya muncul lagi ketika mengingat gadisnya belum di temukan!.
"Sudahlah, jangan membunuh terus. Ayah takut nanti manusia habis karena mu" Teriak Reyhan Saat melihat putranya yang sudah jauh dari sana.
"AKU TIDAK PEDULI! "
__ADS_1
Reyhan menghela napas panjang, didikan keras dari nya sewaktu Alfaro kecil, membuat Cowok itu jadi seperti ini sekarang!. Tapi ia tidak menyesal dengan tindakannya, karena dengan seperti ini Alfaro tidak takut pada siapapun.
"Alexa, lihat saja nanti. Jika aku sudah menemukan mu, akan ku potong kaki nakal mu itu". Gumam Alfaro dalam hati.
...............
" Tuan sepertinya mereka sudah curiga pada kita"Ucap seseorang itu sambil membungkukkan badannya.
"bagaimana bisa mereka tahu semua ini" Desis pria dengan memakai pakaian Formalnya.
"Saya tidak tahu tuan, sepertinya mereka mulai curiga".
" Pastikan semuanya berjalan dengan apa yang saya perintahkan! jangan sampai gagal!" ucap pria itu tidak bisa di bantah.
Sementara itu di negara lain, Alexa sedang menikmati senja di pantai yang ia kunjungi sekarang. Gadis itu tersenyum manis ketika ia mengingat masa-masa kecilnya bersama sang keluarga.
"bunda, ayah. Alexa rindu...sekali sama kalian" ujar gadis itu dengan duduk lesahan di atas pasir. Hari ini dirinya sengaja pergi ke sini, ia ingin memenangkan diri.
Ternyata pergi dari Alfaro tidak membuat Alexa tenang sama sekali, malahan gadis itu di buat gelisah, entah lah tapi ia merasa setiap pergerakan nya selalu di awasi. Gadis itu melihat handponnya yang sudah beberapa hari tidak di aktifkan.
"Kalo gue hidupin, Alfaro bakalan tau ga ya, gue di sini" monolog Alexa.
Gadis itu ragu antara ingin mengaktifkannya atau tidak, ia hanya ingin menghubungi keluarganya. Ia ingin tau bagaimana keadaan mereka.
"Tapi nanti kalo gue idupin, dia tau lokasi gue terus dia nyusulin gue ke sini gimana" ujarnya lagi sambil terus menatap benda pipih itu.
__ADS_1
Setelah menimang-nimang pikirannya, Akhirnya Alexa memasukan benda itu lagi ke dalam saku celananya. gadis itu menghela napas panjang, sesusah ini ia ingin tau kabar keluarganya sendiri.
Setelah puas menikmati senja di pantai, Akhirnya Alexa berdiri dan menepuk-nepuk celananya yang terkena beberapa pasir di sana.
Gadis itu Lalu berjalan sambil bersenandung kecil, Besok ia akan pindah ke rumah Neneknya yang tak jauh dari hotel yang ia tempati sekarang.
Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat sebuah kucing yang tak jauh dari keberadaannya.
Alexa mendekati kucing itu dan berjongkok"Hai,ihhh..lucu banget " ujar Alexa gemas sendiri ketika melihat tubuh kucing itu yang sedikit gemuk, dan mata nya yang indah.
"Kaki kamu kenapa?" tanya Alexa berharap kucing itu mengerti ucapannya.
"Astaga Kenapa berdarah".
Alexa menggendong kucing itu dengan hati- hati, ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari pemiliknya. Tapi sayang Alexa tidak menemukannya, sepertinya kucing ini sengaja di buang. Terlihat di sana hanya ada dirinya di pantai itu.
"pus, lo mau kan ikut sama gue?"
"meow.. "
Alexa terkikik geli, meskipun kucing itu cuma mengeow tapi ia anggap itu sebuah jawaban bahwa kucing itu mau ikut dengannya.
"oke, sekarang lo gue kasih nama puspita. Gimana bagus kan?" Tanya Alexa.
"Yaudah sekarang kita pulang, Nanti gue obatin kakinya".
__ADS_1