Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Comeback Sechool


__ADS_3

Setelah hampir dua minggu Alfaro tidak masuk sekolah, kini cowok itu tengah memakai seragam sekolah nya. Ia terlalu lama tidak hadir, sampai akhirnya melupakan sebuah fakta bahwa ia masih anak SMA.


Mungkin jika di lihat dari postur tubuh, Alfaro seperti bukan anak SMA, tapi anak kuliahan. Tubuhnya yang tinggi dan berotot membuat ia banyak di kagumi apalagi wajahnya yang sempurna.


Tapi hanya Alexa yang tidak terpana dengan ketampanannya, bahkan gadis itu terang terangan ingin pergi dari nya.


Alfaro melirik jam di tangannya cowok itu berdecak kesal "Sayang cepatlah, nanti kita terlambat" Teriak cowok itu.


"Sebentar".


Alfaro menghela napas panjang, sudah dua puluh menit Alexa berada di kamar mandi tapi tidak keluar juga.


"Dasar wanita, ngomongnya doang sebentar, tapi seabad baru selesai" Gerutu Alfaro kesal.


Ia mendudukkan tubuhnya di kasur, cowok itu tetap setia menunggu Alexa, agar tidak bosen Alfaro pun membuka ponselnya dan bermain game.


Lima belas menit berlalu...


Cklek


pintu kamar mandi terbuka, di sana sudah ada Alexa yang sudah rapi, gadis itu berjalan kearah sepatu nya yang berada di sana. setelah selesai memakai sepatu ia berjalan menghampiri Alfaro dan merebut ponsel cowok itu tiba tiba.


"Apa" sinis Alexa saat melihat Alfaro akan protes.


Alfaro menggeleng dan berdiri sambil membawa tas Alexa di pundaknya "Ayo" Ajak Alfaro sambil menggenggam tangan Alexa.


"Eh eh, tunggu" Cegah Alexa mau tak mau Alfaro menghentikan langkahnya.


"Kamu ga bawa tas?"


Alfaro menggeleng dan membuat Alexa mengerutkan keningnya. Cowok itu menatap Alexa intens "Cantik" puji Alfaro tiba tiba sambil mengelus pipi Alexa.


Alexa merasakan pipinya panas, jantung gadis itu berdetak tidak karuan, ia jadi salah tingkah sendiri mendengar Alfaro memujinya.


Alfaro yang melihat itu tersenyum miring "Kenapa pipinya merah?" Tanya cowok itu menjeda "ciee salting" Bisik Alfaro di telinga Alexa, Dan ngacir dari sana.

__ADS_1


"ALFARO SIALA*" Teriak Alexa dan berlari mengejar Alfaro yang sudah sedikit jauh darinya. Alexa benar benar malu sekarang, apalagi Alfaro mengejeknya.


Cowok itu tertawa terbahak bahak sambil berlari menghindari pukulan dari Alexa, ternyata membuat Alexa kesal, seru juga.Dan Alfaro menyukai itu.


....... ...


"Jadi.. bagaimana?, maaf soalnya otak gue sedikit lola" Ujar Rizal tiba tiba sambil menatap Alfaro dan Tomi. bergantian.


Kini ketiga cowok itu sedang berada di Rooftop sekolah. padahal sekarang masih jam pelajaran. Tapi ketiga cowok itu memilih bolos katanya bosan di dalam kelas.


"Ck, masa kaya gitu aja lo ga ngerti" Decak tomi sambil memberikan berkas berwarna merah itu pada Rizal biar lelaki itu memahaminya.


"APA" Kaget Rizal


"Bisa ga sih, ga usah teriak teriak segala. Kuping gue bisa budek nanti" Ujar Tomi menatap Rizal geram.


"Iya ga Ro?" Tanya Tomi menatap Alfaro yang hanya menatap mereka dengan datar. "Ga asik lo Ro, gue nanya di kacangin".


"Diam lo Tom, gue ngerti sekarang" Ujar Rizal bersungguh sungguh.


"Jadi...Alexa itu bukan anak kandung dari Raka kan? Bapak nya Alexa meninggal pas dia masih berumur satu tahun. Dan ibunya Alexa menikah lagi dengan Raka yang mempunyai satu anak laki laki yang bernama bagas hasil dari pernikahan nya yang pertama. Gitu sih yang gue cerna dari isi berkas itu" Kata Rizal panjang lebar.


"Iya lo bener, dan Raka bapak tirinya Alexa itu menginginkan Alexa makannya dia nikahin ibunya Alexa, guna bisa mendapatkan Alexa nantinya" Tambah Tomi


" Wah parah bener udah tua ga inget umur "Ujar Rizal kesal "Terus rencana lo apa Ro?".


"Ga ada" jawab cowok itu santai.


"HAH" Ujar Tomi dan Rizal bersamaan


"Maksud lo, lo ngerelain Alexa sama pria tua itu gitu?"


"G".


"Terus kenapa muka lo kaya santai gitu ngab?" Tanya Tomi tidak habis pikir.

__ADS_1


"Gue mau main main dulu sama tikus kecil itu, setelah waktunya baru gue kasih pelajaran" Sahut Alfaro dan tersenyum miring.


"Alexa udah tau soal ini?" Tanya Rizal menatap Alfaro penasaran.


Cowok itu menggelengkan kepalanya. "Belum waktunya".


Rizal dan Tomi pun mengangguk mengerti, Mereka hanya bisa mendukung keputusan Alfaro selagi itu baik untuknya.


" Lo ngerokok?" Tanya Tomi ketika melihat Rizal mengeluarkan Rokok dan menghisapnya.


Alfaro dan Tomi yang melihat itu mengerut kan keningnya, mereka memang suka merokok tapi itu hanya saat mereka memiliki masalah yang berat saja.


Alfaro merampas Rokok di mulut Rizal dengan paksa, dan menginjaknya hingga hancur.


"Lo bisa cerita, ga usah pake ginian" Ujar Alfaro.


"Ada kita kita man, jadi lo bisa cerita. Lo ada masalah apa?" Tanya Tomi sambil merangkul pundak Rizal.


Cowok itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "L-lo semua yakin mau tau?" Tanya Rizal tidak yakin.


"Iya cepet ngomong" Sahut Tomi menatap Rizal dari samping.


"Lo juga ro?" Tanya Rizal memastikan.


"Iya".


Rizal mengangguk cowok itu menarik napas panjang dan membuangnya perlahan" sebenernya, g-gue di tolak cewek" Cicit Rizal sambil melihat ekspresi Alfaro dan Tomi.


Tiga kata yang keluar dari mulut Rizal membuat Tomi terbahak bahak, sedangkan Alfaro menendang Rizal hingga cowok itu tersungkur ke bawah lantai.


Rizal berdecak malas ia menatap Alfaro dan Tomi bergantian, cowok itu bangkit dan membungkam mulut Tomi agar berhenti tertawa.


"Siala*, kenapa gue punya sahabat gini amat ya. Dah lah gue ngambek" Ujar Rizal, sebelum pergi ia mengacungkan jari tengahnya kearah Alfaro dan tomi.


"KASIAN, BAUAYA SIH LO" Teriak Tomi saat melihat Rizal sudah sedikit jauh. Tomi hanya bisa menggeleng tidak habis pikir, bagaimana Rizal bisa galau orang ceweknya bajibun di mana mana.

__ADS_1


__ADS_2