
Setelah jam kedua selesai, kini bel istirahat pun berbunyi. Pertanda siswa siswi di perbolehkan untuk keluar kelas.
Setelah Di interogasi oleh Dinda--Sahabat nya itu, Alexa kini bisa bernapas lega karena dinda mengerti dengan apa yang Alexa alami.
Alexa menceritakan bagaimana ia bisa menjadi pacarnya Alfaro dan seperti apa itu Alfaro. Tapi satu hal yang tidak Alexa ceritakan, bahwa Alfaro adalah cowok kejam dan psikopat. Ia tidak memiliki keberanian lebih untuk mengatakannya.
"Lexa, ada yang nyariin lo tuh di depan" Ujar Padli sala satu teman sekelasnya.
"Siapa?".
"Udah liat aja sana, gue cabut dulu" Ujar padli dan pergi meninggalkan Alexa dan Dinda yang berada di bangkunya.
"kita temuin aja dari pada penasaran" Usul Dinda dan di angguki Alexa.
"Yaudah ayo"
Kening Alexa mengerut ketika yang mencarinya bukan Alfaro, melainkan cowok lain.
"Hai" sapa cowok itu dengan pakaian rapi dan cool.
"Lo nyari gue?" Tanya Alexa
Cowok itu mengangguk dan menyodorkan tangannya "Kenalin, gue Lucky anak kelas Xll IPS 2" Ujar Lucky memperkenalkan diri.
Dengan ragu Alexa menjabat tangan cowok itu "Alexa" ujar nya pelan dan langsung menarik tangannya kembali.
"Lucky" Ujarnya memperkenalkan diri pada Dinda. "Dinda" Sahut cewek itu "Oh ya, lo ngapain nyari Alexa?".
"Gue mau ngasih ini" Sahut Lucky dan menyodorkan dua coklat batangan ke hadapan Alexa.
"Dalam rangka apa ya?" Tanya Alexa penasaran.
"Gue cuma pengen aja ngasih ini sama lo, biar lebih tau lo aja".
Alexa menatap Dinda sebentar, ia meminta persetujuan darinya. Setelah mendapat anggukan dari Dinda Alexa pun dengan ragu menerima coklat itu.
"M-makasih" Ujarnya gugup, jujur saja Alexa takut jika Alfaro melihatnya. Gadis itu tersenyum kaku kearah Lucky, ia tidak enak jika menolak pemberian laki laki itu.
Lucky tersenyum "Sama sama, oh ya kalian mau ke kantin kan. Bareng aja sama gue, gue juga mau ke sana".
" Eh, em.. ga us.."
"Yaudah ayo, biar tambah rame" Sela Dinda memotong ucapan Alexa.
Ketiga manusia itu berjalan sambil sesekali bercerita banyak hal. Tapi hanya Alexa yang diam sedari tadi, gadis itu ketakutan jika Alfaro melihatnya.
Dengan perasaan dongkol Alexa menarik Dinda kebelakang hingga posisi nya kini Lucky berada di depan, sedangkan mereka di belakang.
Gadis itu menyenggol lengan Dinda "Kenapa lo maen ayo ayo aja sih, Nanti Alfaro liat gimana" Cicit Alexa pelan.
__ADS_1
"Udah soal Alfaro belakangan. Gue mana tega nolak tawaran cowok cakep kaya Lucky" Ujar Dinda girang.
Alexa hanya menggelengkan kepalanya, sambil mengikuti Lucky yang sudah berjalan sedikit jauh dari mereka.
Sedangkan tak jauh dari keberadaan Alexa, Alfaro menyaksikan itu dengan tangan mengepal dan tatapan matanya yang tajam. Cowok itu terlihat marah.
"Cewek lo noh, mau di embat ama yang lain" Ujar Rizal memanas manasi. Ia masih kesal karena di tendang saat di rooftop tadi.
"Nah iya, kasian bentar lagi ada yang jomblo nih" Timpal Tomi tak mau kalah.
"Gue robek mulut lo berdua" Desis Alfaro terdengar tidak main main.
Jangan tanya kenapa Alfaro bisa tau jika Alexa sedang bersama laki laki lain, bahkan dirinya tau jika Alexa di berikan coklat. Jawabannya simpel, karena di sana banyak mata mata Alfaro untuk mengawasi gadisnya, tanpa sepengetahuan Alexa tentunya!.
Tanpa mengatakan apa apa lagi Alfaro langsung berjalan kearah tiga manusia yang berjalan di depannya.
Tanpa aba aba Alfaro langsung menarik Lucky ke belakang dan membuat Alexa membulatkan matanya.
Bugh
Satu puklan Alfaro layangkan mengenai Plipis Lucky hingga berdarah. Koridoor sekolah menjadi ramai seketika, banyak siswa siswi yang melihat kejadian itu tapi tidak ada satupun yang ingin memisahkannya.
"Sialan, berani berani nya lo deketin cewe gue!"
Bugh
Alfaro melayangkan bogeman lagi dan mengenai pipi cowok itu.
Dengan kasar Lucky menepis tangan Alfaro yang menarik bajunya, cowok itu mengusap ujung bibirnya yang berdarah.
"Apa apaan lo, maen tonjok aja. Dasar gila!" Kata Lucky tidak terima.
Rizal dan Tomi hanya melihat itu dengan santai, mereka seperti sedang menonton pertunjukan seru di sana. Bahakan kedua lelaki itu malah asik memakan ciki yang mereka rampas dari adik kelas.
Alfaro berdecih "Lo yang gila, dia cewek gue. Dan lo.. " Kata Alfaro menjeda sambil menunjuk Lucky "Jangan coba coba deketin dia" sambungnya marah, jika bukan karena sekarang berada di sekolahan, Alfaro mungkin sudah menyayat kulit Lucky habis habisan.
"Cewek lo?, Mimpi!". Ujar Lucky dan tertawa
Bugh
Karena serangan tiba tiba dari Lucky, Alfaro sedikit mundur dari tempatnya, ia menggeram ingin menghabisi nyawa cowok itu. Tanpa basa basi lagi ia kembali melayangkan beberapa tinjuan pada Lucky.
Bugh
Bugh
"Udah, Stop!" Ujar Alexa mencoba memisahkan mereka.
"Al udah Al".
__ADS_1
Bugh
Bugh
Pukulan demi pukulan Alfaro layangkan pada Lucky, Cowok itu menulikan pendengarannya saat Alexa terus terusan menghentikan perkelahiannya.
"Din tolongin dong, gimana ini pisahinnya" Ujar Alexa frustasi gadis itu kehilangan cara.
"Gue juga ga tau" Sahut Dinda.
"K-kalian tolongin gue pisahin Alfaro" Pinta Alexa menghampiri Tomi dan Rizal yang tidak jauh dari sana.
"Maaf ya kita ga bisa" Sahut Tomi.
"Kita masih sayang nyawa" Timpal Rizal dan tersenyum manis pada Alexa.
Gadis itu menghela napas panjang ia kembali lagi pada Alfaro yang masih setia memukuli Lucky yang berada di bawahnya. Padahal Lucky sudah dalam keadaan tidak baik baik saja.
Alexa meringis melihat wajah Lucky yang bonyok sana sini.
"Al udah aku mohon" Ujar Alexa sambil mencekal lengan Alfaro namun di tepis kasar oleh cowok itu.
Alexa mengepalkan tangannya ia benci karena Alfaro seenaknya, ia benci ketika Alfaro menggunakan kekerasan ia benci itu!.
Bugh
Bugh
Pukulan demi pukulan terus di layangkan, Bahkan Alfaro bisa melihat keadaan Lucky sekarang, Cowok itu sudah tak sadarkan diri!.
"ALFARO RAHARDIAN, GUE BILANG BERENTI SIALA*"
Tonjokan yang akan Alfaro layangkan pada Lucky itu menggantung di udara, cowok itu membalikan badannya dan melihat Alexa dengan tajam. Amarahnya semakin tidak terkontrol, sial Alexa kembali membuat singa dalam dirinya terbangun.
Tanpa babi bu Alfaro menarik Alexa kasar dan menjauhi kerumunan di sana.
"Eh mau di bawa kemana sahabat gue!" Teriak Dinda saat melihat Alexa di tarik paksa.
"Eh.. mau kemana lo, jangan coba coba ikutin mereka" Cegah Rizal saat melihat Dinda ingin mengikuti Alfaro.
"Al lepas ini sakit!" Ujar Alexa sambil mencoba melepaskan cengkraman cowok itu.
"Al, ini sakit lepasin"
Alfaro menghentikan langkahnya, cowok itu berbalik badan dan menatap tangan kiri Alexa yang menggenggam coklat pemberian dari Lucky.
Amarahnya semakin menjadi, dengan kasar ia merampas coklat itu dan menginjaknya kencang.
"A-al itu kan.. "
__ADS_1
"Lo diem!" Potong Alfaro dan kembali menarik Alexa kearah parkiran.