Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Kantor


__ADS_3

Hari ini kantin seperti biasanya selalu ramai di padati siswa siswi. Tapi ada yang berbeda yang di rasakan Alexa. Entahlah ia juga tak tahu apa itu, yang jelas mood nya sekarang tidak baik-baik saja.


Sedangkan Alfaro? Lelaki itu tidak sekolah hari ini, karena Ada meeting dengan klien terpenting. Apa Alexa badmood karena tidak ada Alfaro di sisinya?, mana mungkin dia kan lebih tenang jika Alfaro tidak bersamanya.


"Lo kenapa si lex, gue perhatiin dari tadi lo cemberut aja, lo kangen ya sama faro?" Tanya dinda yang sudah tidak tahan karena omongannya sedari tadi hanya di abaikan oleh Alexa.


"Enak aja, siapa juga yang kangen sama dia" Sahut Alexa sedikit sewot.


"Biasa aja dong kan cuma nanya" Ujar Dinda sambil memakan makanannya. Mata Dinda melebar saat beberapa orang berpakaian serba hitam dengan tubuh besar-besar menghampiri meja mereka.


"E-eh siapa nih" Tanya dinda langsung berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Alexa.


Mata Alexa tak sengaja melihat sala satu baju pria itu yang di dada sebelah kirinya terdapat huruf 'R'. Alexa pun mengerutkan keningnya, baju itu seperti yang di pakai para bodyguard yang berada di mansion Rahardian.


Jika benar itu para bodyguard Rahardian, lalu kenapa mereka kesini?.


"Mohon maaf nona, kami di suruh tuan muda untuk menjemput anda" Ucap sala satu bodyguard sambil menundukkan kepalanya.


Alexa melihat ke seluruh kantin, dan ternyata kini mereka telah menjadi pusat perhatian semua orang. Alexa menelan ludahnya gugup gadis itu paling tidak nyaman bila menjadi objek tontonan.


Sala satu bodyguard pun melihat gelagat Alexa yang tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian, langsung angkat suara.


"Jaga mata kalian! jika masih ingin bisa melihat!" Ucapnya tegas, dan penghuni kantin pun langsung sibuk pada kegiatan masing-masing.


"Nona" Ujar bodyguard itu lagi karena melihat Alexa yang hanya bengong.


"E-eh iya ada apa?" Bukan, bukan Alexa melainkan dinda yang menjawab.


"mohon maaf kami berbicara pada nona kami" Ucap bodyguard itu lagi.


Dinda pun terkekeh sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, gadis itu sungguh malu!.


"Nona mari ikut kami".


"Kenapa aku harus ikut kalian?" Tanya Alexa.


"Karena tuan muda menyuruh kami membawa anda nona" Sahutnya.


"Alfaro?" Tanya Alexa dan di angguki bodyguard itu.


"Kenapa kalian terus menunduk"Tanya Alexa karena bodyguard-bodyguard itu terus menunduk sedari tadi.


"Tuan muda menyuruh kami tidak melihat anda lebih dari lima detik nona" Ucap Sala satu bodyguard.


Alexa pun membelalakkan Mata nya, ia sungguh tak percaya. Sebegitu posesifnya kah Alfaro? Astagaaa Alexa sungguh risih di kekang oleh makhluk satu itu.


"Kalau aku tidak mau ikut kalian bagaimana?"Tanya Alexa.


"Tuan akan menghukum kami dan anda nona".


Alexa menghela napas jengah, selalu saja seperti itu pemaksa!.


"Tapi ini masih jam sekolah" Ujar nya sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Tuan sudah mengijinkan anda nona".


Alexa pun menghela napas jengah apakah Alfaro tidak membiarkannya tenang sehari saja?.


"Baiklah aku ikut kalian" Kata Alexa.


Sebelum pergi dari sana, Alexa memeluk Dinda terlebih dahulu "Gue duluan" Ucapnya tidak enak.


"Iya udah lo sana cepetan takut singa nya ngamuk" Sahut dinda.


Alexa pun pergi berjalan bersama para bodyguard itu meninggalkan kantin, banyak pasang mata yang melihat mereka saat di koridor sekolah, gadis itu menunduk malu karena dirinya merasa ia seperti buronan saja.


"Em paman" Ucap Alexa memberhentikan langkahnya setelah sampai di parkiran.

__ADS_1


Para bodyguard pun memberhentikan langkahnya"Ada apa nona? "Tanya sala satu bodyguard itu yang di ketahui namanya Jack.


"Paman jack kalian pergi saja, aku bisa sendiri kesana" Ucap Alexa.


"Mohon maaf nona, kami tidak ingin mengambil resiko jika melakukan itu. Nanti tuan marah"Sahut jack sambil menundukkan kepalanya.


" Tapi paman.."Belum sempat Alexa menyelesaikan perkataannya jack sudah lebih dulu membuka kan pintu mobil untuknya.


"Maaf nona kami tidak bisa meninggalkan anda sendiri, silahkan masuk"Ucap jack sopan.


Dengan terpaksa Alexa pun masuk kedalam mobil itu yang di dalamnya sudah ada dua bodyguard di depan. Sementara bodyguard yang lainnya mengikutinya di mobil lain yang berada di belakang mobilnya.


"Kenapa hidup gue kaya gini banget si ribet . astaga.. Alfaro..kalo bisa udah gue gorok leher lo itu" Gerutu Alexa pelan.


"Gue cincang-cincang daginya" Umpat Alexa sambil menggerakkan tangannya seperti mencincang daging sungguhan. "Terus gue kasih dagingnya ke jarwo--kucing bagas" Lanjut nya sambil tersenyum senang.


"Masa gue di kawal gini si, kaya presiden aja" Lanjutnya.


Haha tidak tahu saja Alexa ini, jika dirinya memang selalu di kawal para bodyguard, alfaro tidak sebodoh itu. Ia tau Alexa bisa kabur kapan saja. Maka dari itu Alfaro memerintahkan beberapa bodyguard untuk mengawasi kemana Alexa pergi jika sedang tidak bersamanya. Mengawasi tanpa sepengetahuan gadis itu tentunya.


Beberapa menit berlalu mobil itu akhirnya berhenti.


"Nona kita sudah sampai" Ucap Sala satu bodyguard yang membuka pintu mobil itu.


Alexa pun sadar gadis itu melihat ke kana dan ke kiri, lalu keluar dari sana dan mengucapkan terimakasih pada para bodyguard itu.


"Paman jack apa ini kantornya Alfaro?" Tanya Alexa dan di angguki oleh jack.


"Iya nona mari masuk".


"Eh tidak usah paman, biar aku saja yang kedalam "Ucap Alexa tidak enak karena sedari tadi ia di perlakukan baik oleh mereka.


"Tapi nona.."


"Tidak papa paman, Alfaro tidak akan marah, katakan saja ini kemauan ku" Sahut Alexa memotong ucapan jack.


Jack pun menghela napas panjang ternyata nona mereka sangat keras kepala, jack pun meminta persetujuan kepada bodyguard lain, dan sedikit ragu pun para bodyguard itu menyetujuinya.


"Gede banget" Gumam Alexa saat melihat perusahaan itu lebih dekat.


Langkah kecilnya mulai memasuki gedung pencakar langit itu. Beberapa pasang mata menatap kagum kearah Alexa yang baru memasuki kantor itu.


"Permisi mba, saya mau ketemu sama pak Alfaro" Ucap Alexa sesopan mungkin sambil tersenyum manis kearah penjaga resepsionis itu yang sedang sibuk memakai lipstik.


"Buset medok bener, kaya mau kondangan aja" Gumam Alexa dalam hati.


"Mba"Tanya Alexa sekali lagi karena ucapannya tidak di hiraukan sama sekali.


"Luna" Gumam Alexa saat melihat nametag gadis itu.


"Ada apa ya?" Tanya Luna sambil melihat Alexa dengan sinis.


"Em saya mau ketemu sama pak Alfaro" Sahut Alexa masih dengan senyum manis di bibirnya.


"Udah buat janji?" Tanya Luna sambil menatap Alexa sinis.


"belum, tapi dia yang suruh saya kesini"Sahut Alexa.


"Aduhh dek masih kecil kok udah halu si kasian banget".


Alexa pun mengerutkan keningnya" Maksud mba apa ya?"Tanya gadis itu.


"Udah sana sekolah yang bener dek jangan jadi wanita ga bener" Kata Luna


"Maksud mba apa ngatain saya ngga bener!" Sahut Alexa mulai tersulut emosi.


"Ya kamu liat aja ini jam berapa, harusnya anak sekolahan itu jam segini masih belajar, lah kamu malah ada di sini nyariin pak Alfaro lagi, Mau menggoda pak Alfaro kamu hah?" Ucap Luna. beruntun.

__ADS_1


"Jaga ya mulutnya! Saya tuh kesini di suruh sama dia, saya bukan penggoda! mba kali yang penggoda" Sahut Alexa.


"Eh enak aja ngatain saya penggoda, yang sopan ya kamu sama yang lebih tua!".Ujar Luna marah.


"Saya dari tadi sopan ba! Mbaknya aja yang dari tadi ngata-ngatain saya! saya laporin pak Alfaro baru tau rasa" Ujar Alexa.


"Silahkan gue ga takut, emangnya lo siapanya pak Alfaro hah? "Tanya Luna melipatkan kedua tangannya di dada dan mengibaskan rambutnya.


"Saya pacarnya" Jawab Alexa, entahlah bagaimana bisa mulutnya itu mengatakan seperti itu yang jelas Alexa tidak menyadarinya.


"Hahaha" Tawa Luna menggema di sana "Aduhh jangan ngada-ngada deh lo, lo pikir lo cantik hah? bisa se pede itu ngaku-ngaku jadi pacar pak Alfaro" Tanya Luna sambil terus tertawa.


"Lah ngapain mba ketawa, kan yang saya ucapin itu fakta" ujar Alexa sambil menekankan kata Fakta.


"Dengerin gue ya, cewe modelan kaya lo itu buanyak. Mereka juga sama kaya lo, yang ngaku-ngaku sebagai pacar pak Alfaro, jadi alasan lo itu basi. Lo kira gue percaya gitu hah!".


"Tapi gue ga kaya mereka, emang bener kok gue itu pacarnya!" Sahut Alexa tak terima.


"Yaudah mana buktinya kalo lo itu pacar pak Alfaro? Tanya Luna meremehkan.


"Sial mana gue ngga punya poto sama tu orang lagi"Ujar Alexa dalam hati. Gadis itu tak kehilangan akal, gadis itu menekan nomor Alfaro dan mencoba menelpon nya.


Alexa mulai menelpon nomo Alfaro tapi tidak di angkat oleh lelaki itu. "Angkat dong" Gumam Alexa.


Ia tak menyerah Alexa terus mencoba dan mencoba. Sudah lima kali gadis itu menelpon Alfaro tapi tak ada jawaban sama sekali.


"Baiklah ini yang terakhir"Gumam Alexa pelan sambil menekan nomor itu lagi, Alexa menghela napasnya panjang ternyata hasilnya masih sama, lelaki itu tetap tidak meresponnya.


"Mana, ga di angkat kan? jadi bener dong apa yang gue bilang" Ujar Luna sambil tersenyum Menang.


"Perhatian semuanya.." Teriak Luna membuat atensi seluruh karyawan mengarah padanya" Kalian liat nih! cewe ini ngaku-ngaku pacarnya pak Alfaro! "Teriak Luna lantang dan membuat seluruh karyawan tertawa. Dan memandang Alexa dengan remeh dan jijik.


Mata Alexa memanas melihat itu semua, ia baru pertama kali di bikin malu di hadapan semua orang, bukannya lemah! tapi dia benar-benar tidak tahan melihat tatapan orang-orang di sana yang memandang dirinya dengan jijik.


Kalau tidak takut akan kena amukan Alfaro, mungkin kini Alexa sudah pergi dari sana. Toh dia juga sebenarnya tidak mau bertemu lelaki itu.


"Eh bocil jangan halu lo" Teriak sala satu karyawan perempuan


"Cantik si, tapi sayang ke gatelan"


"Tau dih jijik gue liatnya, masih bocah udah belajar jadi penggoda uwekk"Sahut karyawan yang lain sambil menirukan ingin muntah.


"Eh pak Alfaro itu cuek, jadi jangan ngarep deh kita percaya kalo lo itu pacarnya".


"Udah usir aja".


"Tau tuh usir aja biar malu" Teriak karyawan di sana.


Seperti itu lah lontaran-lontaran yang Alexa dengar dari para karyawan.


"Tau tuh masih kecil aja udah caper" Ujar Luna.


"Eh mba Saya caper dari mana nya? adanya situ yang caper, mana makeup tebel lagi kaya tante-tante, bajunya juga udah ga muat gitu masih aja di pake" Sahut Alexa dirinya sudah muak karena di permalukan di depan karyawan-karyawan lain.


Byurr


Tak terima dengan ucapan Alexa. Luna menyiramkan segelas air yang berada di mejanya ke wajah Alexa. Sebagian baju seragam Alexa basah karena terciprat oleh air.


"Janga omongan lo! dasar murahan!" Sahut Luna menggebu-gebu.


"Udah lun bocil kaya gitu jangan lo ladenin, udah usir aja" ucap sala satu karyawan.


Huh


Semua orang ramai-ramai menyoraki Alexa sambil melempari gadis itu menggunakan kertas yang mereka bulat-bulat menjadi seperti bola. Alexa mengepalkan tangannya, ia tidak terima dengan ini semua. Lihat saja nanti!.


Tanpa basa basi luna pun menyeret Alexa dengan paksa tapi sebisa mungkin Alexa melawannya, Alexa tidak takut dengan Luna. Karena ia lebih takut hukuman dari Alfaro bila dirinya tidak ada di sana.

__ADS_1


"Pergi lo ****** sialan! ujar luna sambil menarik rambut Alexa dengan kasar. Tak tinggal diam Alexa pun ikut menarik rambut luna, dan di sana terjadi lah aksi saling tarik menarik.


"Ada apa ini?!"Suara bariton seseorang mengalihkan perhatian semua orang yang ada di sana. Mereka kompak menengok ke sumber suara termasuk Alexa dan Luna.


__ADS_2