Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Makan bersama


__ADS_3

Hari ini hari minggu, dimana hari ini adalah hari yang di nanti nanti oleh anak sekolahan. Karena hari ini mereka tidak perlu merasakan asupan asupan materi yang akan membuat otak mereka serasa ingin meletus.


Sama halnya dengan Alexa, Gadis itu akan memanfaatkan hari minggu nya dengan memasak. Memasak adalah sala satu hobinya dari kecil, dengan kekuatan puppy eyes nya Alexa berhasil menggoyahkan keputusan Alfaro yang melarang dirinya untuk memasak.


"Tidak! Aku takut tangan mu terluka"Seperti itu lah kata kata yang laki-laki itu ucapkan padanya.


Alfaro hanya memperhatikan Alexa yang sedang berada di dapur bersamanya, lelaki posesif itu tidak membiarkannya bernapas dengan lega, pergerakan Alexa selalu di awasi oleh Alfaro. Sampai Alexa kesal karena Alfaro melarangnya memegang ini dan itu.


"Bagaimana aku bisa masak, jika kamu saja melarang ku memegang peralatan masak.Dan sekarang kamu juga melarang aku menyalakan kompor?!". Ucap Alexa sewot karena rasa kesalnya sudah tak terbendung lagi, saat Alfaro melarangnya menyalakan kompor.


Alfaro pun menghela napasnya panjang"Aku hanya takut kompor itu akan meledak, dan melukaimu!" Ujarnya tak kalah sewot.


"Astagaa.. kamu ini bagaimana, mana mungkin menyalakan kompor saja bisa meledak! Sudah diam lah, aku akan hati".


Alfaro pun berjalan mendekati Alexa" Kenapa tidak suruh pelayan saja yang memasak, kenapa harus kamu?" Tanya Alfaro sambil melihat Alexa yang masih fokus memotong bawang.


"Karena memasak adalah hobi ku, jadi.. aku ingin melakukan ini sendiri!" Jawab Alexa.


"Ya, aku tau memasak dan melukis adalah hobi mu, tapi aku takut kau terluka karena hobi mu itu" Sahut Alfaro.


Alexa pun menatap kearah Alfaro dan mengerutkan keningnya. "Bagaimana dia bisa tau?" Tanya Alexa dalam hati.


"Semua tentang mu aku tau beby, jadi jangan heran. kaya gitu" Jawab Alfaro sambil menyentil kening Alexa pelan.


"K-kau ta-tau" Ucap Alexa gugup, karena Alfaro selalu saja mengetahui isi hati seseorang.


"Hem, aku bisa mendengar isi hati seseorang, dan membaca pikiran seseorang, so..jangan pernah macam macam kepadaku, apalagi berniat untuk kabur!" Tekan Alfaro tegas.


Alexa pun berkeringat dingin mendengar itu, bagaimana dia bisa kabur dari Alfaro,jika lelaki itu bisa membaca pikiran dan isi hatinya. Alexa ingin menghilang saja rasanya dari bumi!.


"Kau mengerti"Lanjut Alfaro, dengan ragu Alexa pun menganggukkan kepalanya.


Alexa kembali lagi pada kegiatan masaknya, sedangkan Alfaro.. lelaki itu hanya memperhatikan gadisnya. Beberapa menit kemudian masakan Alexa pun jadi.


"Baiklah sudah siap" Kata Alexa girang saat melihat Rendang sapi yang ia masak telah matang.


"Bau nya enak sekali" Ujar Alfaro yang sudah duduk di meja makan.


Alexa pun mulai memasukan nasi dan rendang itu ke piring Alfaro. Dan di terima dengan senang hati oleh sang empu.

__ADS_1


"Gimana" Tanya Alexa sambil meremas kedua tangannya erat, entahlah melihat wajah Alfaro yang datar membuat Alexa panik takut lelaki itu tidak menyukainya.


Alfaro pun tersenyum manis"Enak"Jawab lelaki itu sambil terus makan.


"Beneran?" Tanya Alexa dengan mata berbinar, dan di angguki oleh Alfaro sambil mengangkat kedua jempolnya.Alexa pun mulai ikut makan bersama Alfaro.


Sesekali Alfaro tertawa saat Alexa mengeluarkan leluconnya, Gadis itu senang melihat Alfaro yang tertawa dan tersenyum seperti sekarang, Tidak menyeramkan!.


Pelayan pelayan yang berada tak jauh dari sana pun tersenyum bahagia, saat melihat tuan muda mereka tersenyum, baru kali ini mereka melihat senyum itu lagi setelah kejadian beberapa tahun lalu yang membuat senyum Alfaro menghilang.


Pelayan pelayan itu pun menundukkan kepalnya saat Reyhan--Ayah Alfaro datang bersama jihan.


"Selamat pagi tuan, selamat pagi nyonya" Ucap mereka serempak .


Jihan dan Reyhan pun kompak melihat kerah meja makan saat mendengar tawa keras dari suara yang berbeda jenis di sana.


Reyhan pun mengerutkan keningnya, sedangkan jihan tersenyum tipis melihat itu.


"Lihatlah, putra mu sepertinya bahagia" Ujar jihan dan di angguki oleh Reyhan.


"Ehm"


"Deddy kau membuatnya takut!" Desis Alfaro sambil mengusap rambut Alexa.


"Akhh"Ringis Reyhan saat jihan mencubit perutnya dengan keras" Kenpa?"Tanya pria itu kepada sang istri.


"Kau membuat menantuku takut!" Ujar jihan.


Reyhan pun kembali menatap kerah Alexa"Jangan takut nak, aku tidak akan melukaimu jika kau tidak akan meninggalkan putra ku"Ucap Reyhan tenang namun seperti ancaman di telinga Alexa.


"Glek"Dengan susah payah Alexa menelan ludahnya sendiri, gadis itu memberanikan diri mendongakkan kepalanya mantap Reyhan yang berada di hadapannya.


"I-iya"Jawan Alexa gugup.


"Wah rendang" Ucap Jihan girang karena wanita itu suka sekali dengan rendang.


"Calon menantu mu yang memasaknya mom" Ujar Alfaro.


"Benarkah itu sayang" Tanya jihan pada Alexa dan di angguki oleh gadis itu.

__ADS_1


"Hebat sekali menantu mommy ini"Lanjutnya dan mulai mengisi piring Reyhan dan piringnya dengan nasi.


" Enak sekali, "Bagai mana enakkan"Tanya jihan pada Reyhan


"Biasa aja"Jawab pria itu sambil terus makan.


Karena kesal jihan pun mengambil piring yang berada di hadapan reyhan. " Hey kembalikan makanan ku! Kau ini apa apaan?"Tanya Reyhan tak terima dan di balas pelototan maut oleh jihan.


"Katanya tadi biasa aja! Yaudah sana makan yang lain jangan makan rendang ini!" Sahut jihan sewot.


"Kenapa kau yang marah?".Tanya Reyhan lagi.


" Ya jelas marah lah masakan menantu ku enak begini kau bilang biasa saja?".


Reyhan pun mendengus kasar, berdebat dengan istrinya tidak akan ada habisnya, sampai kiamat datang pun jika ia meladeni perkataan istriya, di pastikan mereka masih ribut saat yang lain sibuk melarikan diri!.


"Iya.. masakannya sangat wenakk sekaleh" Jawab Reyhan kesal sambil melebay lebay kan ucapannya."Sini kembalikan". Pinta lelaki itu, Reyhan ini tipe pria yang gengsian jadi untuk mengatakan itu saja ia sebenarnya gengsi jika istri tercintanya itu tidak memaksa!


Alfaro yang melihat itu hanya diam saja dengan tatapan datarnya yang setia melihat kedua orang tuanya berdebat. Berbeda dengan Alexa gadis itu mati matian menahan tawanya karena melihat Reyhan yang takut dengan jihan, Lucu sekali pikirnya Reyhan yang terlihat kejam bagai singa kini terlihat seperti kucing di hadapan jihan. Ini baru namanya suami takut istri!.


"Jangan tertawa" Desis Reyhan.


Alexa pun terkejut gadis itu kemudian menunduk"Ma-maaf"Cicitnya pelan.


"Jangan membuat dia takut deddy, atau aku akan membunuhmu!" Ucap Alfaro tegas.


"Sebelum kau membunuh ku, aku lebih dulu yang akan membunuhmu! Sahut Reyhan santai.


Alfaro pun mengangkat bahunya acuh" Silahkan jika kau bisa".


"Kau meragukan kemampuan ku?" Tanya Reyhan sambil menatap Alfaro.


"Tidak, aku hanya tau kau bukan tandingan ku ded".


"Kau ini, baiklah akan ku bunuh kau nanti".


"Lelucon mu ku terima ded" Ucap Alfaro santai.


"Hahaha" Tawa Alfaro dan Reyhan pun menggema mengisi kesunyian di meja makan itu.

__ADS_1


Jihan pun menghela napasnya jengah, apakah mereka tidak ada lelucon lain selain lelucon itu?, Jihan sungguh aneh kepada kedua pria itu. Mereka selalu bercanda tapi bercandaan mereka sungguh tidak wajar!. Untung jihan sudah terbiasa dengan itu, bagaimana dengan Alexa? pikirnya.


__ADS_2