
"Benran nih, lo mau pergi" Tanya seorang pria sambil menatap gadis di sampingnya yang sedang meminum susu hangat.
"Iya, udah berapa kali gue bilang bang gue mau pergi dari Alfaro!" Tegas Alexa.
Bagas pun menghela napas panjang. Memang rencana ini sudah Alexa dan dirinya susun dari jauh-jauh hari. Tapi pikirannya sekarang sedang berkecamuk memikirkan banyak hal.
"Gue harap lo baik-baik aja di sana de" Ujar bagas sambil mantap kosong ke depan.
"Lo kenapa si bang, kok gue perhatiin lo kaya mikirin sesuatu" Tanya Alexa sambil melihat kearah bagas--abangnya, lelaki itu kelihatan seperti punya beban hidup.
"Gue gapapa" Sahut bagas sambil tersenyum manis.
"Gue tau bang lo bohong" Gumam Alexa dalam hati namun ia memilih diam saja.
Di lain tempat Alfaro sedang memarahi para bodyguard, ia teramat murka saat mengetahui jika Alexa tidak ada di mansion nya.
Dan langsung saja Alfaro memeriksa seluruh cctv yang berada di mansion, Dan menemukan Alexa pergi dengan membawa sebuah koper. Jiwa psikopatnya yang sudah mendarah daging sedari kecil membuat Alfaro ingin memotong kaki Alexa segera.
"Bang***, dasar ga becus!. Menjaga gadis satu saja kalian tidak bisa!" Teriak Alfaro murka sambil melihat tajam para bodyguard yang tengah menundukkan kepalanya.
"Jika gadis ku tidak bisa di temukan besok pagi. Maka akan ku pastikan kepala kalian lah yang akan menjadi gantinya!" Lanjut Alfaro dan pergi dari sana.
Bugh
prang
Bugh
Suara pecahan benda benda dan pukulan terdengar di dalam kamar Alfaro. Lelaki itu tidak tidur meskipun kini jam sudah menunjukan pukul 03:00.
Emosinya tidak bisa di kontrol lagi, kepergian Alexa dari mansion nya membuat jiwa psikopatnya meronta ronta ingin di puaskan oleh darah.
"Arrggh.. sial!" Teriak Alfaro frustasi sambil mengacak ngacak rambutnya. Darah yang terus mengalir di tangannya tak ia hiraukan, Kamar yang semulanya rapi kini tak terbentuk lagi.
Barang barang yang berada di sana sudah hancur berkeping keping karena ulah Alfaro. Pria itu melempar dan memukul apa saja yang terletak di sana.
Ting
Alfaro mengalihkan pandangannya saat handphonnya berbunyi, pertanda ada pesan masuk di sana. Dengan napas memburu Alfaro mengambil benda pipih itu dan membacanya.
Tak lama kemudian, senyum miring pun tercetak di bibirnya.
__ADS_1
"ternyata kamu ingin bermain main denganku sayang, baiklah akan aku ikuti permainan mu" Ucap Alfaro setelah membaca pesan singkat yang di kirimkan seseorang.
...........
"Tetap di rencana awal" Ucap seorang pria bertubuh kekar meskipun kini usianya sudah tak lagi muda.
"Baik tuan, saya akan menjalankannya dengan baik" Ujar pria satu lagi, yang di ketahui adalah sala satu anak buahnya.
"Hem.. bagaimana? Apakah dia sudah mengetahui semuanya? Tanya pria itu lagi sambil menghirup aroma kopi yang berada di tangannya.
"Sudah tuan"
Pria itupun mengangguk dan mengibaskan tangannya, menyuruh pria itu pergi dari sana.
"Bang ayo cepetan.. nanti gue terlambat ini!" Teriak seorang wanita dengan pakaian kasualnya sambil memegang koper di tangan kanannya.
" Ck"Wanita itu berdecak kesal "Lelet banget lo bang, kaya perawan aja"Lanjutnya ketika orang yang di tunggu tunggu menampakan batang hidungnya.
"Sabar napa, kan gue mandi dulu biar wangi, biar ciwi ciwi pada nempel" Sahut bagas sambil menaik turunkan alisnya.
Alexa pun memutar bola matanya malas "Mandi si ya mandi, tapi jangan ampe tiga jam juga dong!"
Ya, wanita itu adalah Alexa, ia akan menjalankan rencana kaburnya hari ini. Dia akan meninggalkan kota ini, keluarga tersayangnya, dan juga Lelaki psikopat itu!. Ia akan memulai kehidupannya yang baru di kota yang ia pilih nanti. Dan ia berharap semoga semuanya berjalan sesuai kehendaknya.
"Lo yakin de, mau ninggalin bunda? " Tanya bagas sambil melihat Alexa dengan ragu.
Alexa diam seribu bahasa. Dirinya memang ingin lepas dari Alfaro, tapi apakah ia mampu jika harus meninggalkan keluarganya juga?.
"Keputusan gue udah bulat bang" Final Alexa.
Bagas menghela napasnya lelah, adiknya ini sangat sangat keras kepala.
"Baiklah, jika jalan ini yang lo pilih de" Ujar bagas pasrah.
Kini Alexa dan bagas sedang menuju ke bandara. Ya, Alexa berniat pergi ke negara tempatnya dulu tinggal bersama kakek nenek nya di sana. Gadis itu akan mulai hidup baru nya di kota yang pernah ia tinggalkan.
Selama di perjalanan, bagas tak henti hentinya mengingatkan Alexa untuk menjaga dirinya dengan baik di sana.
"Inget kata kata gue de, lo jangan telat makan" Ucap bagas untuk kesekian kalinya.
Alexa memejamkan mata sambil menghirup napas, Gadis lalu membuka matanya dan menarik bibirnya tersenyum paksa "Lo udah ngomong kaya gitu lebih dari seratus kali bang" Ucap Alexa sambil melihat bagas yang menyengir.
__ADS_1
"Ya.. gue sebagai abang yang perhatian dan penyayang, gue khawatir sama lo, gue ngasih perhatian sama lo, karena gue takut nya lo di sana ga dapet pacar terus lo ga ada yang ngingetin makan"Tutur bagas panjang lebar.
"Idih... sosoan ngingetin orang makan, lo juga ga ada yang ngingetin kalee" Ujar Alexa sambil tertawa "Makannya punya muka tuh ganteng bang, biar ada yang mau sama lo" Lanjut Alexa.
"Yah.. gatau ya lo, yang mau sama gue tuh banyak. Bahkan lisa balck pink pun doyan sama gue, cuma ya.. gue nya aja yang pilih pilih".
"Halu lo ketinggian jalam"Ujar Alexa sambil mengusap muka bagas dengan tangan kanan nya.
"Bau anjir, tangan lo bau terasi".
"Enak aja, Bukan tangan gue yang bau. Tapi mulut lo bang yang deket sama idung" Sahut Alexa.
Tak lama kemudian mereka pun tertawa, Hanya karena hal sepele mereka bertengkar. Dan karena hal sepele juga mereka bisa tertawa seperti sekarang.
"GA BECUS LO SEMUA!"
Teriakam itu menggema di sebuah ruangan yang mewah tapi menyeramkan. Bagaimana tidak menyeramkan? Jika yang saat ini tuan muda mereka sedang marah besar.
"Siap siap terima konsekuensinya" Ucap Alfaro.
Lelaki itu tidak tidur semalaman karena gadisnya belum di temukan keberadaannya. Lelaki itu melampiaskan kemarahannya kepada para bodyguard karena mereka tidak bisa menemukan jejak gadisnya.
"Kalian tinggal pilih saja, kepala atau jantung" Tanya Alfaro pada Paradygruad yang masih setia menundukan kepala mereka.
"JAWAB SIALAN!" Teriak Alfaro ketika tidak ada satupun di antara mereka yang menjawab pertanyaannya.
Bugh
Bugh
Karena sudah terbakar emosi, Alfaro langsung saja membogem sala satu bodyguard yang berada tak jauh dari nya. Lelaki itu memukuli Bodyguard tanpa ampun.Tak ada satupun yang berani menolong bodyguard itu. Bahkan untuk sekedar menghalangi Alfaro pun mereka takut.
Meskipun sudah babak belur, Tapi Alfaro masih belum puas. Bahkan amarahnya tak surut sedikitpun. Padahal bodyguard itu sudah di ambang batas, napasnya juga sudah mulai melemah.
Bugh
"MATI LO SIALAN!" Teriaknya semakin membabi buta.
Bugh
Bugh
__ADS_1
DOR
Semua orang yang berada di ruangan itu langsung membulatkan mata mereka, karena terkejut ketika mendengar suara tembakan yang menggema di sana.