
Sudah sekitar 25 menit mereka berada di restoran ini, tapi mereka belum juga beranjak pergi dari sana. Alexa yang tadinya sedang menikmati makanan pun tiba tiba berdiri.
"Gue harus kabur dari sini, tapi gimana" gumam Alexa dalam hati.
"Al aku ke toilet dulu ya" Ucapnya dan di angguki oleh Alfaro.
"Jangan lama lama"
"Iya" sahut Alexa, dan setelah setelah itu ia pergi dari sana.
Gadis itu terburu memasuki toilet, ia berencana akan pergi dari restoran ini dan meninggalkan Alfaro, ya dia harus cepat cepat kabur dari sini. Tapi bagaimana caranya?.
Ia harus minta tolong siapa, dinda, ya dinda Ia harus menelponnya.
"Sial, kenapa handphone gue pake ketinggalan di sana si" Umpat Alexa kesal gadis itu mondar mandir mencari ide agar bisa kabur dari sini. Gadis itu tersenyum manis saat sebuah ide terlintas di otaknya. Ia pun keluar dari sana dengan senyum yang masih menghiasai bibirnya sebelum..
Brukk
"Akhh" pekik Alexa meringis saat kepalanya terbentur dada seseorang di depannya, ia pun mendongakkan kepalanya, rasa sakit yang tadi dirasakannya seolah olah lenyap begitu saja di gantikan dengan raut wajah terkejut dan tubuh yang sedikit gemetar.
Alexa dengan susah payah menelan Saliva nya sendiri, ia menunduk saat orang di depannya menatap dengan tajam.
"Al lo ngapain ke si.. sini" ucapnya gugup sambil mencoba menghindari tatapan lelaki itu. Lelaki itu adalah Alfaro, Tadi saat Alexa pergi ke toilet Alfaro diam diam mengikutinya dari belakang, ia mendengar isi hati Alexa tadi, dan ia tak ingin gadisnya itu kabur.
"Mencoba kabur dari ku sayang" Ucap Alfaro pelan sambil mencengkram lengan gadis itu dengan kuat. "baiklah sepertinya kau tak mengenal siapa aku" Lanjutnya sambil mengeluarkan pisau kecil kesayangannya yang selalu Ia bawa kemana mana.
Alfaro sungguh ingin menghukum gadis nakal nya itu, tapi sepertinya menghukumnya di sini tidak asik, baiklah ia akan membuat Alexa tau siapa dirinya ini.
Srakk
"Akkhhh" Jerit Alexa kuat saat Alfaro menggoreskan pisau itu di pipinya.
"Mau lagi?" Tanya Alfaro dengan tersenyum miring.
"Hiks. " Tangis Alexa pun pecah saat Alfaro akan menggoreskan pisaunya lagi ia buru buru menggelengkan kepalanya "Ma.. maaf Al" Ucapnya sambil menunduk.
"Maaf mu aku terima, tapi setiap kesalahan harus ada hukumannya, bukan begitu sayang" Bisik nya di telinga Alexa, dan membuat Alexa menggeleng dengan kuat.
Apa katanya harus ada hukuman, apa yang dilakukannya ini kurang? apa lagi yang akan lelaki itu perbuat padanya.
"Udah jangan nangis, padahal aku cuma gores pipimu kenapa sampai nangis begini si"Tanya Alfaro sambil mengusap air mata Alexa dan membawa gadis kedalam dekapannya.
" Cuma katanya, hah lo ga tau aja ini tuh sakit tauuu"Umpat Alexa dalam hati.
"Sakit hem" Tanya Alfaro sambil mengusap pipi Alexa. Alexa pun mantap Alfaro dengan tatapan terkejut, tapi tak lama kemudian Alexa merasakan benda kecil nan tajam menusuk kulitnya. Ia mantap Alfaro yang tersenyum puas.
__ADS_1
"Kamu jahat" Ucap Alexa dan kesadarannya pun hilang.
Alfaro melemparkan suntikan kosong, kemudian membopong tubuh Alexa keluar dari dalam toilet dengan senyum kepuasan tercetak di bibirnya.
"Kau tidak bisa kabur dariku sayang"Ucapnya lirih sambil melihat wajah Alexa yang berada di gendongannya. Alfaro mengecup pipi Alexa, dan kemudian ia tertawa dengan senang.
.........
Gadis itu terbangun pukul 18:00 mata indahnya terbuka perlahan, kemudian ia melihat sekeliling kamar ini yang kebanyakan peralatan di sini berwarna hitam dan putih. ia pun terkejut saat tau ini bukanlah kamarnya.
Seketika matanya membola dan langsung loncat turun di atas kasur, pikirannya pun berkecamuk kemana mana, apakah dirinya di culik? itulah yang ada di otaknya.
Ckelek
Atensi gadis itu teralihkan saat pintu kamar mandi terbuka, ia pun menoleh dan...
"Aaaaaaa" Teriaknya sambil menutup mata dengan kedua tangannya. Sementara lelaki yang berada di sana mengerutkan kening saat gadisnya berteriak. Ia melihat Alfaro yang bertelanjang dada dengan handuk sebatas pinggang.
"Kenapa" Tanya lelaki itu sambil berjalan kerah gadisnya.
"Stop jangan mendekat" sahutnya sambil berteriak dan terus memejamkan mata. Lelaki itu pun terlihat semakin bingung dan mencoba memikirkan apa yang terjadi, setelah tau apa sebabnya ia pun tersenyum miring.
"Kenapa, kau malu hem"
"Pakai baju lo dulu al" ucap gadis itu.
Gadis itu pun membuka matanya. Dan melihat Alfaro yang menggunakan kaos pendek warna hitam di padukan dengan celana pendek selutut. Dan sialnya itu malah menambah kegantengan cowok itu.
" Ini di mana"Tanya Alexa, saat ia telah sadar dari kekagumannya terhadap Alfaro.
"kamar Ucap lelaki itu singkat sambil berjalan kearah meja di samping tempat tidur.
Alexa pun berdecak" Iya gue tau ini di kamar, tapi di kamar siapa"Tanya gadis itu.
"Sekarang kamu di kamar aku, dan berada di mension deddy" Jawabnya Santi.
"Gue mau pulang" Ucap Alexa datar.
"Ini juga rumah kamu" Ucap Alfaro lagi.
"Ngga, gue mau pulang, nanti orang tua gue khawatir al, poko nya gue mau pulang" Lanjut gadis itu dan berjalan kearah pintu. Saat tangan kecilnya ingin membuka kenop pintu tapi suara Alfaro sudah menghentikannya.
"Keluar atau mati" Ucap lelaki itu dingin. Alexa pun tersentak dan ia berbalik menatap Alfaro yang menatapnya dengan tajam. tapi Alexa tak mendengarkan perkataan Alfaro, ia tetap keluar dari sana. Sungguh keras kepala.
"Alexa, kau mau bermain main dengan ku ternyata heh" Ucap Alfaro lantang.
__ADS_1
Jlebb
"Akhhh" Jerit kesakitan itu terdengar saat sebuah pisau yang di lemparkan Alfaro mengenai betisnya. Dan darah pun mulai keluar dari sana.
Alfaro pun tersenyum menyeramkan "Tepat sasaran" Ucapnya dan menghampiri Alexa yang duduk sambil memegangi betisnya yang terkena pisau.
"Sudah ku bilang padamu, jangan pernah membantah perkataan ku". Kata Alfaro sambil menusukan pisau itu lebih dalam lagi.
"Hiks.. sakit al...maafkan aku" ucap Alexa sambil terus menjerit kesakitan.
"Maaf mu ku terima, tapi hukuman tetap hukuman beby" ucapnya dan menggendong Alexa ala bridal style, lelaki itupun membaringkan Alexa di atas kasur dan mencabut pisau itu tanpa perasaan.
"hikss.. sakit al" Ucap Alexa lirih.
"Sakit hem, tapi ini belum apa apa sayang, aku akan memberi hadiah padamu".
Alexa pun menggeleng, ia tau hadiah apa yang Alfaro maksud.
"Baiklah kita mulai ya. Kau mau di tangan atau wajah" Tanya Alfaro santai." Tapi sepertinya di punggung akan jauh lebih indah" Lanjutnya sambil tersenyum manis kearah Alexa.
"Jangan al hikss.. itu sa.. sakit"Ucap Alexa menggeleng kuat dengan air mata yang sudah mengalir bebas di pipinya.
Alfaro sungguh tega, luka yang ia buat di tangan dan pipinya pun belum sembuh, dan sekarang mau di tambah lagi. huh sungguh Alexa ingin mati saja rasanya jika begini.
"em.. karena kamu orang spesial, aku akan melakukannya dengan lembut beby" Ucap Alfaro sambil mengusap air mata Alexa yang terus mengalir.
"GILA!! DASAR IBLIS" teriak Alexa dalam hati, Dan Alfaro pun tertawa terbahak bahak saat mendengarnya. Alexa pun tertegun saat melihat tawa Alfaro, tapi sedetik kemudian ia sadar bahwa di depannya sekarang bukanlah manusia, tapi jelmaan iblis.
"Ya, aku memang iblis sayang hahaha" Tawa Alfaro lagi, dan membuat Alexa mengerutkan keningnya. bagaimana bisa Alfaro mengetahui isi hatinya, selain kejam apakah Alfaro juga cenayang, pikir gadis itu.
"Sudah tau aku iblis, kenapa masih bandel hem" Ucap Alfaro tajam sambil mencengkram rahang Alexa.
"JAWAB"Bentaknya, bukan menjawab Alexa malah semakin terisak dengan keras.
"Cek jangan menangis, itu tidak akan membuatku berhenti menghukum mu"Ucap Alfaro" Baiklah aku kan mengukir di punggung mu biar lebih indah" Lanjutnya dan mulai membalikan Alexa dengan kasar.
"AKHHH SAKIT AL, KUMOHON HENTIKAN" teriak Alexa, saat Alfaro mulai mengukir punggungnya. Dan kini punggung itu sudah mengeluarkan darah segar. Ini terasa sangat sakit sekali, sungguh Alexa tidak kuat dengan ini.
"Sakit, masa iya? tapi aku suka beby, gimana dong? ini mengasikan sekali"Lelaki itu memasang wajar tak berdosa nya sambil terus mengukir punggung Alexa.
"Akkhh,Hiks...hentikan al, kumohon"
Ucap Alexa penuh harap, tapi lelaki itu tak memperdulikan ucapannya.
"Jangan teriak terus, nanti orang lain denger! "Bisik Alfaro tepat di telinga Alexa, dan mengecup pipi gadisnya dengan sayang.
__ADS_1
"Selesai"Ucap Alfaro senang saat ia sudah selesai dengan kegiatannya, ia mengukir punggung Alexa dengan kata 'Mine' ia pun kembali menyimpan pisau itu di atas meja.
"Sini"Tangannya bergerak menarik tubuh Alexa kedalam dekapannya. Membiarkan gadis itu menangis, memukul dan mencengkram punggungnya dengan kuat.