Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Ikut denganku!


__ADS_3

"Bunda" Teriak Alexa nyaring saat melihat melinda yang baru pulang bersama ayahnya.


"Anak bunda kenapa hem" Tanyanya lembut sambil mengelus kepala sang putri dengan sayang.


"Ayah ga di peluk ni" Ucap Raka dengan wajah pura pura sedih.


Alexa pun tertawa dan beralih memeluk raka.


"Alexa kangen tau sama kalian kenapa lama banget pulangnya" Ucap gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya.


Melinda pun terkekeh"Maaf ya sayang, pekerjaan ayah di sana banyak dan sekarang baru bisa pulang "Tutur melinda lembut dan di angguki oleh Alexa.


"Lebay lo"Ucap bagas yang baru saja datang membawa koper,karena tadi dirinya menjemput ayah dan bundanya di bandara.


" Syirik aja lo"sahut Alexa.


"Dih, siapa yang syirik, lagian ngapain gue syirik sama kutu kupret kaya lo" Jawab Bagas sambil menjulurkan lidahnya. Dan pergi dari sana


"Lo ya.. sini lo bang"Kata Alexa sambil mengejar Bagas yang berlari terbirit birit, lelaki itu sesekali menungging kan pantat dan menggoyangkannya kearah Alexa, yang masih mengejarnya.


Melinda dan raka pun terkekeh melihat tingkah kedua anaknya.


" ABANG LUCKNAT LO, SINI LO BANG" Teriak Alexa menggelegar, dan semakin membuat bagas tertawa kemenangan.


............


"Jangan gila! kamu pikir saya akan menyerahkan putri saya begitu saja hah! Lelaki paru baya dengan setelan formalnya menggebrak meja dan menatap sosok pemuda yang berdiri di depannya. Amarah nya memuncak karena pemuda itu.


"Apakah anda pikir saya peduli?"Alfaro pun tersenyum miring"Saya akan bawa Alexa dengan iya ataupun tidak keputusan anda.


Raka menggeram mendengar itu, ia mengepalkan tangannya" Jauhi Alexa, saya akan berikan apapun yang kamu mau!".


"Saya hanya ingin putri anda tuan Jonshon yang terhormat"Ujar Alfaro sombong, membuat gigi raka saling menyatu karena kesal.


Alfaro pun duduk di depan Raka dan menyandarkan punggungnya di sana dengan santai,


"Jika anda menghalangi saya untuk membawa Alexa, maka jangan salahkan menantumu ini jika rahasia yang kau simpan akan terbongkar, dan aku pastikan kalian semua akan mati satu persatu" Ancam Alfaro mengeluarkan secarik poto dari dalam sakunya, ia tersenyum smirk. "saya ke sini bukan untuk meminta persetujuan dari anda, tapi saya hanya ingin memberi tahu anda bahwa saya mengetahui semuanya, termasuk rencana anda" Ucap Alfaro panjang lebar dan mengepalkan tangannya.


Dan Alfaro pun pergi dari sana.


"Sialan!"Raka mengacak rambutnya kasar. ia merasa kesal dan juga sedikit takut dengan ancaman Alfaro, "Siapa sebenarnya lelaki itu, kenapa ia bisa mengetahui semua tentang ku, termasuk... Akhh" Raka semakin frustasi dengan semua ini.


Alfaro yang tidak benar benar pergi mendengar umpatan raka pun tersenyum kemenangan, lelaki itu masih berada di balik pintu mendengarkan semua perkataan raka.


"Dasar pak tua, apakah dia tak pernah melihat televisi.. sampai tidak mengetahui siapa diriku"Gumam Alfaro dan benar benar pergi dari sana.

__ADS_1


............


Bel yang sedari tadi berbunyi membuat Alexa menggeram marah, karena acara menonton kartun kesukaannya harus terganggu.


"Iya.. sebentar! Teriaknya sambil berjalan kearah pintu.


Langkah Alexa terhenti dengan tubuh kaku, saat melihat Alfaro yang berdiri di depan pintu dengan tangan yang di masukan kedalam saku celananya.


"Ayo" Ucap Alfaro.


"Mau kemana" Tanya gadis itu


"Mau jemput calon istri aku lah..apa lagi?" Jawab Alfaro santai, Alfaro tersenyum miring saat melihat Alexa yang tanpa suara mulai melangkah mundur hendak melarikan diri.


Alexa tersenyum bodoh, ia berlari secepat kilat agar menjauh dari Alfaro tapi Alfaro dengan cepat menariknya hingga dirinya menubruk dada bidang Alfaro.


"Mau kemana hem.. Lari?" Ucap lelaki itu sambil mencengkram tangan Alexa.


"Lepasin" Teriak Alexa sambil meronta meminta di lepaskan. Alfaro pun menggendong Alexa seperti karung beras. Gadis itu pun terus memukul mukul punggung Alfaro, tapi tak membuat si empu kesakitan malahan tangannya yang sekarang terasa kebas.


"Woy mau di bawa kemana tu adik gue"Teriak bagas yang baru saja sampai di rumahnya, lelaki itu masih setia memakai helm dan nangkring di atas motornya. Ia kaget bukan main melihat Alfaro memasukan Alexa kedalam mobil dengan paksa.


Tanpa berkata kata lagi, bagas langsung mengikuti mobil Alfaro dan mencoba menyalipnya. Alexa yang melihat itupun semakin meronta ronta dalam dekapan Alfaro.


"ABANG" Teriaknya sambil menangis.


"Baik tuan".


"Bangs*t, sepertinya dia mau mati" Ucap Alfaro yang melihat motor bagas terus mengejarnya.


"Jangan, gue mohon" Mohon Alexa yang melihat Alfaro sudah mengeluarkan pisau lipatnya. kecil si tapi pisau itu bisa menembus kulit.


"Berhenti" Ucap Alfaro dan mobil itu pun berhenti.


"Jangan gue mohon, gua bakalan ikut sama lo.. tapi jangan sakitin abang gue" mohon Alexa masih dengan tangisannya.


"Hem.. baiklah" Sahut Alfaro. Padahal lelaki itu bisa saja membunuh bagas dan tetap membawa Alexa bersamanya, tapi karena gadisnya mengajukan persyaratan itu, maka dengan senang hati ia mengiyakannya.


Alfaro pun menyimpan kembali pisau itu, dan mengambil pistol yang berada di saku hoodie nya. Alexa pun menelan ludahnya susah payah saat melihat itu.


Bagas pun turun dari motornya dan menghampiri mobil Alfaro, lelaki itupun berlari saat melihat Alexa yang keluar dari sana.


"Abang"Ucap Alexa dan langsung memeluk bagas erat.


" Lo ga kenapa napa kan"Tanya bagas khawatir, dan di balas gelengan oleh Alexa.

__ADS_1


"Alfaro keluar lo" Teriak bagas saat Alfaro tak keluar dari dalam mobil.


"Abang jangan, Gue gapapa bang, lo sekarang pulang ya" Pinta Alexa.


"Lo gila ya! lo dalam bahaya gini gue di suruh pulang! " Bentak bagas tak terima.


"Abang dengerin gue, gue gapapa.. sekarang lo mending pulang sana, gue takut lo kenapa napa" Paksa Alexa.


"Ngga gue ga mau" Tolak bagas,"Ayo pulang"Lanjut bagas sambil menarik Alexa dengan paksa, karena gadis itu terus meronta meminta di lepaskan.


Alexa terus meronta ronta mencoba melepaskan genggaman Bagas yang terus menariknya paksa, ia takut Alfaro akan menghabisi abangnya itu.


"Bang gue mohon lepasi..."


DOR


AKHHH..


"ABANG" Teriak Alexa.


Darah segar mengalir deras di kaki kiri bagas, Alexa pun melihat kearah belakang dan mendapatkan Alfaro di sana,ia sedang menatap kearah mereka berdua dengan tajam. lelaki kejam itu menghampiri mereka berdua dengan pistol yang berada di tangannya.


"Abang hiks.." Tak kuasa melihat bagas yang kesakitan Alexa pun ingin membantu lelaki itu berdiri, tapi Alfaro sudah lebih dulu menariknya.


"Lepas!" Bentak Alexa.


"Diam sayang, atau abang mu itu aku habisi sekarang" Ancam Alfaro mengarahkan pistol itu kearah bagas yang masih meringis kesakitan.


Alexa pun memilih diam, ia tak ingin Alfaro semakin menyakiti bagas. Gadis itu semakin terisak, tangisannya semakin menjadi melihat darah terus keluar dari kaki lelaki itu.


"Lain kali jangan halangi jalan gue, kalo lo masih mau hidup" Tekan Alfaro pada bagas.


"Sialan! Jangan bawa adik gue akhh" Bagas semakin meringis kesakitan kala Alfaro menginjak kakinya yang tertembak.


"Hiks.. udah" Alexa terus memohon agar Alfaro segera pergi dari sana, ia sungguh tidak kuat melihat orang yang ia sayangi harus tersakiti.


"Urus dia" Ucap Alfaro pada para bodyguard yang baru saja datang di mobil lain.


"Baik tuan" Ucap mereka bersamaan, dan memasukan bagas dengan paksa kedalam mobil.


"Mau di bawa kemana" Tanya Alexa pada Alfaro.


"Mati" Jawab lelaki itu santai.


"DASAR..."

__ADS_1


"Selamat tidur beby" Ucap Alfaro sambil memasukan suntikan itu kedalam saku celananya, didalam suntikan itu sudah ia isi dengan obat tidur.


Alfaro pun berjalan kearah mobil nya berada, sambil mengecup pipi Alexa yang berada di gendongannya.


__ADS_2