Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Gudang


__ADS_3

Pagi ini cuaca sangat cerah seperti suasana hati Alexa. Gadis itu sudah memakai seragam sekolahnya, sesekali Alexa bersenandung kecil sambil melihat bayangan dirinya di depan cermin.


"Selesai" Ucap gadis itu yang baru saja mengoleskan sedikit lip balm di bibir nya yang pink alami. Ia pun berjalan keluar kamar dan menuruni tangga.


"Pagi semua" sapa Alexa saat sudah sampai di meja makan, yang sudah ada bagas bunda dan ayahnya di sana.


"Pagi juga cantiknya bunda".


"Pagi putri ayah".


" Pagi met "Sahut bagas


Raka dan melinda pun mengerutkan keningnya termasuk Alexa, mereka semua tak mengerti apa yang di ucapkan Bagas di kalimat terakhir.


" Met? Apaan tu met? "Tanya Alexa sambil duduk di samping bagas.


"Jamet, Bwahaha"Tawa bagas menggelegar bagaikan petir di pagi hari.


Plak


Uhuk.. uhuk..


Bagas pun tersedak saat Alexa menabok pahanya dengan keras.


"Minum nih" Kata Melinda sambil memberikan air pada bagas.


"Buset dah, gue lagi makan juga maen pukul pukul aja lo" Ucap bagas sambil meletakan gelas yang sudah kosong.


"Lagian lo si bang, enak aja ngatain gue jamet" Sahut Alexa ta terima.


"Ya..kan gue cuma becan.."


"Udah udah jangan pada berantem, cepet makan" lerai melinda--Bundanya Alexa.


Sedangkan Raka--ayahnya Alexa hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran kaka beradik itu yang tak pernah akur.


Ting tong (anggap aja suara bel:v)


"Biar aku aja yang buka" Ucap Alexa saat melihat bundanya yang ingin berdiri, melinda pun mengangguk dan kembali duduk.


Cklek


Deg


Alexa pun mematung saat pintu itu sudah ia buka, hati nya bergemuruh ketakutan saat melihat lelaki yang ada di depannya, sambil tersenyum manis.


"Pagi" Sapa Lelaki itu.

__ADS_1


"Ju..ju...juga" Sahut Alexa terbata bata sambil menundukkan kepalanya. Kening lelaki itu pun mengerut ia tak mengerti dengan Alexa yang melihatnya seperti melihat hantu, apa... se menakutkan itu mukanya. Padahal ia sudah cool begini.


"Siapa".


Alexa pun menengok kearah belakangnya saat mendengar suara bagas, termasuk lelaki itu.


"ada tamu kok ga di ajak ma...WOW AYAH BUNDA ADA PACARNYA ALEXA"Teriak bagas nyaring saat melihat lelaki berseragam sekolah yang sama dengan Alexa.


"Ihhh rusuh lo"Sewot Alexa


"Awas lo"Bagas pun menarik Alexa kebelakang tubuhnya, dan menatap lelaki itu sambil tersenyum manis, semanis madu alami, bagas rasa seperti itu.


"Hai bro,sehat lo" Sapa bagas pada lelaki itu. biasa lah bagas ini orang nya so kenal:v.


"Hem"


"Buset... limbad lo" Ucap bagas saat perkataannya hanya di balas deheman saja.


"Siapa ini" Tanya raka yang ikut keluar bersama melinda.


"Pacar kamu ya.." Goda sang bunda yang melihat Alexa hanya menunduk, pikirnya Alexa malu karena ketahuan mempunyai pacar. Tapi andaikan mereka tau Alexa bukan malu tapi ketakutan!.


"Alfaro, pacarnya Alexa" Ucap lelaki itu memperkenalkan diri pada semuanya, tidak termasuk Alexa tentunya.


Raka pun tersenyum remeh kearah Alfaro dan menepuk pundak lelaki itu sedikit keras "Punya apa kamu sampai sampai berani memacari anak saya "Tanya raka pada Alfaro, Semua orang pun terkejut atas perkataan raka termasuk Alexa.


" A..ayah bunda, Alexa pergi dulu, nanti telat "Ucap gadis itu mengalihkan atensi semua orang padanya.


Alexa buru buru menarik Alfaro dari sana, ia tak ingin ada pertengkaran di antara raka dan Alfaro, karena Alexa tau sifat ayahnya seperti apa. Ia tidak akan mengijinkannya berpacaran entah apa alasannya Alexa pun tidak tau.


"Kenapa" tanya Alfaro saat sudah berada di dalam mobil.


Alexa pun mengerutkan keningnya "Apanya" Tanya gadis itu.


"Lupakan" Ucap Alfaro dan kembali fokus melihat jalan di depannya.


......... ...


Saat kaki mungilnya menginjak lantai koridor sekolah banyak pasang mata yang melihatnya dengan Alfaro di sebelahnya, dengan berbagai tatapan. Ada yang iri dan ada juga yang mendukung.


Tiba tiba ia melihat beberapa siswa siswi berlarian kearah gudang sekolah yang jarang di lewati orang.


Alexa pun menautkan alisnya, ia bingung ada apa kenapa orang orang berlarian seperti ada pembagian sembako saja. Pikirnya.


Sedangkan lelaki di sebelahnya yang setia menggenggam tangan kecilnya melihat semua itu dengan tatapan datar seperti tidak mau tahu dan tak peduli.


"Mereka kenapa?" Tanya Alexa sambil melihat kearah Alfaro. Bukannya menjawab perkataannya, Alfaro malah mengelus puncak kepalanya dengan sayang.

__ADS_1


Alexa pun mendengus"Aku pengen liat"Ucap gadis itu.


"Jangan" Larang Alfaro sambil memberhentikan langkahnya, Alexa pun ikut berhenti dan mengerutkan keningnya


"Kenapa? " Tanya gadis itu.


"Nanti kamu muntah".


" Muntah?"Alexa semakin bingung dengan ucapan Alfaro, apa maksud lelaki itu.


"Udah ayo masuk kelas" Sela alfaro saat Alexa ingin kembali bertanya.


Langkah mereka kembali terhenti saat sudah sampai di depan kelas alexa.


"Belajar yang bener, aku pergi dulu" Ucap lelaki itu sambil mengelus pipi Alexa dengan lembut. Alexa pun mengangguk dan memasuki kelasnya yang kosong? tunggu dulu.. kosong? kemana orang orang? Pikir Alexa, Tasnya ada tapi orang nya tidak ada satupun, sangat aneh.


Alfaro pun pergi dari sana, saat gadisnya telah duduk di bangkunya. Alexa pun masih penasaran dengan orang orang yang berlarian kearah gudang. Ia pun bangkit dan melenggang pergi dari sana.


Yang pertama kali ia lihat di depan gudang adalah, banyak sekali orang orang di sana yang berkerumun seperti ingin masuk kedalam gudang dan melihat sesuatu.


"DINDA" teriak Alexa saat melihat sahabatnya yang sedang mencoba menerobos kerumunan itu. "Sini" Lanjutnya.


"Buset dah, abis dari mana lo baru liat gue" Tanya dinda yang sudah berada di hadapan Alexa.


"Baru dateng, eh itu ada apaan si ko pada rame rame" Tanya Alexa kerah siswa siswi yang masih desak desak kan.


"Lo ga tau" Tanya dinda dan di balas gelengan kepala oleh Alexa.


"Emang kenapa si"


"Astaga Alexa lo kemana aja hah, sampe berita ter hot gini lo ga tau" Tanya dinda sambil menekankan kata hot.


"Itu loh riko temen sekelas kita, dia mati di gudang lexaaa" Lanjut dinda heboh.


"Jangan ngaco lo, orang kemarin tu anak baik baik aja" Kata Alexa tak percaya sambil terkekeh.


"Ih di bilangin ngeyel ya lo, coba lo liat aja sana" Sahut dinda tak terima.


Karena rasa penasarannya Alexa pun pergi meninggalkan dinda dari sana, ia mencoba masuk kedalam gudang, karena tubuhnya yang kecil ia pun berhasil memasuki gudang itu walau sedikit susah.


Di dalam gudang sudah ada guru guru, tiga polisi, dan dua orang paru baya lelaki dan perempuan yang sedang menangis,bisa Alexa simpulkan kedua orang itu adalah orang tuanya riko.


Di dalam gudang begitu ramai, ia mencoba melihat lebih depan lagi agar bisa melihat mayat itu, saat tubuh nya sudah di depan tiba tiba Alexa merasa ingin muntah yang melihat jasad seorang lelaki yang sudah tak utuh dengan organ tubuh yang sudah terlepas dari tempatnya.


Alexa mutup mulut dan hidungnya, ia berkeringat dingin saat melihat kepala, tangan dan kaki riko yang terlepas dari badannya. Ia pun cepat cepat keluar dari sana, kepalanya terasa pusing dan..


Bruk

__ADS_1


Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, Alexa bisa melihat banyak orang yang berlarian kearahnya.


__ADS_2